Part 16 - B

343 25 2


Setelah semua belanjaan sudah tersusun rapi di tempatnya, Hyunhee kembali memulai aksi memasaknya. Ingat? Mereka belum sarapan.

Hyunhee mengambil tiga bungkus Mie Ramyeon instan, dua butir telur, daun bawang dan bawang bombai dari dalam kulkas. Dia terlebih dahulu memotong-motong kecil bawang bombai dan mengiris tipis daun bawang. Semua bahan telah siap, Hyunhee beralih memanaskan panci dan menuangkan sedikit minyak di atasnya, lalu saat minyak sudah panas, dia memasukan bawang bombai dan daun bawang untuk di tumis hingga harum.

Indra penciuman Sehun tentu masih sangat berfungsi, dapat dilihat kini dia beranjak dari meja makan dan menghampiri Hyunhee yang tengah memasak.

"Kau masak apa?" tanya Sehun penasaran, kini dia telah berdiri di samping gadis itu sembari memperhatikan dengan seksama.

"Lihat saja," jawab Hyunhee sekenanya.

Hyunhee masih menumis dua bahan itu, saat sudah tampak matang –Hyunhee memasukan air kedalam pancinya dan selanjutnya menunggu hingga air mendidih. Saat air mendidih, Hyunhee memasukan tiga keping Mie Ramyeon instan beserta bumbunya dan dua butir telur, lalu menunggunya hingga matang. Tidak lebih dari lima menit, masakannya sudah matang. Hyunhee mengangkat panci tersebut untuk di letakannya di atas meja makan. Dan saat itulah kembali terjadi cek-cok antara dirinya dengan Sehun.

"Biar aku saja yang menaruhnya di atas meja," ucap Sehun hendak menolong.

Hyunhee menatap Sehun garang. "Tidak usah," tolak Hyunhee cepat. Itu bukan akan membantu dirinya, tapi malah merepotkannya. "Kau siapkan saja peralatan makannya," titah Hyunhee dan Sehun menurut.

Sehun sedang memandangi sepanci penuh Mie Ramyeon instan, entah pada yang ada di pikirannya saat menatap makanan itu. Yang pasti, ini adalah pertama kalinya entah sejak kapan dia makan Mie Ramyeon instan terlebih sebagai –sarapan di tengah hari. Ingat, telah banyak waktu berlalu sejak Hyunhee bangun menjelang siang hari dan mereka juga sudah pergi berbelanja.

"Kenapa belum di makan?" tanya Hyunhee tanpa menatap Sehun dan terus makan Mie Ramyeon instan yang dia masak tadi. "Tak mau?" tanya Hyunhee lagi. "Tak masalah, aku bisa habiskan semuanya," jawab Hyunhee. Gadis itu tak perduli jika Sehun akan makan atau tidak Ramyeon buatannya, dia masak bukan untuk pria itu –khususnya, tapi karena dirinya lapar.

"Tidak, aku akan makan," jawab Sehun lalu mengambil sumpitnya dan menjepit Ramyeon untuk di nikmati. Seketika, saat tektur panjang Ramyeon itu menyentuh lidahnya –mata Sehun langsung terbuka sembari menatap gadis yang ada di hadapannya. "Ini sangat enak," komentar Sehun.

Hyunhee hanya menatap sekejap ekspresi pria itu, lalu kembali fokus pada Ramyeon –nya. Dalam batinnya, Hyunhee berpikir Sehun itu seperti spesies baru di bumi. Ayolah, apakah ini pertama kalinya dia makan Mie Ramyeon instan?

Mungkin bukan pertama kali, tapi sepertinya Sehun sudah lupa rasa Mie Ramyeon instan itu.

"Aku rela seumur hidupku, makan ini," ucap Sehun.

Hyunhee tak menanggapi ucapan Sehun, namun sebenarnya dia menyetujui gagasan itu. Dan siapa orang yang tidak menyukai jenis makanan instan itu? Ya, mungkin beberapa orang –tapi bukan Hyunhee juga Sehun. Hanya saja, mereka tetap tidak bisa makan Mie Ramyeon instan di panjang sisa hidup mereka, bukan? Kecuali kau tidak memikirkan kesehatanmu.

Hyunhee telah menyelesaikan makannya, dia beranjak dari duduk dan berjalan ke wastafel dengan membawa serta peralatan makan yang dia gunakan tadi. Setelahnya, Sehun juga selesai makan dan mengekori gadis itu. Kali ini Sehun tidak merecoki Hyunhee yang sedang mencuci piring dengan memaksa biar dia saja yang melakukannya. Sehun hanya diam, berdiri di samping gadis itu sembari memperhatikannya.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang