Part 28 - A

149 24 5

Di sebuah ruangan yang terlihat sama dengan ruangan sebelumnya, namun di tempat berbeda –duduk dua orang dalam diam selama beberapa waktu berlangsung.

"Jadi apa yang ingin kau bicarakan, Hyunji –ya?" sang pria bertanya lebih dulu pada wanita di sebelahnya yang tampak gusar sembari memainkan jemari.

"Sesulit itukan bagimu untuk melihat perbedaan kami hingga tak dapat memanggil namaku dengan benar?" Tak dapat ditolong lagi, suara Hyunhee yang bergetar terdengar sangat jelas, bahkan dia sendiri menyadarinya. Sehun yang masih bungkam, membuat Hyunhee untuk kembali bicara. "NAMAKU PARK HYUNHEE!!" akunya dengan lantang dan penuh penekanan.

Sepasang pupil Sehun melebar, entah itu karena nada tinggi sang gadis atau karena kalimat yang baru saja di dengarnya –mungkin keduanya. Sehun segera menguasai ekspresi terkejutnya, namun juga tidak tampak lebih baik.

"Aku tak tau harus mulai dari mana, tapi pertama aku ingin meminta maaf padamu, kau pasti merasa sakit telah dibohongi." Ada keputus-asaan dalam tiap kata yang terucap oleh Hyunhee. "Bukan sengaja aku melakukannya, ataupun memanfaatkan kondisimu yang tak stabil setelah sadar dari kecelakaan. Kau sendiri tau, bagaimana aku berusaha menjauhimu kala itu, sementara kau menarikku begitu keras."

Ucapan Hyunhee bagai kaset kusut yang berputar di pikiran Sehun dan menayangkan kembali kejadian setelah dia membuka matanya dan melihat seorang gadis yang dia panggil 'Hyunji', tanpa membiarkan gadis itu mengoreksi namanya.

"Apa yang harus aku perbuat pada seorang pria yang baru selamat dari masa kritisnya, sedangkan kekasih yang dia damba tak ada ... dan entah di mana keberadaannya –saat itu?!" air mata Hyunhee luruh seiring perasaan sesak yang terus menggerus jiwanya. "Terlebih ada seorang Ibu yang memohon padaku, demi kelangsungan hidup anak semata wayangnya."

Setelah semua kilas balik di pikirannya, Sehun menyadari kesalahan yang telah dia perbuat, betapa dia telah banyak menyakiti gadis itu dan dia sungguh tak menyangka jika Ibunya sangat terlibat. Sehun mengusap kasar wajahnya, gerakannya menunjukkan betapa frustrasi dan terkejutnya dia. Namun dia segera menguasai emosinya, berbalik menghadap gadis di sebelahnya. "Hyun –." Belum sempat dia bicara, gadis itu sudah beranjak dari duduknya.

"Sehun –ssi," panggil Hyunhee dengan suara bergetarnya. "Sekarang kau bisa kembali bersama Hyunji, aku harap kau bisa membahagiakannya. Tapi ... pertama-tama, kau harus perbaiki sikapmu itu yang posesif. Kau tau, itu sangat tidak nyaman. Terlebih bagi Hyunji dia tidak suka di kekang, kau bisa bukan?"

Sehun menatap lurus kearah gadis itu, dia melihat tatapan teduh dan menenangkan, tapi entah mengapa ... itu malah menusuk dan menimbulkan rasa sakit di hatinya.

"Maaf baru mengatakannya saat ini, aku sama sekali tidak ada maksud membohongimu. Dan mengenai pernikahan kita." Hyunhee menjeda ucapannya, lalu senyum kecil. "Tentu kita harus berpisah, bukan? Dan terima kasih sudah menjaga dan menunjukkan rasa cinta padaku, tapi aku bukan orang yang tepat menerima hal itu darimu. Kita memiliki seseorang yang kita cintai. "

Hyunhee melepaskan cincin yang tersemat di jari manisnya dan meletakkannya di atas meja. "Hyunji ada di kamar sebelah, temui dia. Semoga hubungan kalian berjalan baik setelah ini, dan ... aku pergi," pamitnya.

Saat Hyunhee pergi, Sehun masih termenung di tempat. Memikirkan apa yang telah terjadi belakangan ini, bersama gadis itu dan akhirnya dia pergi. Entah mengapa Sehun merasa kehilangan, sepertinya ada yang salah dari dirinya. Sehun beranjak dari duduk, dia kembali keruangan sebelah.

Namun dia mendapati unit tersebut kosong, Sehun beralih menuju kamar dan dia melihat seorang gadis –yang terlihat sama seperti gadis yang baru saja meninggalkannya– sedang duduk di ranjang sembari memainkan ponsel.

"Hyunhee –ya, kau minum lama sekali. Apa kau menghabiskan segalon air?" seloroh gadis itu.

Sehun mendekati gadis itu hingga ke sisi ranjang, "Hyun ... Hyunji –ya," panggilnya.

Gadis yang dipanggil Hyunji itu, menurunkan ponselnya dan menoleh. "Se ... Sehun oppa."

Sehun memejamkan matanya, mencoba merepasi suara sang gadis yang menyebut namanya, memorinya berputar untuk mengingat nada dan intonasi itu –yang lama tak dia dengar.

"Mianhaeyo Hyunji –ya," ucapnya lirih bersamaan dengan eratnya dekapan dia pada gadis itu.

"Ya~ Oppa ... Kau kenapa?" Hyunji mendorong tubuh Sehun agar melepaskan pelukan yang terasa menyesakan baginya.

Sehun masih saja merancaukan kata maaf berulang kali, hingga sosok gadis di hadapannya itu jengah. Hyunji lantas meraih bantal dan memukulkannya ke wajah Sehun.

"Ne! Kau memang salah, sangat salah! Mau gila rasanya aku! Bagaimana bisa kau dan ... dan Hyunhee. Aish ... jinjja jajeungna! Oh Sehun ... sadarlah kau, bodoh!" pungkasnya dan menyentakan pukulan yang lebih keras.

Namun Sehun lebih dulu menahan tangan Hyunji, sebelum bantal di tangan gadis itu kembali mendarat di wajahnya. "Keumanhae, Hyunji –ya! Aku tahu kalau aku salah, makanya aku minta maaf padamu. Apakah kau tuli?!" erang Sehun sama frustrasinya.

"Ke ... keunde Oppa, kenapa kau sangat bodoh!! Apa kau benar-benar mencintaiku, eoh?!" Kekecewaan tak dapat lagi dia sembunyikan, seiring luruhnya air mata Hyunji.

Sehun terpaku menatap titik demi titik air mata yang mengalir membasahi pipi dari sang gadis dan menariknya dalam rengkuhan, sementara Hyunji yang seperti sudah cukup lelah, dia tak menolak dan membiarkan hangat suhu tubuh pria yang (diam-diam) dia rindukan itu mendekapnya erat. Ya, dia membiarkannya kali ini, hanya kali ini saja –mungkin.

Namun di dalam pikirannya, bayangan sosok kembarannya selalu berkecambuk. Memikirkan bagaimana Hyunhee hidup bersama Sehun dan apakah hubungannya dengan Jongin sendiri berjalan baik? Sebab dia tau betul tabiat dan temperamen Sehun, termasuk sikap posesif pria itu. Ahhh ... kepala Hyunji semakin berdenyut ketika kembali teringat sebuah ancaman.

[TBC]

Ancaman seperti apa yang Hyunji terima? Dan dari siapa?

Hai, see you again~ Do you miss me? Hohoho ...

Maafkan daku baru nongol lagi, writer block itu sangat parah, kubuntu hanya untuk membuat beberapa kalimat.

Mianhaeyo ...

See you next chapter

#XOXO

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang