Part 25 - A

369 36 4

"Brengsek!" maki seorang pria setelah dia membanting ponselnya ke dinding.

Kim Jongin, beberapa saat lalu baru saja menghubungi Chanyeol untuk menanyakan tentang Hyunhee. Tapi sial, dia malah mendengar hal yang tak dia inginkan. –Sehun membawa Hyunhee pergi.

Rasanya dia ingin mencekik orang, entah itu Oh Sehun atau Kim Junmyeon –seseorang yang meneleponnya di saat tak tepat. Hyung –nya itu benar-benar tak perhatian. Akh ... terserah! Sekarang ponselnya sudah hancur berkeping-keping, jadi tak ada seseorang yang akan mengganggunya.

Jongin bolos kerja hari ini, dia mencari keberadaan Hyunhee. Dan sebelumnya dia telah menyuruh seseorang untuk mengecek titik keberadaan Hyunhee lewat ponsel gadis itu. Namun Dewi Fortuna sungguh tak berpihak kepadanya, sinyalnya hilang di Bandara Incheon dan artinya pria bernama Oh Sehun itu membawa Hyunhee pergi jauh.

Oh Sehun bukan lawan yang mudah, dia licik –pikir Jongin.

Sementara itu di tempat berbeda, sepasang insan tampak tertidur dengan berselimut di atas ranjang yang sudah awut-awutan. Hingga seorang gadis yang tidur di ranjang tersebut bangun –Hyunhee. Dia menyibakan selimut dan beranjak dari ranjang untuk menuju kamar mandi, namun selanjutnya dia terpaku lantaran hembusan angin menerpa kulitnya secara langsung. Refleks Hyunhee merengkuh tubuhnya dan detik selanjutnya dia merasakan bagaimana tangannya menyentuh permukaan kulit tubuh bagian atasnya. Hyunhee menunduk, dia melihat tubuhnya yang tak tertutupi.

Ya Tuhan ... apa yang terjadi pada pakaiannya? Bagaimana bisa menanggal dari tubuhnya?

Hyunhee berlari kembali menuju ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, namun dia tak kalah terkejut ketika menarik selimut yang saat itu juga sedang digunakan oleh seorang pria –Oh Sehun. Hyunhee langsung berjongkok seraya menangkupkan tangan di atas matanya, kondisi pria itu sama halnya dengan dirinya.

Batin Hyunhee berkecambuk seiring dengan air matanya yang luruh, dia memikirkan pria itu mungkin saja telah melakukan hal buruk padanya. Isakannya lolos, namun dia coba redam dengan membekap mulutnya sendiri. Hyunhee memilih berlalu ke kamar mandi setelah dia mengambil pakaian bersihnya.

-

Di dalam kamar mandi yang berukuran 3×4, Hyunhee memandang getir pantulan dirinya pada cermin. Dengan bercak-bercak pada tubuhnya, dia seperti sedang mengalami sakit kulit sehabis terkena gigitan serangga. Namun dia tahu benar, jika bukan seranggalah yang patut dia salahkan.

Hampir satu jam dia habiskan waktunya di dalam kamar mandi untuk berpikir, bagaimana dia bisa lepas dari pria itu dan kembali ke Korea? Hyunhee beranjak dari lantai kamar mandi dan meraih gagang pintu untuk keluar, dia berjalan mengendap-endap. Dilihatnya Sehun masih tertidur pulas, dia berjinjit menuju nakas yang terletak di sebelah ranjang untuk mengambil tas –nya dan melangkah keluar meninggalkan kamar resort.

Hyunhee menyambangi meja resepsionis, dua orang wanita berseragam duduk disana dan memberi salam padanya. Hyunhee lantas bertanya, mengenai tanggal check out atas nama Oh Sehun –empat hari lagi– Hyunhee tertunduk lemas mendengar jawaban resepsionis tersebut. Sungguh dia tak dapat menunggu lebih lama lagi dengan bersama pria itu, setelah perlakuan buruk yang di dapatnya.

Hyunhee kemudian meminta agar di pinjamkan telepon, dia hendak menghubungi sang kekasih. Namun nihil, tak ada jawaban. Ingin rasanya dia menjerit dengan menderaikan air mata, tapi logikanya tak mengijinkan. Kali ini dia mencoba menghubungi Kyungsoo –asisten dari Jongin.

Terhubung! Hyunhee meminta Kyungsoo untuk mengabari Jongin mengenai keberadaannya di Maladewa, termasuk keinginannya untuk segera kembali ke Korea. Tak lupa juga dia mengingatkan agar tak menghubungi keluarganya atau ponselnya –yang saat ini disita Sehun.

Setelah berhasil memberi kabar, Hyunhee kembali bergerak. Berbekal informasi yang dia dapatkan dari resepsionis, Hyunhee pergi meninggalkan resort tersebut. Tujuan pertamanya adalah mendatangi money changer, dia perlu uang tunai. Beruntung dompetnya tak disita juga oleh pria itu.

Selanjutnya dia beralih menuju pusat perbelanjaan, membeli ponsel dan pakaian yang layak untuknya saat ini –guna menutupi bekas tanda di lehernya. Dia lelah berjalan dengan tertunduk sembari memegangi lehernya seperti orang sakit tenggorokan. Setelah keperluannya terpenuhi dan dia telah berganti pakaian, kini Hyunhee terdiam duduk di bangku panjang yang tersedia di lobby pusat perbelanjaan tersebut. Berpikir apa yang akan dia lakukan selanjutnya, kembali ke resort atau tetap dalam pelariannya saat ini.

Tapi apapun yang akan dia lakukan tampaknya sama, beresiko. Kembali ke resort, maka dia akan bertemu Sehun dan jika dia tetap pergi, pria itu akan mencurigai ketidak beradaannya–mencarinya–menemukannya lalu semakin mengekangnya. Tidak! Dia sudah cukup tertekan saat ini, meskipun di tempat seindah Maladewa.

Hyunhee beranjak dari duduk, membulatkan tekad untuk kembali dan menghadapi Oh Sehun. Tak masalah dia hanya perlu sehari ini bersama pria itu, sebelum dapat bebas. Rencana pelariannya untuk melepaskan diri dari Oh Sehun harus berhasil.

Namun tekadnya tak seteguh yang dia bayangkan, terlebih saat dia melihat sosok pria yang berdiri di hadapannya –Oh Sehun– menemukannya. Tubuh Hyunhee menegang, jantungnya berpacu dan lidahnya kelu.

"Hyunji –ya, sedang apa kau disini?" tanya pria itu dengan raut wajah cemas sembari mendekat padanya.

Hyunhee tak menjawab. Demi apapun, dia seperti mati rasa. Keterkejutan yang diliputi rasa sakit dan amarah.

"Kita kembali ke resort, ada yang perlu aku bicarakan."

Tangan Sehun bergerak hendak merengkuh tubuh Hyunhee, tapi 'gadis' itu segera mendorongnya dan menjauh. Seakan sadar akan kesalah yang telah dia perbuat, Sehun tak memaksa. Akhirnya Hyunhee ikut dengan perasaan kacau.

[TBC]

Apa yang hendak Sehun bicarakan dengan Hyunhee?

Berhasilkan rencana pelariannya?

VOTE & COMMENTS chingudeul~

See you next chapter

XOXO

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang