Part 12 - B

411 30 10



Chanyeol menaruh koper di sudut ruangan setibanya mereka di penginapan.

"Kau istirahatlah, besok kita baru mulai mencari," ucap Chanyeol bicara pada Hyunhee lalu dia pergi meninggalkan kamar gadis itu.

"Ya, Oppa juga," jawab Hyunhee.

Hyunhee menghempaskan tubuhnya pada ranjang ukuran single bed, dia merogoh tas jinjingnya dan mengeluarkan benda kotak dari dalam sana. Hyunhee mengaktifkan kembali ponselnya, yang sebelumnya dia non-aktifkan selama perjalanan. Beberapa notifikasi langsung masuk, diantaranya panggilan tak terjawab dan pesan. Semua berasal dari nomor yang sama, Nyonya Oh.

Hyunhee mengabaikan semua notifikasi yang masuk ke ponselnya, lantaran dia mengetahui apa maksud dibalik itu semua. Sudah jelas bukan? Apa lagi jika bukan tentang Sehun. Dan dia sudah cukup lelah mengurusi pria itu. Dari awal, saat dia menerima permintaan Nyonya Oh adalah sebuah kesalahan. Tapi sekarang, dia tak ingin memperparahnya lagi. Terutama disaat ini, saat kembarannya sebentar lagi akan kembali. Ya~ semoga saja.

Hyunhee kembali menon-aktifkan ponselnya, lalu dia menarik bantal dan tidur.

Sementara Chanyeol yang saat ini ada di kamarnya, dia sedang membereskan isi kopernya. Sebelum akhirnya dia melakukan hal yang sama dengan Hyunhee, meng –aktifkan ponselnya. Tak jauh berbeda, dia juga mendapatkan sejumlah notifikasi. Chanyeol kembali beranjak dari duduknya dan menuju kamar Hyunhee. Namun saat dia masuk ke kamar Adiknya itu, dia kembali menutup pintu kamarnya karena dia melihat Hyunhee tertidur.

Chanyeol mengurungkan niatnya yang semula ingin kembali ke kamarnya dan tidur, dia berjalan kearah pantry, mengambil cangkir dan sebungkus kopi instan lalu menyeduhnya. Setelah itu, dengan membawa serta kopinya, Chanyeol pergi ke ruang tv dan duduk di sofa. Namun belum sempat dia menyesap seteguk kopinya, ponselnya berdering.

"Ah ... ya, Eomeoni. Ada perlu apa?" jawab Chanyeol saat mengangkat panggilan yang berasal dari Nyonya Oh. "Ya, semua baik-baik saja Eomeoni." – "Mungkin Hyunhee belum mengaktifkan kembali ponselnya, saat ini dia sedang tidur." – "Baik Eomeoni, nanti akan aku sampaikan padanya." – "Ya, sama-sama Eomeoni."

Chanyeol menaruh ponselnya sembarang dan dia mulai membaringkan tubuhnya di sofa itu. Matanya memandang lurus menatap langit-langit, seolah menerawang. 'Hyunji –ya, kau dimana? Pandai sekali kau bersembunyi. Keluarlah! Oppa sudah lelah mencarimu,' gumam Chanyeol sebelum akhirnya dia memejamkan matanya. Namun dibalik matanya yang terpejam, cairan bening keluar dari sana dan jatuh menggelincir di kulit wajahnya.

Sebuah kenangan masa kecil, baru saja terlintas dalam pikiran Chanyeol dan membawanya pada suasana kala dia sedang bermain petak umpet bersama dua adik perempuannya. Dan setiap kali mereka memainkan permainan itu, Hyunji –lah orang terakhir yang ditemukan. Pada akhirnya, semua keluarga juga ikut repot mencari Hyunji.

Namun disaat mereka telah berhasil menemukan Hyunji, tak jarang mereka menjumpai Hyunji yang dengan tenteramnya tertidur saat itu di tempat persembunyiannya. Dan hal tersebut membuat Chanyeol geram sendiri hingga menggerutu juga menjitak kepala Adiknya itu yang sedang tertidur. 'Auh! Pantas saja dipanggil gak nyaut. Tidur ternyata dia!" ucap Chanyeol kesal lalu menjitak kepala Hyunji.

Dan setelah itu Hyunji terbangun dan menatap bingung kearah Chanyeol seolah bertanya, 'Kenapa kepalaku di jitak, Oppa?'

Ya~ itu hanya salah satu dari sekian banyak kenangan yang ada di dalam memori Chanyeol. Dan tak jarang setiap kenangan itu muncul tiba-tiba, Chanyeol merasakan sesak di dadanya hingga tak kuat menahan air mata yang mendesak hendak keluar.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang