Part 26 - B

411 34 32

Sebuah mobil SUV hitam terparkir di halaman kediaman Keluarga Park dan seorang pria berpakaian kasual keluar dari mobil tersebut, dengan langkah panjang dan cepat dia berjalan menuju pintu lalu memencet bel.

Pintu rumah kediaman Park terbuka dan menampilkan wanita yang sedang hamil.

"Noona, dimana Hyunji?" tanya pria itu lebih dulu.

Wanita hamil yang merupakan seorang menantu dari rumah tersebut –Raerim– tampak bingung, namun dia segera paham dengan maksud pria itu. "Bukankah Hyunji pergi denganmu, Sehun –ah?" Raerim menjawab dengan pertanyaan dan keheranannya.

"Jangan membohongiku Noona, dengan menyembunyikan beradaaan Hyunji." Sehun menerobos masuk ke dalam rumah tersebut. Mencari gadis itu ke semua penjuru, nihil. "SHIT!!" umpat Sehun dan segera berbalik –pergi.

-

Oh Sehun, setelah dia mengetahui ketidak beradaan sang Istri di Maladewa, dia lekas kembali ke Korea. Mengunjungi rumah gadis itu adalah pemikiran pertamanya, namun tenyata tak dia temukan. Kim Jongin adalah seseorang yang selanjutnya dia curigai, tanpa menunda dia segera tancap gas.

Di perjalanan, Sehun tampak menggunakan Handsfree untuk menghubungi seseorang sembari mengemudi, tak lama panggilannya dijawab. Namun baru satu patah kata yang Sehun ucapkan, panggilannya sudah diputus.

"Kim Jongin sialan!" umpatnya sembari melepas kasar Handsfree yang terpasang di telinganya.

Baiklah, jika pria itu tak mau menerima panggilannya. Maka dirinya sendiri yang akan membuatnya datang.

-

Untuk yang kedua kalinya, Sehun kembali berjumpa dengan wanita hamil di kediaman Keluarga Kim.

"Maaf, ada perlu apa Tuan?"

Sehun memang tak kenal dengan wanita hamil yang bertanya padanya itu, tapi dia cukup baik untuk menebak jika wanita itu adalah istri dari Kim Junmyeon. "Saya datang untuk membawa kembali Hyunji!" Sehun melihat raut wajah terkejut dari lawan bicaranya, dia memicingkan matanya dan semakin menaruh curiga.

Hingga seorang wanita paruh baya datang dari dalam dan menghampiri mereka. "Siapa yang datang, Nara?"

"I ... itu, Eomeoni." Nara bicara gagap.

Ekspresi wanita paruh baya itu juga terkejut saat bertatap wajah dengan Sehun, namun segera dia kontrol kembali menjadi sambutan yang ramah. "Selamat siang Tuan Oh, ada perlu apa datang kemari?" Nyonya Kim sebelumnya pernah bertemu dengan Sehun, tepatnya saat hari pernikahannya.

Meskipun Nyonya Kim sudah beramah-tamah, nyatanya Sehun masih saja bermuka keras. "Saya datang untuk membawa kembali istri saya yang dibawa oleh anak Anda." Nada bicaranya sedikit melembut, meskipun masih terdengar menekan.

"Istri?" Nyonya Kim mengulang kata 'istri' dengan sedikit memekik. "Untuk apa istri Tuan Oh ada di sini?" ucapnya masih dengan tersenyum. "Dan anak saya, apa hubungannya?"

"Tolong jangan menyembunyikannya dari saya, karena saya tahu dengan pasti." Ada kekesalan yang tertahan dari ucapan Sehun.

"Tidak sama sekali, jadi saya minta tolong pada Tuan Oh untuk meninggalkan rumah saya. Karena orang yang Anda cari tidak ada," usirnya masih terdengar nada rendah.

"Tidak sebelum saya memastikannya sendiri." Biarlah Sehun terlihat lancang hendak menerobos rumah orang, tapi dia benar-benar tak percaya.

Nyonya Kim tak tinggal diam, dia menghalangi Sehun yang hendak masuk. Dia ingin melindungi Hyunhee, bukan saja karena gadis itu kekasih dari anaknya. Tapi Nyonya Kim sudah sayang pada gadis itu dan tak ingin Hyunhee menderita lagi.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang