Part 3 -B

808 58 0


Selesai makan malam, Hyunji mengajak Sehun ke halaman belakang dan mereka duduk di ayunan. Sejenak terjadi keheningan.

"Hyunji –ya, Oppa minta maaf," ucap Sehun sembari menggenggam tangan Hyunji. Tapi Hyunji masih berdiam diri. "Aku juga sudah menemui Yixing dan meminta maaf padanya," sambung Sehun.

Hyunji menghela nafas dan melepaskan tangannya dari genggaman Sehun. "Oppa, aku ingin pergi ke London," ucap Hyunji terdengar datar. Dia tampak alami mengalihkan topik pembicaraan, dan Sehun sebagai lawan bicaranya langsung menanggapi.

"Kau ingin jalan-jalan ke London? Baiklah, aku akan ambil cuti beberapa hari kedepan dan me –reservation," ucap Sehun antusias.

"Tidak. Aku bukan akan pergi denganmu, tapi dengan Hyunhee." Hyunji beranjak dari ayunan. "Oppa, kau pulanglah. Ini sudah malam, besok kau harus kembali bekerja."

Sehun menarik lengan Hyunji, menghentikan langkah gadis itu. "Sulitkah bagimu untuk memaafkanku, Hyunji –ya?" tanya Sehun liris.

"Aku sudah memaafkanmu," jawab Hyunji singkat.

"Lalu bagaimana dengan hubungan kita?" tanya Sehun lagi.

Dada Hyunji berkecambuk saat Sehun kembali menanyakan kelangsungan hubungan mereka. Bukan karena Hyunji tak lagi mencintai Sehun, hanya saja dia ragu dengan perasaannya saat ini.

"Aku tak tau, tolong jangan memaksaku. Jika Oppa masih ingin bersamaku, tolong beri waktu aku untuk berpikir dan menata kembali perasaanku." Seketika, setelah Sehun mendengar perkataan Hyunji, dia melepaskan tangannya di lengan Hyunji dan membiarkan gadis itu pergi.

....-ooOoo-IFA-ooOoo-....

Akhirnya hari yang ditunggu dua saudara kembar itu tiba, hari dimana mereka akan berlibur ke luar negeri. Mereka sudah menyiapkan segalanya, dua buah koper besar tergeletak di teras rumah. Beberapa menit kemudian, seorang pria jangkung keluar dari rumah dan di ikuti dua orang gadis. Pria jangkung itu menarik dua koper besar milik dua gadis yang hendak berlibur dengan susah payah.

"Kalian akan berlibur berapa lama, sih? Kopernya terasa sangat berat," ucap Chanyeol terdengar sedikit kesal.

Hyunhee berlari kearah Chanyeol dan menyambat koper miliknya. "Biar –ku bawa sendiri koperku."

Dengan senang hati Chanyeol melepaskan salah satu koper yang sedang ditariknya tadi, dia tersenyum simpul kearah Hyunhee. "Nah ... seharusnya kalian itu peka," ucap Chanyeol tersirat. "Hyunji –ya," panggil Chanyeol sembari menatap orangnya.

"Emmm ... waeyo Oppa?" tanya Hyunji. Dia tak mendengarkan perkataan Chanyeol barusan.

"Bawa kopermu sendiri, aku mau menyiapkan mobil!" Chanyeol setengah berteriak, lalu dia meninggalkan koper milik Hyunji dan pergi ke garasi.

Semua barang bawaan sudah masuk ke bagasi mobil, Chanyeol hendak masuk kedalam mobil. Namun saat itu kedua orang tuanya datang menghampiri mereka ke mobil. Chanyeol kembali melangkah keluar dari mobilnya.

"Ada apa, Eomma?" tanya Chanyeol. Sementara Hyunhee dan Hyunji yang sudah berada di dalam mobil, menurunkan kaca mobilnya.

"Sudah kau masuk saja," suruh Ibu pada Chanyeol, sembari mengibaskan tangannya.

Mau tak mau Chanyeol kembali masuk ke mobil dan duduk di bangku kemudi. Tak lama, Ibu dan Ayah juga masuk ke dalam mobil di bangku penumpang, membuat Hyunhee yang duduk disana harus bergeser. Chanyeol dan Hyunji yang duduk di bangku depan, berbalik badan menghadap bangku penumpang di belakang. Ketiga anak itu, sedang menatap penuh tanya kearah orangtua mereka.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang