Part 11 - A (2)

392 34 2


̥

Saat ini Hyunhee sedang duduk di dalam sebuah restoran sembari nunggu Sehun yang tengah memesan makanan, dan beberapa saat kemudian Sehun kembali dengan nampan berisi sejumlah makanan juga minuman. Sehun menyerahkan sepiring salad dan sebotol air mineral ke hadapan gadis itu, sementara untuk dirinya ada sebuah Hamburger ukuran besar dan kentang goreng serta minuman bersoda.

Hyunhee menatap kearah piringnya sejenak, sebelum akhirnya dia melirik kearah piring milik Sehun. "Kenapa aku makan ini, sementara kau makan itu?" Hyunhee melayangkan protesnya.

"Kau itu harus menjaga makananmu agar memiliki bentuk tubuh ideal, bukankah kau selalu bilang begitu?" ucap Sehun.

Hyunhee diam, dia berpikir sejenak. Dia lupa kalau saat ini dirinya telah berpura-pura menjadi kembarannya yang berprofesi sebagai model dan menjaga bentuk tubuh ideal adalah sudah keharusan. Tapi tunggu sebentar, bukankah terakhir kali Hyunji itu sudah berhenti menjadi model. "Aku tidak harus melakukannya lagi, bukankah aku sudah berhenti menjadi model?"

Sehun menatap gadis di hadapannya, seakan mencari sesuatu. "Jadi kau serius, saat bilang akan berhenti dari modeling?"

Hyunhee terlihat ragu "Emm ... ya."

Sehun yang semula duduk dengan tegak, kini dia tampak merosot dengan bersandar pada kursi. "Kenapa?"

Hyunhee kembali diam saat Sehun mengajukkan pertanyaan lagi. "Hanya ingin mencoba hal baru," jawab Hyunhee sekenanya.

"Baiklah ... jika itu maumu. Aku tidak akan memaksa atau menghalangimu, karena aku tak ingin terlibat pertengkaran lagi denganmu," jawab Sehun seakan pasrah.

Hyunhee menghembuskan nafasnya lega, tak disangka Sehun menerima alasannya begitu saja. Tapi biar bagaimanapun Hyunhee sangat bersyukur, dia tak perlu menjalani hal yang bukan dirinya atau membatasi makannya lantaran menjadi model.

Sehun hendak menyuapkan roti isi itu kedalam mulutnya, sebelum akhirnya sebuah tangan menahannya. Matanya menatap kearah pemilik tangan tersebut.

"Kau tidak boleh makan ini, ingat kau baru saja keluar dari rumah sakit. Kau harus menjaga makananmu," ucap Hyunhee. Dia mengambil Hamburger ditangan Sehun dan menaruhnya kembali di piring, lalu dia menggeser piring dengan hamburger itu dan menggantinya dengan piring berisi salad. "Ini kurang baik untuk kesehatan."

Sehun menatap piring dihadapannya saat ini yang telah berganti, dan berkata. "Baiklah," dengan tersenyum. "Terima kasih," sambungnya.

"Untuk apa?" tanya Hyunhee bingung.

"Telah menjadi kekasih yang baik untukku. Dan mulai sekarang, aku juga akan menjadi kekasih yang baik untukmu. Ku harap setelah ini tak ada lagi pertengkaran di antara kita," ucap Sehun terdengar tulus.

"Ku mohon jangan salah paham, aku baik padamu hanya karena rasa kemanusiaan," ujar Hyunhee berkata jujur.

"Benarkah? Ini bukan seperti kau sedang menunjukkan rasa cintamu dengan memberi perhatian juga menjagaku saat ini?" Lagi, Sehun kembali menggoda gadis di hadapannya.

"Makan, makananmu." Hyunhee berucap dengan dinginnya, dia tak ingin meladeni ocehan Sehun lagi.

Beberapa saat lalu mereka telah menyelesaikan makannya, dan saat ini Hyunhee sedang duduk sendiri sembari menunggu Sehun yang sedang ke toilet. Melalui kaca restoran yang transparan, dia melihat keluar. Dilihatnya ada beberapa orang anak yang tengah berkumpul mengerubingi orang yang berpakaian dengan kostum badut, Hyunhee berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri mereka lantaran dia tertarik, sisi anak kecilnya tiba-tiba muncul.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang