PROLOG

5.8K 212 2



[PROLOG]

Seorang pria terlihat berjalan dengan langkah gontai ditengah jalan. Beberapa orang di jalan yang melihatnya hanya berspekulasi tentang pria itu, mungkin saja dia sedang mabuk. Pria itu sungguh tak memperhatikan dimana kakinya berpijak, entah sudah berapa mobil yang meng –klakson agar dia segera menyingkir dari tengah jalan. Tapi sepertinya pria itu memang sedang mabuk, dia tak memperhatikan semua suara bising itu. Dan terlebih lagi tak ada orang yang terlihat hendak menolongnya dari maut, orang-orang hanya berdiam diri menyaksikan aksi gilanya ditengah jalan. Syukurnya Dewi Fortuna masih berpihak padanya.

Sebuah tangan menarik pria itu ke tepi jalan. "AWAS!!" terdengar teriakan yang merupakan suara seorang gadis.

Brukk ...

Mereka jatuh terhempas di trotoar, mungkin gadis itu terlalu kuat menarik dan juga kondisi dari pria itu tak cukup siap, akhirnya mereka berdua limbung dan jatuh ke trotoar.

"Kau bosan hidup, eoh?! Mau mati, begitu?!" teriak gadis itu memarahi pada pria tersebut. Pria itu menjawabnya dengan deheman yang terdengar pilu. Gadis itu menghembuskan nafasnya kasar setelah mendengar jawaban singkat dari pria itu. "Neo ireumi mwoyeyo?"

"Sehun, Oh Sehun," jawab pria itu.

"Ouch ... kau mabuk rupanya," ucap gadis itu mengibas-ngibaskan tangannya ketika bau alkohol mulai menyeruak kedalam rongga hidungnya. "Sehun –ssi, aku tak tau apa masalahmu tapi tindakanmu jelas salah. Bukan hanya akan membahayakan dirimu, tapi juga orang lain," ucap gadis itu dengan nada yang terdengar seperti sedang menasehati anak kecil.

"Mereka berdua mengkhiyanatiku," rancau Sehun.

Gadis itu tampak mengkerutkan keningnya, membuat ekspresi bingung dari raut wajahnya. "Siapa?" tanya gadis itu penasaran.

Namun pria bernama Oh Sehun itu tak menjawab rasa keingin tahuan gadis itu, merasa tak mendapat respon akhirnya gadis itu menelisik keadaan pria itu. Padahal sebelumnya dia menjauhkan diri dari pria bernama Oh Sehun, karena bau alkohol yang mengganggunya. Gadis itu mendekat kearah Sehun, agar dapat lebih jelas melihatnya. Saat dia melihat raut wajah dari Sehun, gadis itu tampak cemas.

"Sehun –ssi, gwaenchanayo?" tanya gadis itu terdengar panik. Dilihatnya Sehun memegangi salah satu tangannya, refleks gadis itu langsung meraih tangan Sehun. "Apa ini yang sakit?"

Seketika Sehun langsung mendongakkan kepalanya menatap kearah gadis tersebut. "Eoh ... kepalamu berdarah."

Gadis itu langsung memegangi kepalanya dan meraba setiap sudutnya. Benar saja, kini dia melihat ada darah ditangannya. "Gwaenchana, ini tak sakit." Lalu gadis itu tampak mengeluarkan ponselnya dan mulai menekan tombol 911 yang merupakan panggilan untuk keadaan darurat. Beberapa saat kemudian gadis itu mulai fokus kembali pada Sehun. "Berikan ponselmu, aku akan menelepon wali mu. Karena sepertinya kau perlu dibawa ke rumah sakit, kondisi tanganmu cukup serius," tutur gadis itu.

Tanpa babibu, Sehun langsung memberikan ponselnya. Setelah menerima ponselnya, gadis itu langsung mengotak-atik isi ponsel tersebut. Dia membuka daftar riwayat panggilan pada ponsel milik Sehun, terdapat beberapa panggilan terakhir atas nama 'Xiumin hyung'. Tanpa pikir panjang, gadis itu langsung menelepon nomor dengan ID tersebut.

Sehun masih tampak kesakitan dan berangsur-angsur tingkat kesadaran Sehun mulai menurun hingga akhirnya dia pingsan.

°°°

"Eung ...," lenguh Sehun ketika kesadarannya mulai kembali. "Xiumin hyung? Bagaimana bisa ada kau?" tanya Sehun heran.

"Bodoh! Apa saja yang kau lakukan sampai terluka seperti ini?!" ucap Xiumin setengah berteriak namun masih terdengar khawatir.

"Bagaimana aku bisa di sini Hyung?" tanya Sehun bingung, sepertinya dia tak ingat mengenai kejadian yang baru saja dialaminya. Hingga matanya menangkap hal aneh pada tangan kirinya. "Eoh! Tanganku di gips." Cukup lama Sehun memandangin tangannya yang dibalut oleh gips, hingga ada sesuatu yang ditangkap oleh pikirannya. "Hyung, dimana gadis itu?"

Xiumin masih bergeming, belum menjawab pertanyaan yang terlontar padanya. "Owh~ gadis yang membawamu kerumah sakit?" Sehun masih menatap Xiumin, menunggu Hyung –nya itu untuk melanjutkan ucapannya. "Dia sudah pergi. Akh ... padahal aku belum mengucapkan terima kasih," rutuk Xiumin.

"Namanya ... siapa namanya?" tanya Sehun lagi.

"Entahlah ... aku tak ingat," jawab Xiumin.

"Aku mau kau menemukannya, Hyung!" titah Sehun.    



[TBC]

°°°

Terima kasih sudah mampir untuk membaca, ikuti terus kelanjutan ceritanya. Jangan lupa untuk terus dukung aku menulis dengan tinggalkan komentar, vote dan follow. Sampai jumpa di –part selanjutnya. ^^ #XOXO    

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang