Part 23 - A

296 29 6

Maaf banget aku lama update –nya, aku belum bisa bagi waktu untuk nulis dan sedang banyak pikiran –jadi ide gak jalan. Karena itu, tolong kerja samanya juga dari kalian. Sekiranya tulisan aku layak untuk dinikmati, tolong di apresiasi. Terkadang kurang semangat dan dukungan juga buat penulis jadi moody.

Tiap penulis di wattpad keinginannya sama dan gak banyak, just one click to VOTE –setelah kalian baca sekian paragraf cerita kami (kalau kalian susah buat kasih komen). Apa itu masih susah?

Bukan saya maksa atau gak ikhlas. Cuman tolong saling menghargai.

Oke sekian, itu aja dari aku. Maaf kalo ada yang menyinggung. Terima kasih atas perhatiannya.

Tolong jangan ada baper atau sensi diantara kita, ya~ :P

*pada part ini menggunakan alur mundur, tepatnya saat Jongin baru kembali ke Korea.

>>>

Incheon Airport – 04.00 KST

Seorang pria berkulit tan bersama seorang pria bermata bulat baru saja keluar dari gerbang ke datangan luar negeri. Akhirnya mereka dapat menginjakan kaki di tanah kelahirannya.

"Senang sekali bisa pulang," ucap pria berkulit tan sembari meregangkan tangannya dan menghirup dalam oksigen. "Akh ... udaranya segar sekali, benarkan Hyung?" tanyanya pada pria bermata bulat yang berdiri di belakangnya –Kyungsoo.

Matanya membalas dengan tatapan sinis pada lawan bicaranya. "Ini dingin, bodoh!" umpatnya. Kyungsoo masih kesal pada pria itu –Kim Jongin– lantaran menyeretnya untuk kembali ke Korea setelah dia memberi tahu kabar dari atasannya –Kim Junmyeon– kalau mereka dapat pulang. Tak tanggung-tanggung, Jongin langsung memesan tiket pulang pada hari itu juga, bahkan mereka tak mengemas barang ataupun berganti baju, alhasil hanya baju kantor yang melekat dan oleh-oleh yang mereka beli di Bandara Internasional London Heathrow yang terbawa. Keterlaluan!

"Ahh ... Hyung, kan bisa pakai jasa pengiriman barang," balas Jongin enteng. "Tenang, aku yang akan tanggung biaya kirimnya."

"Terserah."

Jongin dan Kyungsoo menaiki taksi terpisah untuk sampai ke kediaman mereka masing-masing.

Jongin berdiri di depan pintu rumahnya, tangan kanannya terangkat untuk memencet bel sementara tangan kirinya memegang beberapa paper bag yang berisi oleh-oleh. Hingga beberapa menit dia menunggu seseorang untuk membukakannya pintu, salahnya yang datang tanpa mengabari karena ingin memberi kejutan dan juga saat orang-orang masih terlelap. Jongin mendongak dan tersenyum saat seorang pria berdiri di hadapannya –Junmyeon.

"Hyung!" panggilnya dan memeluk kakak laki-lakinya itu.

Sementara Junmyeon masih tampak terkejut namun dia selanjutnya tetap membalas pelukan sang Adik. "Kau benar-benar segera kembali?" tanyanya setelah pelukan mereka terlepas.

Jongin menunjukan deretan giginya. "Oleh-oleh untukmu dan Noona." Jongin memberikan sebuah paper bag.

Junmyeon melihat ke dalam paper bag, ada sebuah kotak yang berisi Wine dan beberapa kotak Coklat dan Cookies. "Hanya ini? Mana Wine –nya cuman sebotol. Pelit!"

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang