Part 19 - A

328 32 4


Raerim meninggalkan Hotel setelah urusannya selesai dengan Hyunhee, tapi dia masih terus berjalan hingga ke jalan besar lantaran hendak naik kendaraan umum dari halte. Alasannya? Dia hendak membelikan obat dulu untuk Hyunhee. Biarpun saat ini Raerim dalam trisemester pertama, dia masih cukup mampu berjalan. Ckckck ... ibu hamil yang satu ini memang tangguh, ya. Semoga anak dalam kandungannya juga sama tangguhnya.

○○○

Sehun melajukan mobilnya menuju Hotel tempat istrinya berada, setelah tiga hari dia menahan rindu karena hanya dapat melihat sosok gadis itu dari jauh, maka saat ini Sehun melancarkan niatnya. Bermodalkan informasi dari orang suruhannya, Sehun mendapatkan lokasi sekaligus aktivitas gadis itu setiap saatnya. Ya. Sehun memata-matai gadis itu. Kalian tau? Hal tersebut bukan perkara sulit bagi Sehun, mengingat besarnya kekuasaan yang pria itu miliki dan Sehun cukup cerdas menebak langkah Xiumin.

Namun diperjalanan, Sehun menghentikan laju mobilnya lantaran melihat sosok seorang perempuan yang tampak familiar baginya. Sehun menepikan mobilnya dan keluar seraya menghampiri orang tersebut.

"Raerim noona!" panggil Sehun dan orang tersebut menoleh bersamaan dengan terbitnya ekspresi terkejut dari raut wajahnya. "Lama tak jumpa, bagaimana kabarmu?" sapa Sehun bersahabat diiringi dengan senyum pria itu.

Seakan masih mengontrol keterkejutannya, Raerim terlambat merespon. Dirinya sungguh menyadari, jika lambat laun dia akan bertemu dengan Sehun. Tapi tetap saja, di saat ini –pun dia tak siap. "Baik," jawab Raerim singkat.

"Hanya itu?" Sehun mempertanyakan jawaban dari Raerim yang terlampau singkat, menurutnya. "Kau tidak penasaran denganku, Noona?" Sehun dengan narsisnya sengaja memancing Raerim untuk mengulik hidupnya.

Raerim terkekeh menanggapi sikap narsis Sehun. "Kau bukan selebriti, Hun –ah. Jadi aku tak penasaran akan hidupmu," balas Raerim. Lebih dari apapun, sebenarnya dia cukup banyak tahu tentang Sehun. Dia punya seseorang yang dengan sukarela berbagi cerita, suaminya –Park Chanyeol.

Dan Sehun –lah yang tak tau apapun tentang dirinya, termasuk hubungan mereka saat ini yang menjadi satu keluarga.

Jika melihat interaksi Sehun dengan Raerim saat ini, mereka terlihat baik-baik saja, bukan? Bahkan tampak akrab. Tapi siapa yang tau akan sesuatu yang pernah terjadi diantara mereka. Hal itu sudah lama berlalu dan mereka telah menyelesaikan masalah tersebut, termasuk melupakannya. Namun terkadang, sisa-sisa dari masa lalu kembali muncul dan menimbulkan pertanyaan.

Raerim menatap sendu Sehun. "Hun –ah," panggil Raerim dan menghentikan kicauan panjang Sehun.

Sehun menoleh. "Ya, ada apa?"

"Apa kau saat ini bahagia?" tanya Raerim yang menanggapi pembicaraan Sehun sebelumnya, lantaran pria itu terus membahas soal pernikahannya.

Sudut bibir Sehun tertarik membentuk senyuman, bahkan sorot matanya –pun memperihatkan betapa dia bahagia saat ini. "Ya, tentu saja. Biarpun saat ini aku sedang terlibat pertengkaran dengan istriku."

Raerim membulatkan matanya –tak percaya. Pikirnya, apa yang Sehun perbuat hingga terjadi pertengkaran dengan istrinya itu, Hyunhee. Adik iparnya sungguh malang, bukan saja harus menanggung hidup sebagai orang lain dan menikahi pria lain yang bukan seseorang yang dia cintai. Tapi setelah semua itu –pun, rumah tangganya tak berjalan baik.

Dan Raerim merasa buruk, lantaran tak menyadari atau bertanya tentang penderitaan Hyunhee. Padahal sebelumnya dia bertemu gadis itu dan melihat sendiri kondisinya yang sedang sakit.

Sehun menghembuskan nafasnya.

"Apa kau masih saja bersikap posesif?" terka Raerim dengan nada bicara yang kini meninggi. "Jebal ... Sehun –ah, berhentilah," mohon Raerim. "Jangan sampai kejadian seperti Yerim terulang kembali!" sentak Raerim lantaran sudah emosi.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang