Part 19 - B

364 30 4


Waktu menunjukan pukul sebelas malam, artinya sekitar satu jam lagi akan menuju tengah malam dan pergantian hari. Oh Sehun, dia masih terjaga dalam posisi duduk di ranjang sembari memegangi lembaran dokumen pekerjaannya. Di sebelahnya terbaring lelap seorang gadis dengan handuk basah diatas keningnya, sebagai kompres.

Disela-sela kegiatan membacanya, Sehun membasahi kembali handuk kecil itu untuk mengompres demam dari Istri –nya. Tak jarang juga Sehun mengusap lembut puncak kepala atau wajah gadis itu tatkala mendengar suara lenguhan atau rancauan tak jelas dari gadis itu. Mengigau memang biasa terjadi ada seseorang yang sedang mengalami demam.

Gadis itu memanggil-manggil anggota keluarganya, bahkan hingga namanya sendiri –Hyunji. Cukup aneh pikir Sehun. Namun ada sebuah nama yang membuat benak Sehun tak nyaman –Jongin Oppa.

Itu nama seorang pria, bukan? Jelas-jelas dia memangginya 'Oppa'. Sehun mencoba mengingat-ingat, sepertinya dia pernah mendengar nama itu sebelumnya. Tapi siapa? Sehun tidak menemukan titik terang.

Selanjutnya Sehun memilih menaruh lembaran dokumennya dan tidur seraya merengkuh tubuh gadis itu. Sebuah kecupan lembut dia jatuhkan disalah satu kelopak mata gadis itu, sebelum dia menutup mata dan terlelap.

_____________

♦––○ IFA ○––♦

_____________

Sinar mentari mendesak masuk melalui celah tirai jendela, cahayanya menusuk indra penglihatan seorang gadis dan memaksanya untuk bangun dari buaian mimpi. Hyunhee, gadis itu menerjapkan mata dengan malas. Sedikit peregangan dia lakukan sebelum bangun.

Sebuah handuk kecil dia temukan mendarat dipangkuannya saat dia memposisikan duduk dari tidurnya, lantas dia mengambil handuk tersebut dan menaruhnya pada wadah yang terletak diatas nakas.

Hyunhee turun dari tempat tidur, dia merapihkan terlebih dahulu ranjang yang merupakan singgasananya semalam dan bergegas keluar dengan membawa wadah berisi air juga handuk itu keluar kamar.

Ditemukan seorang pria sedang duduk di sofa berhadapan dengan televisi yang menyiarkan berita, Oh Sehun. Detik selanjutnya mata mereka beradu tatap –terjadi keheningan sejenak.

"Kau sudah bangun," ucap Sehun pada gadis yang masih berdiri tak jauh dari pintu kamar, sembari bangun dan menghampiri gadis itu.

"Ya," jawab Hyunhee singkat.

Sehun meraih wadah yang dipegang Hyunhee. "Biar aku saja yang bawa," ucap Sehun dan mengambil wadah itu. Lalu menggandeng pergelangan tangan Hyunhee dan menuntun gadis itu menuju dapur. "Sekarang kau harus makan, setelah itu minum obatmu," ucap Sehun seperti sebuah titah.

Sehun menarik kursi untuk gadis itu duduk, setelahnya dia beralih menuju microwave dan tampak memasukan sesuatu ke dalam sana. Sekitar tiga menit Sehun kembali mendatangi gadis itu dengan semangkuk bubur dan segelas air mineral, lalu dia duduk di hadapan gadis itu.

Hyunhee memandangi mangkuk berisi bubur itu, lalu bergantian menatap Sehun.

"Kenapa tidak dimakan? Tenang saja, ini bukan masakanku. Aku membelinya tadi pagi," jawab Sehun seakan mengetahui jalan pikiran gadis itu.

Hyunhee mulai mengambil sendok, namun selanjutnya menaruhnya kembali –membuat Sehun menatapnya bingung.

"Kau sudah makan?" tanya Hyunhee.

"Belum."

Hyunhee menghela nafas. "Bubur ini terlalu banyak untukku, kita makan berdua saja, bagaimana?" tanya Hyunhee.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang