Part 6 - A

665 36 0


Hyunhee duduk termenung di atas ranjang sembari bersender, dia masih memikirkan perkataan Nyonya Oh kemarin. Hingga sebuah ketukkan pintu kembali menyadarkannya.

"Sedang apa?" tanya sang Ibu dari balik pintu.

Hyunhee menoleh. "Tak ada. Kenapa Eomma?"

Ibu menghampiri Hyunhee dan duduk di sampingnya. "Eomma perhatikan, sedari tadi kau terus melamun. Apa yang kau pikirkan?" Ibu membelai rambut Hyunhee.

"Entahlah, aku hanya bingung dengan maksud perkataan Nyonya Oh."

"Memang dia bilang apa?" tanya Ibu.

[Flashback]

Nyonya Oh membawa Hyunhee ke ranjang tempat Sehun berbaring.

"Dia putraku satu-satunya," ucap Nyonya Oh bicara dengan pelan dan terdengar pilu. "Di hari biasanya aku bahkan sudah kesepian, karena dia sibuk bekerja dan tinggal terpisah dariku. Lalu sekarang, dia tepat di hadapanku, terbaring dengan lemah." Nyonya Oh menggenggam tangan Hyunhee, membuatnya menatap kearah wanita paruh baya itu. "Hyunhee –ya, bolehkah aku minta tolong padamu?"

"Minta tolong apa, Eomeoni?"

"Bisakah kau sering datang kesini? Untuk menemani Eomeoni." pinta Nyonya Oh. Hyunhee tak lekas menjawab, dia menarik tangannya dari genggaman Nyonya Oh.

[Flashback END]

"Menurut Eomma bagaimana? Maksudku, aku bukan Hyunji dan aku tidak ada hubungannya dengan Sehun. Lalu kenapa aku yang harus menemaninya."

"Kenapa memangnya? Kalau kau ingin membantu orang, bantu saja. Kenapa perlu alasan." Ibu menepuk paha Hyunhee dan pergi.

Sepeninggalan Ibu, Hyunhee beranjak dari tempat tidur dan langsung melesat ke kamar mandi. Beberapa puluh menit kemudian dia sudah siap dan berangkat.

___ ___ ___

Saat perjalanan ke Rumah Sakit, Hyunhee mampir dahulu ke Super Market untuk membeli beberapa barang. Dan pada saat itu, dia bertemu dengan Hyung –nya Jongin.

"Eoh, Junmyeon oppa. Annyeonghaseyo," sapa Hyunhee lalu membungkuk.

"Akh ... ne annyeong, Hyunhee –ya. Kau sedang apa?" tanya Junmyeon.

"Belanja," jawab Hyunhee singkat.

Junmyeon mendengus. "Itu aku juga tau," ucapnya malas. Hyunhee terkekeh. "Kau belanja sendiri?" tanyanya lagi. Hyunhee mendehem. "Kalau begitu kita belanja bersama saja."

"Oppa mau beli apa?"

"Membeli pesanan istriku, dia sedang mengidam."

"Ahhh~ benarkan, Nara eonnie sedang hamil? Chukkae Oppa, sebentar lagi kau akan jadi Ayah. Semoga Ibu dan Bayinya sehat."

"Gomawo." Junmyeon merangkul bahu Hyunhee. "Tapi, Adik ipar," ucapnya memanggil Hyunhee dengan sebutan itu, membuat Hyunhee melongo. "Kalau kau hamil dan mengidam nanti, tolong jangan yang aneh-aneh. Bagaimanapun, kami para suami yang repot mencarinya," keluh Junmyeon.

Hyunhee langsung melepaskan rangkulan Junmyeon, dan menatapnya. "Oppa ini, jadi suami tidak perhatian sekali. Mau enak pas buatnya saja. Semoga Jongin oppa tidak sepertimu," ucap Hyunhee ketus lalu mendorong trolinya dan meninggalkan Junmyeon.

Sementara itu Junmyeon masih tampak terkejut dengan ucapan Hyunhee barusan. "Adik ipar, kau mau kemana?" panggil Junmyeon.

°°°

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang