Part 13 - B

372 34 17


Tampak seorang pria berkulit tan dengan tidak bersemangatnya hanya mengaduk-aduk makanan yang ada dihadapannya.

"Berhenti bermain-main dengan makanan! Kau masih punya dokumen yang harus diperiksa," ucap seorang pria bermata bulat dihadapannya dengan nada tajam.

"Kyungsoo hyung, dengan makan –pun aku tak dapat memulihkan tenaga. Kau tau? Sudah beberapa hari aku tak dapat menghubungi Hyunhee, pesan dariku juga tak dibacanya."

"Jebal Jongin –ah, jangan libatkan aku dalam kemelut masalah cintamu itu," pinta Kyungsoo. "Memikirkan pekerjaan saja, sudah membuat kepalaku mau pecah."

"Hyung ... itu karena kau tak mengerti perasaanku! Coba saja kau punya seseorang yang kau cintai, dan kalian berpisah jarak-waktu."

"Aku juga punya seseorang yang kucintai dan tak bisa bertemu dengannya," protes Kyungsoo.

"Bernarkah? Siapa?" tanya Jongin seakan terkejut dengan pernyataan yang baru saja dia dengar.

"Eomma dan Appa –ku di Korea! Aku juga ingin segera pulang, tau!" Kyungsoo ikut mengotot. "Ya! Apa kau itu bodoh? Kekasihmu itu bukan sebatang kara, kau hubungi saja keluarganya."

"Hyung! Aku bukannya tidak usaha, tapi aku menghubungi ponsel kembarannya –pun juga tak mendapat jawaban," jelas Jongin.

"Chanyeol hyung?" tanya Kyungsoo seakan sedang meng –absen Keluarga Park.

"Bisa-bisa aku dikira membuat masalah dengan Hyunhee dan berakhir putus dengannya. Tidak!"

"Eomeoni?" lanjut Kyungsoo.

"Aku tak ingin terlihat buruk di mata calon mertuaku."

"Mati saja kau sana!" ucap Kyungsoo tajam lalu meninggalkan Jongin dengan membawa nampan makannya.

"Hyung~ tidak bisakah kau menolongku?" Jongin merengek, namun Kyungsoo terlalu cuek dan mengabaikannya.

Sudah beberapa belas menit pria jangkung itu berdiri di depan sebuah pintu sembari mengetuk perlahan dan memanggil nama pernghuni kamar tersebut.

"Hyunhee –ya, buka pintunya. Oppa mau bicara denganmu," ucap Chanyeol.

Hening, tak ada sahutan dari penghuni kamar tersebut.

"Hyunhee –ya."

"Masuk saja, pintunya tak di kunci."

Doeng!

Chanyeol memutar bola mata malas sembari mendorong gagang pintu untuk masuk ke kamar tersebut.

"Kenapa tidak bilang dari tadi? Kakiku sudah kesemutan," omel Chanyeol.

"Aku sedang mandi tadi, jadi tak dengar," jawab Hyunhee tanpa merasa bersalah. Chanyeol tampak sudah geram. "Kenapa?" tanya Hyunhee dan menyadarkan Chanyeol kembali akan tujuannya.

"Apa kau masih marah pada Oppa?" tanya Chanyeol hati-hati.

"Tidak," jawab Hyunhee singkat.

Ada perasaan lega yang baru saja lepas dari benak Chanyeol.

Suasana kembali hening.

"Apa Oppa hanya akan bertanya itu saja?"

"Tidak," jawab Chanyeol cepat. "Jadi ... apa kita akan kembali ke Seoul hari ini?"

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang