Part 26 - A

352 34 6

Sudah beberapa hari Hyunhee tinggal di kediaman Keluarga Kim, tentunya hal itu membawa kesenangan bagi sepasang kekasih itu –Jongin dan Hyunhee. Bagaimana tidak, ketika pagi mereka hendak sarapan maka mereka akan bertemu. Lalu saat Jongin pulang, Hyunhee menyambut kekasihnya itu dan kemudian menghabiskan waktu bersama sampai jam tidur tiba.

Dan hingga saat ini pun tak ada seseorang yang mengusik mereka, mungkin belum –sebut saja Oh Sehun. Tampaknya pria itu belum mengetahui keberadaan Hyunhee ataupun terpikirkan jika Hyunhee ada bersama Jongin. Ya, semoga saja Sehun tak pernah menemukan Hyunhee.

Namun hari ini, saat jam makan siang Jongin mendapat panggilan dari Park Chanyeol. Sudah dapat dia tebak tujuan dari pria itu meneleponnya, sayang Jongin tak dapat mengabaikannya mengingat pria itu nantinya akan menjadi Kakak Iparnya.

"Ada apa, Hyung? Aku sedang makan siang," jawabnya terdengar malas.

"Hyunhee bersamamu, bukan?" tanya Chanyeol to the point.

Jongin mendengus. "Bukannya Hyung bilang Hyunhee dibawa pergi oleh pria itu, aku juga bertanya sebelumnya? Kenapa sekarang Hyung tanya padaku? Tanya padanya!" balas Jongin sengit. "Jangan bilang pria itu tak becus menjaga Hyunhee? Ch!"

"Ya ... Hyunhee tak ada bersama Sehun, entah di mana anak itu. Belum juga Hyunji ditemukan, kini Hyunhee juga demikian," erang Chanyeol frustrasi. "Jongin –ah ... aku mohon padamu, jika kau tau keberadaan Hyunhee. Tolong katakan, Iya," pinta Chanyeol. "Kami cemas, Jongin –ah."

Terdengar helaan nafas dari Jongin, sepertinya dia tak dapat terus merahasiakannya dari Chanyeol hyung. "Ya, Hyunhee ada bersamaku," akunya.

"Ya Tuhan ... Kim Jongin, kau benar-benar!" sentak Chanyeol yang dapat memekakan telinga. "Bawa kembali Hyunhee!"

"Tidak! Tidak akan pernah!"

"Jangan membantah, kau hanya akan mendatangkan masalah lainnya!" seru Chanyeol.

"Tidakah Hyung sadar sudah membuat Hyunhee menderita?!"

"Itu kami lakukan karena terpaksa, nyawa seseorang menjadi taruhannya."

"Siapa? Pria tak waras itu?" olok Jongin.

"Ya. Silakan kau bilang Sehun tak waras, tapi dia hanya terlalu mencintai dan tak siap kehilangan," jelas Chanyeol.

"Lantas karena dia, kalian menggadaikan kebahagiaan Hyunhee?!" tuduh Jongin tajam. "Tak akan kubiarkan, meskipun kalian keluarganya. Demi Tuhan, dia gadis yang sangat kucintai!" tekan Jongin lalu memutuskan sambungan teleponnya pada Chanyeol.

Jongin terlihat sedang mengatur nafasnya yang memburu, dia sungguh tak terpikir akan meluapkan emosi pada Kakak dari kekasihnya, bodoh! Namun pada akhirnya hanya tawa hambar yang terdengar. Ahh~ sekarang posisinya tak lagi aman sebagai calon menantu yang baik di keluarga calon mertuanya.

Oh Sehun keparat! Pria sakit jiwa itu hanya modal nekad saja untuk mendapatkan gadisnya. Padahal dirinya yang susah payah menunggu untuk dapat melamar Hyunhee.

Jongin memijit kepalanya yang terasa berdenyut. Dan sialnya, dering ponsel kembali mengganggunya. Sebuah panggilan dari nomor tak di kenal.

"Yeoboseyo," jawab Jongin seiring dengan perubahan raut wajahnya yang tampak mengeras.

Panjang umur, si keparat Oh Sehun yang meneleponnya. Dan jangan bilang, jika Chanyeol hyung memberitahunya.

Jongin lantas saja memutuskan panggilan tanpa membiarkan waktu terbuang hanya untuk meladeni pembicaraan Sehun. Namun belum lama setelah panggilannya yang terakhir, ponselnya kembali berdering.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang