Part 15 - B

314 20 4


Sementara Sehun masih terus bercerita, Hyunhee tengah hanyut dalam pikirannya sendiri. Mencoba mengingat sesuatu yang telah terjadi beberapa tahun lalu, entahlah ... dia tak tau pastinya kapan.

[Flashback]

Seakan dunia ada dalam buku yang tengah dia baca, seorang gadis sudah tidak menyadari waktu yang berlalu hingga ponsel yang ada di saku celananya bergetar dan membuat atensinya teralihkan. Dia merogoh sakunya dan mengeluarkan benda persegi panjang itu, lalu melihat sebuah pesan baru saja dia terima.

Jongin oppa <3 : Nona, tolong jangan membuatku menunggu lagi. Aku sudah habiskan tiga gelas minuman dan rasanya kantung kemihku akan meledak.

Gadis itu terkekeh membaca pesan dari seorang pria yang merupakan pacarnya. Park Hyunhee, gadis itu memang menyuruh Jongin untuk menunggunya yang sedang membaca buku, di sebuah kafe yang terletak tak jauh dari perpustakaan. Alasannya karena pria itu tak memiliki minat untuk membaca dan dia merasa bosan, lalu juga karena gadis itu ingin serius membaca tanpa gangguan dari pacarnya.

Hyunhee : Arraseo, aku bereskan bukuku dulu. Kau tunggu saja, aku yang akan kesana. Tolong pesankan Choco Milk Shake dan Brownies untukku, karena sepertinya aku lapar. :D gomawoyo Oppa~ Saranghaeyo~ <3

Setelah mengirimkan pesannya, Hyunhee memasukan kembali ponselnya kedalam saku celana dan membereskan buku yang dibacanya tadi. Namun karena buku yang dibawanya terlalu banyak, jadi tak bisa semua masuk dalam tasnya dan dia terpaksa memegangnya dengan tangan seraya didekapkan didadanya.

Saat ini Hyunhee tengah di menunggu lampu merah di trotoar bersama dengan beberapa orang lainnya, yang tak dia kenal. Dia harus menyebrang untuk menyambangi kafe tempat pacarnya menunggu. Namun disaat detik-detik lampu hijau akan menyala, perhatian semua orang termasuk dirinya teralihkan oleh seorang pria yang berjalan di tengah jalan dengan sembrononya, tanpa memperhatikan dimana kakinya berpijak dan entah sudah berapa mobil yang meng –klakson agar dia segera menyingkir dari tengah jalan. Namun hingga kesekian kalinya mobil meng –klakson pria itu, belum juga ada seseorang yang menolongnya.

Hyunhee yang sedari tadi memperhatikan pria itu, dia merasa terganggu dengan aksi gilanya. Bukan lantaran memikirkan keselamatan pria itu semata, tapi juga pengguna jalan lainnya. Hanya dengan alasan itu, mendorong Hyunhee untuk membantu pria itu.

Dia menjatuhkan begitu saja buku yang sedang dia pegang dan berlari menghampiri pria itu. setelah diraih tangan pria itu, maka dia menariknya hingga ke tepi jalan. "AWAS!!" teriaknya juga.

Brukk ...

Hyunhee bersama pria itu jatuh terhempas di trotoar, mungkin dia terlalu kuat menarik dan juga kondisi dari pria itu tak cukup siap, akhirnya mereka berdua limbung dan jatuh ke trotoar.

"Kau bosan hidup, eoh?! Mau mati, begitu?!" teriak Hyunhee memarahi pria itu. Namun pria itu menjawabnya dengan deheman yang terdengar pilu. Hyunhee menghembuskan nafasnya kasar setelah mendengar jawaban singkat dari pria itu. "Neo ireumi mwoyeyo?"

"Sehun, Oh Sehun," jawab pria itu.

"Ouch ... kau mabuk rupanya." Hyunhee mengibas-ngibaskan tangannya ketika bau alkohol mulai menyeruak kedalam rongga hidungnya. "Sehun –ssi, aku tak tau apa masalahmu tapi tindakanmu jelas salah. Bukan hanya akan membahayakan dirimu, tapi juga orang lain," ucapnya dengan nada yang terdengar seperti sedang menasehati anak kecil.

"Mereka berdua mengkhiyanatiku," rancau pria bernama Sehun.

Hyunhee mengkerutkan keningnya, membuat ekspresi bingung dari raut wajahnya. "Siapa?" tanyanya penasaran.

My Possessive HusbandBaca cerita ini secara GRATIS!