Part 14 - B (2)

471 38 16



Warning
!!

Jomblo jangan baper – kalau ga kuat skip aja. Aku gak tanggung urusan bila muncul gejala-gejala, seperti 'mupeng' dan imajinasi berlebih yang terkesan 'liar'. Dimohon kebijakan dan kesadaran sendiri dari pembaca. Terimakasih. :P

<< Chapter sebelumnya

Chanyeol masuk ke kamar Hyunhee dan mengatakan agar gadis itu segera bersiap untuk acara pernikahannya.

"Oppa, bawa aku pergi," ucap Hyunhee memohon.

Chanyeol mengabaikan Hyunhee, selanjutnya dia hilang di balik pintu. Namun diluar kamar Hyunhee, pria itu tengah menyalahkan dirinya sendiri.

Sebuah pintu di buka, menampakan seorang gadis dengan balutan gaun putih. Gadis itu berjalan melewati pintu tadi bersama seorang pria paruh baya yang kini menggandeng tangannya disalah satu sikunya. Mereka melangkah pelan berjalan di atas karpet berwarna merah, beberapa pasang mata ikut menyaksikan mereka, termasuk seorang pria yang berdiri di ujung karpet merah dengan Tuxedo.

Mereka berhenti ketika sampai pada pria ber –tuxedo itu dan disambut dengan senyum olehnya. Selanjutnya, sang pria paruh baya tadi menyulurkan tangannya bersamaan dengan tangan gadis tadi.

"Tolong jaga putriku, Sehun –ah," ucap pria paruh baya itu.

Tangan pria ber –tuxedo yang tak lain adalah Sehun, dia menyambut uluran tangan dari Tuan Park dan selanjutnya meraih tangan gadis yang berdiri di sampingnya. "Ya, tentu saja Abeoji," jawab Sehun mantap.

Singkat cerita, acara pemberkatan baru saja selesai beberapa saat lalu. Kini Sehun dengan gadis yang berdiri di sampingnya telah menjadi pasangan suami istri, meskipun hanya secara adat dan tidak dicatat secara resmi di departemen pencatatan negara. Itu adalah permintaan gadis itu, sudah dikatakan jika gadis itu masih memiliki keraguan terhadap pria yang kini berstatus suaminya. Dan itu juga mempermudah baginya saat akan membatalkan pernikahan dengan pria itu, suatu hari nanti.

Ramai riuh dari sorakan tamu undangan yang terus meneriakan agar kedua pasangan pengantin itu untuk saling berciuman. Itu memang momen yang biasa terjadi dan itulah yang terjadi saat ini.

Dengan salah satu tangannya Sehun manarik pinggang gadis di hadapannya, sementara tangan yang lain memegang tengkuk gadis itu. Perlahan tapi pasti, jarak mereka semakin terpangkas. Sehun tampak memiringkan wajahnya, sebelum akhirnya mendaratkan ciumannya di bibir milik gadis yang saat ini menjadi istrinya. Dan tampaknya Sehun menikmati itu, cukup lama dia manautkan bibir mereka hingga sepertinya dia merasa bosan dan mulai bertingkah lebih karena tak kunjung mendapat sambutan dari gadis tersebut. Maka Sehun mulai menyesap bibir gadis itu, hingga selanjutnya dia mulai merasakan sakit di bagian pinggangnya, tapi Sehun tak memperdulikan itu. Sepertinya rasa manis yang dia rasakan dibibir telah mengalahkan rasa nyeri di pinggangnya akibat ulah tangan seseorang yang sangat dia ketahui milik siapa itu. Seakan tak mau kalah, Sehun membalas rasa sakit di pinggangnya dengan mengigit bibir milik orang tersebut dan terbukalah akses langsung bagi Sehun untuk menjelajah lebih dalam. Baru setelah dia merasakan pinggangnya terpelintir, Sehun melepaskan tautannya.

Sehun meringis sembari menatap wajah gadis tersebut, sebuah tatapan garang di terimanya. "Maaf, bibirmu sangat manis, rasanya aku seperti mengemut permen," ucap Sehun seakan tak merasa bersalah sedikitpun, setelahnya dia menyuguhkan senyuman pada gadis itu. Namun dia diabaikan lantaran gadis itu langsung buang muka padanya.

°

°

°

Gadis berbalut gaun putih yang tak lain adalah sang pengantin wanita, dia mendudukan dirinya di bantalan empuk sofa setelah sederet panjang kegiatan yang dia lakukan hari ini, yang terakhir adalah dia melakukan sesi foto pernikahan mulai dari dengan pasangannya, keluarga dan tamu undangan. Meskipun tamu yang datang hanya sedikit, yaitu keluarga kedua belah pihak pasangan pengantin dan beberapa rekan juga sahabat, tapi setidaknya itu cukup menguras tenaganya.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang