Part 20 - A

395 35 4


"Noona," panggil Sehun. Raerim mendehem, sembari menoleh. "Aku masih menunggu penjelasanmu soal Yerim," sambung Sehun.

Helaan nafas berat keluar dari mulut Raerim. "Kau mungkin tidak akan percaya, Sehun –ah. Terutama jika kukatakan, penyebab Yerim meninggal adalah kau," tutur Raerim hati-hati.

[Flashback]

Suasana kafetaria dari sebuah perusahaan tampak sangat ramai, sebab saat ini merupakan jam makan siang. Para pegawai berbondong-bondong mendatangi tempat tersebut untuk mengisi perut kosong mereka, antrian mengular –pun menjadi pemandangan yang biasa dilihat.

Satu-satunya yang sibuk saat ini, tentunya petugas kafetaria yang melayani pesanan para pegawai itu.

"Raerim –ah," panggil seorang wanita paruh baya pada seorang gadis.

"Ya ... ada apa, Ahjumma?" tanya Raerim sembari menghampiri wanita paruh baya yang merupakan rekan kerjanya.

"Yerim tidak masuk lagi hari ini, kenapa dia?"

"Saya tidak tau Ahjumma, Yerim hanya bilang ada urusan," jawab Raerim.

"Permisi," ucap seorang pemuda dengan pelan dan mengintrupsi pembicaraan Raerim dengan Ahjumma.

"Ahhh ... ya, maaf." Raerim segera menyendokan lauk ke piring pemuda itu. Setelah mendapatkan makanannya, pemuda itu segera bergeser. "Maaf Tuan, apakah kau yang bernama Oh Sehun?" tanya Raerim.

"Iya, benar," jawab pria itu pelan.

"Tunggu sebentar," ucap Raerim lalu pergi ke belakang, menuju dapur. Selanjutnya dia kembali dengan membawa telur goreng dalam piring kecil. "Ini untukmu."

"Ya?" Pria bernama Sehun itu tampak bingung sampai alisnya naik. Namun dia tetap menerimanya. "Kamsahamnida," ucapnya.

Seakan ada yang mengganjal dalam benak pria itu, dia masih berdiri di dalam antrian.

"Ada sesuatu yang kau perlukan?" tanya Raerim.

"Tidak ... hanya saja, apa Yerim tidak datang bekerja hari ini?" tanya Sehun.

"Ya, dia ada urusan," jawab Raerim.

"Ohhh .. begitu. Baiklah, terima kasih."

Percakapan singkat antara Raerim dengan Sehun hari ini, merupakan awal dari berkembangnya hubungan mereka. Raerim yang seorang pekerja lepas di perusahaan itu dengan posisi pelayan dapur dan Sehun seorang pegawai tetap dari perusahaan milik keluarganya, tapi tidak ada sesorangpun yang tau statusnya sebagai anak dari pimpinan.

Selanjutnya, setiap kali Yerim absen bekerja, maka Raerim –lah yang akan memberikan telur goreng pada Sehun. Namun hingga saat ini, Raerim masih belum mengetahui alasan khusus rekan kerjanya itu sering absen. Bahkan dalam sebulan ini, Yerim sudah absen lebih dari apa yang perusahaan tentukan mengenai batas absensi pekerja lepas.

Hal tersebut membuat Raerim khawatir dan akhirnya mendesak gadis itu dengan bertanya. Barulah Raerim menjawab jika dia tengah dalam masa pengobatan, tapi tidak bilang mengenai penyakit yang sedang diidapnya.

Sedikit keterbukaan dari Yerim, membuat Raerim kembali memberanikan diri untuk bertanya perihal hubungan gadis itu dengan seorang pegawai yang bernama Oh Sehun. Gadis itu tampak perhatian sekali pada orang tersebut dengan terus menitipkan Raerim untuk membuatkan telur goreng ataupun hal lainnya.

Yerim menjawab, mereka sedang berpacaran. Sejak kapan? Sudah setahun, itu membuat Raerim terkejut. Selanjutnya Yerim bercerita awal dia menjalin hubungan dengan Sehun.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang