Part 9 - A

450 32 0

Nyonya Oh baru saja dari luar dan kembali ke kamar rawat inap Sehun. Saat dia masuk, dia menemukan sebuah surat yang tergeletak di lantai, Nyonya Oh lantas membungkuk dan mengambilnya.

Sebuah surat tanpa nama dan alamat pengirim. Rasa penasaran membuatnya terdorong untuk mengetahui isi surat itu, maka Nyonya Oh membuka dan membaca surat tersebut.

Nyonya Oh tampak bingung saat membaca isi surat tersebut. Namun tak lama kemudian, raut wajahnya berubah. Ekspresi terkejut muncul dari wajahnya saat membaca kata terakhir yang terletak pada pojok kanan bawah surat tersebut, sebuah nama. '–Hyunji'.

Pada saat itu, seseorang masuk dan Nyonya Oh segera memasukkan surat yang dibacanya tadi kedalam saku bajunya.

°

°

Tidak seperti biasanya, hari masih –lah siang, tapi Chanyeol telah membereskan meja kerjanya dan lantas pergi meninggalkan ruangannya. Menggunakan mobilnya, Chanyeol mengemudi menuju ke suatu tempat. Sesampainya di tujuan, Chanyeol memarkirkan mobilnya. Saat ini dia tengah berdiri di depan sebuah gedung yang bertuliskan 'Agen Detektif Swasta' pada papan nama. Chanyeol berjalan masuk ke dalam gedung tersebut.

Sebenarnya polisi masih melakukan pemeriksaan dan pencarian atas kasus kecelakaan dan hilangnya Hyunji. Tapi Chanyeol tampaknya tidak sabar, dia merasa usaha yang di lakukan polisi hanya diam di tempat. Akhirnya dia memutuskan untuk menyewa detektif swasta.

Beberapa puluh menit Chanyeol berada di gedung tersebut, selanjutnya dia telah keluar dan kembali melajukan mobilnya, kali ini Chanyeol pergi ke rumah sakit untuk menjemput Hyunhee.

___ ___ ___

Chanyeol memegang gagang pintu dan hendak masuk, saat dia telah membuka pintu ruangan itu, Nyonya Oh sedang berdiri sembari memegang sebuah kertas.

"Annyeonghaseyo Eomeoni," ucap Chanyeol menyapa wanita paruh baya itu sembari membungkuk.

Nyonya Oh tampak terkejut karena kedatangan Chanyeol yang tiba-tiba, dia segera memasukkan kertas yang tadi tengah di pegangnya ke dalam saku bajunya. "Akh ... Chanyeol –ah, kau ingin menjemput Hyunhee?"

"Tidak, Eomeoni," jawab Chanyeol.

"Eoh ... Eomeoni kira kau akan menjemput Hyunhee. Tumben sekali, ini bahkan belum sore."

"Ya, kebetulan pekerjaan di kantor susah selesai. Jadi aku mampir sekalian menjenguk Sehun dan menjemput Hyunhee nanti, agar tidak bolak-balik," jelas Chanyeol.

"Ohh ... begitu. Hyunhee ada di dalam, bersama Sehun. Masuk saja."

Chanyeol melangkahkan kakinya memasuki kamar Sehun, perlahan suara dua orang itu mulai terdengar.

"Oppa, bagaimana bisa kau mengalami kecelakaan itu?" suara Hyunhee masih terdengar samar di telinga Chanyeol, dia kembali melanjutkan langkah kakinya.

Hening sejenak.

"Entahlah, aku tak terlalu ingat. Mungkin karena aku mengemudi dalam keadaan mabuk," jawab Sehun.

Chanyeol tak kembali melanjutkan langkah kakinya mendekati kedua orang tersebut, dia memilih bersembunyi di balik tirai sembari mendengarkan percakapan mereka.

"Saat aku tersadar, kau adalah orang pertama yang aku lihat, Hyunji –ya. Kenapa?"

Hyunhee tak tau harus merespon seperti apa, dia bungkam. Dia tahu persis bagaimana Sehun mengalami kecelakaan, bukan karena pria itu mengemudi saat mabuk. Namun yang jadi pertanyaannya adalah, apa yang terjadi setelah kecelakaan itu terjadi. "Cobalah untuk mengingatnya," desak Hyunhee pelan.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang