Part 11 - A (1)

534 27 0



Di pagi hari bel rumah keluarga Park sudah berbunyi, entah siapa tamu itu. Dan dia telah membuat keributan seisi rumah, karena penghuni rumah tersebut masihlah tertidur. Hingga Nyonya Park terpaksa bangun karena sepertinya tak ada anggota keluarga lain yang berniat bangun untuk membukakan pintu bagi tamu tersebut.

"Annyeonghaseyo Eomeoni," sapa seorang pria ketika Nyonya Park membukakan pintu, lalu pria itu membungkuk.

"Eoh ... Sehun –ah, rupanya kau yang datang," ucap Nyonya Park. "Ayo masuk."

Mereka duduk di sofa yang ada di ruang tamu.

"Ada apa kau datang sepagi ini? Ada keperluan mendesakkah?" tanya Nyonya Park.

"Akh ... tidak Eomeoni, tidak seperti itu. Maaf telah mengganggu di pagi hari, aku hanya ingin bertemu Hyunji," jawab Sehun sedikit kikuk.

"Anak itu bahkan masih tidur saat ini, dia itu kalau hari libur bisa tidur seharian," jelas Nyonya Park.

"Apa Hyunji selalu begadang?" tanya Sehun dengan nada khawatir.

"Tidak juga, dia itu memiliki gangguan tidur. Jadi untuk dapat tidur nyenyak itu sulit," jawab Nyonya Park.

Sehun ber –ah ria mendengar hal baru mengenai kebiasaan kekasihnya itu, ternyata banyak yang tidak dia tahu. "Kalau begitu, aku akan menunggu Hyunji hingga bangun saja," ucap Sehun.

"Itu terserah padamu." Nyonya Park beranjak dari duduknya. "Sehun –ah, kau datang sepagi ini apa sudah sarapan?"

"Belum Eomeoni," jawab Sehun sungkan.

"Kau suka makan apa? Biar Eomeoni buatkan untukmu."

"Tidak, terima kasih. Tidak usah repot-repot," tolak Sehun sopan.

"Katakan saja, toh Eomeoni juga akan memasak untuk sarapan yang lainnya."

"Apapun tak masalah, aku bukan orang yang suka pilih-pilih makanan," jawab Sehun.

"Ibumu pasti senang, dia tak akan kerepotan untuk masak. Eomeoni kalau mau masak itu suka bingung, karena masing-masing anggota memiliki selera sendiri."

"Kalau Hyunji, memang makan apa yang disukai dan tidak dia sukai?" tanya Sehun.

Nyonya Park tersenyap sejenak, dia tampak bingung untuk menjawab. "Itu kau tanya saja langsung padanya," jawab Nyonya Park.

Karena tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya Sehun memilih ikut Nyonya Park ke dapur dan membantunya memasak. Padahal dirinya tak pernah membantu Ibunya sendiri ketika memasak.

"Eomma~ masak apa? Baegopayo." Suara seorang gadis memecah kekeningan di dapur.

"Kau sudah bangun? Selamat pagi, Hyunji –ya."

Gadis itu tersentak mendengar suara yang tak asing baginya, lantas dia menoleh. Matanya terbelalak ketika melihat sosok tersebut. 'Oh Sehun! Sedang apa dia pagi-pagi disini?' gumamnya.

"Eoh ... Sehun –ah! Rupanya kau yang berisik pagi-pagi," ucap Chanyeol yang baru saja datang.

"Selamat pagi, Chanyeol hyung," sapa Sehun.

"Ne ... Ne ... kau simpan saja dulu ucapan selamat paginya, ada perlu apa kemari sepagi ini?" tanya Chanyeol.

"Untuk bertemu Hyunji," jawab Sehun sekenanya.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang