Part 14 - A (1)

426 33 8


Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, hari ini Sehun diijinkan pulang. Bersama kedua orang tuanya dan Xiumin, dia diantar pulang ke apartemennya.

"Sehun –ah, kau yakin tidak mau tinggal di rumah? Eomma sangat khawatir padamu," ucap Nyonya Oh pada anaknya. Tapi Sehun hanya diam sembari berjalan menuju ranjangnya. "Baiklah, kau istirahat. Kami pulang," sambung Nyonya Oh.

Sesaat setelah mereka keluar dari kamar Sehun.

"Xiumin –ah, boleh Eomeoni minta tolong padamu?" ucap Nyonya Oh.

"Ya, silakan katakan saja Eomeoni," jawab Xiumin.

"Bisakah kau tinggal disini, menemani Sehun. Eomeoni sangat khawatir, takut dia berbuat macam-macam dan membahayakan dirinya."

Xiumin diam, dia tampak ragu.

"Xiumin –ah, kau bilang kalau Sehun sudah seperti adik bagimu. Tidak bisakah kau menjaganya kali ini," desak Nyonya Oh.

"Yeobo, aku yakin Xiumin bukannya tak mau. Tapi dia –kan juga punya keluarga yang harus diurus. Mengertilah," ucap Tuan Oh.

"Kalau begitu kita saja yang tinggal disini," pinta Nyonya Oh pada suaminya.

Tuan Oh menghela nafas. "Sehun mau tinggal sendiri, itu alasan dia memilih di apartemen dibanding dirumah," jelas Tuan Oh. "Lagi pula, kita mau tidur dimana? Hanya ada satu kamar disini."

"Kau ini memang tidak mengerti perasaanku, Yeobo!" ucap Nyonya Oh kesal lalu dia pergi meninggalkan Suaminya dan Xiumin keluar apartemen Sehun.

"Xiumin –ah, Abeoji minta maaf karena telah merepotkanmu. Kalau begitu kami pulang," ucap Tuan Oh.

"Tidak sama sekali, Abeoji. Ya, hati-hati di jalan."

"Chagi –ya, kau sedang apa?" tanya seorang pria dengan manisnya pada seseorang yang sedang dia telepon. "Kapan kau pulang, eoh? Bogoshipo, Raerim –ah."

Tertangkap sudah pemilik suara itu, Park Chanyeol. Dan ya, dia sedang menghubungi istrinya saat ini.

"Aku hanya sedang berbaring saat ini," jawab sang lawan bicara dengan suara lembut dan terkesan lemah.

"Kau sakit? Kenapa suaramu begitu?" tanya Chanyeol yang tampaknya menangkap kejanggalan hanya dari suara istrinya yang terdengar berbeda di telinganya.

Raerim mendehem.

"Sejak kapan, eoh?" tanya Chanyeol terdengar cemas.

"Kemarin."

"Sudah berobat?"

"Belum. Tenanglah Yeobo, aku hanya tak enak badan. Istirahat sehari juga cukup."

"Aish! Tetap saja aku tak tenang, aku tak ada di sampingmu untuk merawatmu."

"Jangan berlebihan, aku tidak sendirian disini, ada rekan kerjaku."

"Baiklah, aku akan mempercayakanmu pada mereka. Tapi kau tetap dalam pengawasanku, Raerim –ah. Jika kau tidak sembuh besok, aku akan bilang pada atasanmu untuk memulangkanmu. Atau jika tidak, aku yang akan mendatangimu."

"Terserah padamu, Tuan cerewet," ejek Raerim. "Bagaimana kabar yang lain?" tanyanya kali ini.

"Eomma, Appa dan aku baik. Tapi kalau kau tanya Hyunhee, dia sedang dalam kegamangan. Dan Hyunji, belum ditemukan," jawab Chanyeol lalu terdengar dia menghela nafas.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang