Part 17 - A

367 26 2


Saat dia membuka mata adalah suatu kenyataan pahit yang harus dialami dari seorang gadis bernama Hyunhee. Belum lagi hari ini, hari dimana dia kembali berstatus menjadi seorang mahasiswi (gadungan). Semua dimulai tepat saat dia selesai berpakaian dan seorang pria datang menghampirinya, lalu menceramahi penampilannya.

Tidak ada yang salah dari penampilan gadis itu, dia mengenakan dress selutut tanpa lengan bermotif garis-garis perpaduan warna abu-abu dan putih, rambut terikat dan sedikit polesan lipstick berwarna soft pink.

Tapi pria yang bernama Oh Sehun itu terlampau mengurusinya hingga menyuruh gadis itu untuk berganti pakaian, bahkan dia mulai menerapkan aturan bagi gadis itu. Seperti harus mengenakan baju lengan panjang dan di bawah lutut hingga menggunakan stocking, tidak boleh mengikat rambut atau memperlihatkan tengkuk, dan dilarang menggunakan lipstick berwarna mencolok. Pada akhirnya Hyunhee hanya menuruti perkataan pria itu, ketimbang harus larut dalam perdebatan sepele.

"Sudah siap?" tanya Sehun saat melihat gadis itu keluar dari kamar.

Hyunhee mendehem sebagai jawaban.

Sehun berjalan menghampiri gadis itu dengan membawa sepiring Roti Isi yang dibuatnya barusan dan menawarkannya pada gadis itu.

Namun dengan senyuman seraya menggeleng, Hyunhee menolaknya. Entah kecewa atau lantaran dia masih lapar, Sehun kembali melahap potongan Roti Isi yang tersisa di piring.

Setelah selesai mengunyah, Sehun menyambat tas kerja dan jas –nya. "Ayo berangkat sekarang," ajak Sehun.

"Tunggu," ucap Hyunhee menghentikan langkah kaki pria itu.

Sehun berhenti dan berbalik, Hyunhee berjalan menghampirinya. Kini tersisa beberapa inchi jarak diantara mereka dan semakin menipis saat Hyunhee mulai berjinjit di hadapan Sehun.

"Apa kau selalu berangkat kerja dengan pakaian berantakan seperti ini?" Hyunhee mengomentari dua kancing kemeja Sehun yang tak terpasang dan dasi yang menggantung di lehernya. "Seorang atasan seharusnya memberi contoh yang baik untuk pegawainya. Ch! Apa kau orang yang sama saat menceramahiku soal berpakaian, barusan?" cibir Hyunhee sembari mengancingkan kemeja Sehun sekaligus memakaikan dasinya.

Nafas Sehun seakan tercekak hanya karena berada di dekat gadis yang kini menjadi istrinya. Padahal sebelumnya tak ada masalah saat dirinya yang mendekati gadis itu. Apa hal tersebut berpengaruh sebaliknya saat gadis itu yang mulai mendekatinya duluan?

Hyunhee telah selesai membenarkan pakaian pria itu, tanpa sadar dia mendongak dan matanya saling bertabrakan dengan Sehun. Kegugupan mulai menjalar di tubuhnya. Refleks Hyunhee langsung mundur, namun tangan milik Sehun menahan pinggangnya. Sekarang Hyunhee menyadari jika tindakannya barusan adalah sebuah kefatalan, dia merutuki kebiasaannya tentang kebersihan dan kerapihan.

Wajah Sehun mendekat, bahkan kini kepalanya sudah memiring di depan bibir gadis itu. Namun sebelum bibir mereka saling tertaut, tangan Hyunhee sudah terangkat dan mencegah hal tersebut terjadi. Dengan menggunakan ibu jarinya, gadis itu menyapu salah satu sudut bibir milik Sehun.

"Mulutmu belepotan," dusta Hyunhee terdengar jelas –kentara bohongnya.

Namun Sehun tetap saja ikut menyapu sudut bibirnya, untuk memastikan. Dan tentunya, mulutnya itu sangat bersih tanpa ada sisa noda makanan. Selanjutnya Sehun terkekeh sendiri di buatnya.

"Apa kita jadi berangkat sekarang?" tanya Hyunhee dengan sedikit meninggikan nada suaranya, karena dia sudah berdiri di depan pintu keluar apartemen.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang