Part 23 - B

282 28 18

VOTE before READ. 

>>>

Sesuai dengan janji mereka beberapa waktu lalu, hari ini Jongin dan Hyunhee akan pergi ke taman hiburan. Jongin senang melihat Hyunhee dapat menikmati waktu kebersamaan mereka, bahkan gadis itu enggan beranjak ketika dia mengajaknya pulang. Meskipun begitu, sempat tertangkap oleh Jongin, Hyunhee yang sedang melamun. Terutama saat mereka menunggu lampu merah di dekat gedung perpustakaan, Hyunhee yang tiba-tiba meminta maaf tanpa alasan dan berkata dia telah mengkhianatinya –hal tersebut sangat mengusik Jongin.

Akhirnya Hyunhee menceritakan segalanya, hal menyakitkan yang tak ingin dia percayai. Sejenak Jongin termenung dalam amarah yang coba dia redam sembari dia mencerna maksud perkataan Hyunhee dan kembali menata hatinya. Terlepas dari semua rasa sakit dan amarah, Jongin menyadari jika cintanya pada gadis itu amat besar dan dia tak ingin kehilangan sosok Hyunhee sebagai kekasihnya.

Jongin meraih wajah Hyunhee dan menangkupkan tangannya disana, memandang lekat kearah manik mata gadis itu. Namun gadis itu menundukan kembali kepalanya, Jongin tau apa yang ada dipikiran Hyunhee saat ini. Jelas gadis itu merasa bersalah, tapi dia tak ingin rasa bersalah Hyunhee membuat mereka harus berpisah. Jongin ingin Hyunhee percaya padanya, jika dia tak akan meninggalkannya lantaran masalah ini. Sebuah ciuman Jongin berikan untuk menyalurkan rasa percaya dan cintanya pada Hyunhee, dalam dan penuh ketulusan.

Maaf, dia juga harus minta maaf pada gadis itu karena dia pernah berburuk sangka dan meragukan cinta gadis itu, bahkan pernah terbesit di benaknya untuk pergi. Tapi setelah semua penjelasan dan keterbukaan gadis itu, Jongin berterima kasih lantaran dia mengetahui jika Hyunhee masih mencintainya. Dan ini saatnya dia untuk merebut kembali apa yang seharusnya telah menjadi miliknya –Park Hyunhee.

"Kita pulang sekarang?" tanya Jongin. Hyunhee mengangguk pelan.

Hari beranjak malam, mobil silver milik Jongin memasuki kediaman Keluarga Park, setelahnya dia tampak keluar dan membukakan pintu sebelahnya untuk Hyunhee.

"Terima kasih, Oppa," ucap Hyunhee kini dengan senyumnya.

"Ya ... masuklah, ini sudah malam," ucap Jongin dan mengusap puncak kepala Hyunhee.

Tiba-tiba tubuh Jongin terhuyung hingga menabrak badan mobil, lantaran Hyunhee memeluknya. Jongin membalas pelukan gadisnya. Namun samar-samar Jongin merasakan basah yang menembus kemejanya hingga menyentuh permukaan kulit dadanya, pastilah Hyunhee sedang menangis kali ini. Jongin mendorong tubuh Hyunhee pelan untuk melepaskan pelukan mereka, tapi gadis itu semakin memeluknya erat sembari menggelengkan kepalanya di dada Jongin.

"Uljima Chagi –ya," ucap Jongin lirih.

Kali ini Jongin merasakan anggukan pelan dan perlahan pelukan mereka melonggar seiring datangnya suara deru mobil juga sorot lampu yang merpa mereka. Baik Jongin maupun Hyunhee, mereka mengangkat tangan hingga sebatas alis untuk menghalangi silau cahaya.

Sebuah mobil hitam SUV berhenti di depan mereka dan selanjutnya terdengar suara dentuman pintu menutup yang keras, hingga mereka dapat melihat sosok seorang pria yang berdiri di hadapan mereka dengan tatapan yang memancarkan kemarahan –Oh Sehun.

Kedatangan Sehun layaknya alarm tanda bahaya bagi Jongin, lantas saja dia membawa Hyunhee untuk berdiri di belakang dirinya sembari tak melepaskan genggamannya. Namun hal tersebut semakin menambah murka Sehun, belum lagi saat dia melihat istrinya sama sekali tak beranjak dari sosok pria lain.

"Siapa kau berani berbuat macam-macam pada istri –ku?!" sentak Sehun.

"Siapa yang kau panggil istri? Dia kekasihku," balas Jongin tak ketinggalan senyum tipisnya yang terlihat mengejek.

"Brengsek kau!!" maki Sehun sembari berjalan menghampiri Jongin. Lalu tangannya meraih lengan Hyunhee. "Kemari Hyunji –ya, kita pulang."

Lagi, Jongin tak henti-hentinya memancing amarah Sehun. Jongin menahan Hyunhee untuk tak beranjak dengan merengkuh pinggang gadis itu.

"Tuan ... siapa yang kau panggil Hyunji? Lagi-lagi kau salah mengenali orang." Jongin menghempaskan cengkraman tangan Sehun dari lengan Hyunhee. "Haruskan kukenalkan? Dia kekasihku, Park Hyunhee."

"Berhenti bicara omong kosong, pergilah kau keparat!!" Sehun yang sudah habis kesabaran, dia melayangkan bogem mentah pada Jongin.

Jongin yang terkena tinju di wajahnya jatuh tersungkur di tanah, tapi dia segera bangun dan membalas. Dan kini Hyunhee menyaksikan aksi saling serang antara Jongin dan Sehun. Dirinya tak tau harus berbuat apa, melerai kedua pria itu sama saja mencari celaka. Akhirnya Hyunhee berlari masuk ke rumah dengan tujuan memanggil bantuan.

Hyunhee bersama Ayah dan Chanyeol menuju halaman, dimana Sehun dan Jongin berkelahi.

"Berhenti kalian!" teriak Tuan Park dan di susul semprotan air oleh Chanyeol.

"Sudah Oppa," pinta Hyunhee. Chanyeol mematikan keran airnya.

"Pulang! Jangan membuat keributan di rumahku!" sentak Tuan Park lagi pada Jongin dan Sehun.

"Maafkan saya, Abeoji," ucap Sehun lebih dulu. Lalu dia menghampiri Hyunhee yang berdiri di sebelah Chanyeol. "Hyunji –ya, ayo kita pulang."

"Tidak, dia tetap disini," jawab Chanyeol.

"Tapi Hyung __," sanggah Sehun namun Tuan Park menginstrupsinya untuk tidak membantah.

"Kau juga pulang, Jongin –ah," ucap Tuan Park.

"Ya, Abeoji. Dan tolong maafkan sikapku barusan." Jongin membungkuk.

Sepeninggalan Keluarga Park, Jongin berniat untuk kembali. Namun saat hendak meraih gagang pintu mobilnya, tangannya dicekal oleh Sehun. "Urusan kita belum selesai," ucap Sehun tajam.

Jongin menepis tangan Sehun. "Berhentilah keras kepala dan bersikap bodoh dengan berpura-pura tak mengenalinya! Sebenarnya siapa yang hendak kau tipu?" balas Jongin dingin.

"Apa maksudmu, siapa menipu siapa?" sungut Sehun.

"Kau!" tunjuk Jongin pada Sehun. "Kau yang bahkan tak dapat membedakannya dengan kembarannya, bagaimana bisa mengaku jika dia milikmu?"

"Tentu saja dia milikku, aku ini suaminya. Jadi kau yang mengaku pacarnya, pergilah. Kau hanya masa lalunya."

"Kau yang mengaku sebagai suaminya, tau apa tentang dirinya?" sanggah Jongin. "Hyunhee __," Jongin menjeda. "Dia punya bekas luka di pinggang sebelah kirinya," sambungnya. "Kalau kau menemukan luka itu, segera lepaskan dia," tekan Jongin lalu meninggalkan Sehun.

°°°

[TBC]

Bekas luka yang di maksud Jongin, masih adakah pada diri Hyunhee? Jika ya, akankah Sehun dengan mudah melepaskannya? Atau sebaliknya, mampukah Jongin merelakan Hyunhee?

#timJongin - #timSehun >> kalian yang mana?

°

COMMENT after READ.

See you next chapter

#XOXO    

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang