Part 2 - C

874 59 1


[Flashback]

Wonder Magazine Office.

Wonder Magazine adalah sebuah perusahaan penerbit majalah yang mengulas tentang fashion, setiap artikel yang dimuat selalu menarik minat masyarakat untuk membacanya. Itu menjadi salah satu alasan bagi Hyunhee untuk berkarier disana, selain karena kembarannya. Sebab Hyunji merupakan salah satu model dalam majalah tersebut, dan Hyunhee ingin menulis artikel yang bagus untuk kembarannya dengan bergabung di perusahaan tersebut menjadi tim editor.

Tok ... Tok ... Tok ...

"Permisi ketua tim, aku ingin menyerahkan naskah," ucap Hyunhee berdiri di pintu ruangan Ketua Tim Editor sembari memeluk beberapa tumpukkan kertas.

Sementara diruangan tersebut bukan saja ada sang Ketua Tim, tapi beberapa orang lainnya. Mereka tampak sedang membicarakan sesuatu yang cukup serius, hingga Hyunhee mulai merasa mendapatkan tatapan aneh dari orang-orang yang berdiri di seberangnya.

"Hyunhee –ssi, kemari," ucap Ketua tim. Hyunhee melangkah mendekati meja ketua tim. "Aku baru saja dapat email ini, rencananya akan dibuat sebagai artikel tambahan," ucapnya lalu menyerahkan hasil print-out dari email.

Hyunhee melihatnya dengan seksama, beberapa saat kemudian manik matanya tampak melebar. 'Skandal Aktor Zhang Yi Xing dengan Seorang Model'. Sebuah judul artikel bercetak tebal dilanjutkan ulasan artikel dan foto-foto yang memuat Hyunji, sang aktor dan seorang pria yang di kenalnya yang tengah berselisih di sebuah Kafe. Hyunhee mengalihkan pandangannya kembali pada sang Ketua Tim, seolah meminta penjelasan.

"Bagaimana menurutmu?" tanya Ketua Tim.

"Apakah ini akan diterbitkan?" tanya Hyunhee terdengar lirih.

"Sebab itu kutanya dulu padamu."

"Kenapa Ketua bertanya padanya? Tentu saja ini harus diterbitkan, itu akan jadi berita eksklusif yang melibatkan aktor besar dan seorang model pendatang baru," jelas salah seorang staf editor lainnya.

"Bisakah ini tak di terbitkan?" Hyunhee tampak menggigit bibirnya. "Saudaraku bukanlah gadis seperti yang ditulis pada artikel itu, pasti ada kesalah pahaman sehingga mereka berselisih," jelas Hyunhee. "Ketua Tim, aku mohon padamu. Tolong jangan terbitkan itu," pinta Hyunhee dengan sangat.

"Ya! Kau itu masih seorang pegawai magang, beraninya!" kali ini Wakil Ketua Tim angkat bicara.

"Ketua Tim, aku mohon padamu," pinta Hyunhee lagi. Cairan bening nampak diujung pelupuk matanya. "Aku akan terima konsekuensinya, membayar denda atau pemecatan. Apapun, asalkan artikel ini tidak diterbitkan," Hyunhee mulai memohon dengan berlutut.

"Ya ... pecat saja dia, jelas-jelas dia tak punya rasa dedikasi pada pekerjaannya. Mana bisa dia bekerja dengan bertindak subjektif, memangnya ini perusahaan miliknya yang bisa semena-mena dan semaunya," ucap Wakil Ketua Tim Editor sarkastis.

"Hmmm ... sebenarnya artikel ini juga tidak layak, karena tidak sesuai dengan topik pembahasan pada majalah kita. Kalau begitu aku akan bicarakan dulu dengan tim lainnya," ucap Ketua Tim lalu pergi meninggalkan ruangannya.

Hyunhee berdiri dari posisi berlututnya. "Kamsahamnida, Ketua Tim," Hyunhee mengucapkan terima kasih berkali-kali sembari menunduk.

[Flashback END]

Chanyeol mengacak-ngacak rambut Hyunhee. "Good girl," ucapnya memuji adiknya itu. Tapi tanpa disangka Hyunhee malah menangis, Chanyeol menatapnya bingung. "Aigoo ... adikku yang cengeng, sudah jangan menangis. Cup... Cup... Cup...." Chanyeol menghapus jejak air mata di pipi Hyunhee. "Gwaenchana," ucapnya lagi lalu membawa Hyunhee dalam pelukkannya.

Bukan Hyunhee saja yang sedang menangis saat ini, seseorang yang sedari tadi berdiri dibelakang mereka sembari memperhatikan juga ikut menitikkan air matanya.

"Gadis bodoh. Seharusnya kau abaikan saja aku," ucap orang tersebut yang tak lain adalah Hyunji.

Suara Hyunji memecahkan momen haru yang sedang berlangsung. Seketika Chanyeol dan Hyunhee segera menengok kearah sumber suara, Hyunji melangkahkan kakinya mendekati ayunan yang tengah dinaiki kakak dan saudara kembarnya.

"Aku juga ingin naik," ucap Hyunji terdengar seperti anak kecil. Dia menyerobot tempat duduk ditengah dan membuat Chanyeol terpaksa turun dari ayunan karena tidak cukup tempat. "Oppa, kau dorong kami. Yang kencang!" titah Hyunji. Chanyeol mendesis, tangannya mengepal hendak menoyor adik kurang ajarnya itu, tapi dia urungkan dan segera mendorong ayunan untuk adiknya.

Hyunji merengkuh tubuh Hyunhee, memangkas jarak diantara mereka. "Hyunhee –ya, aku minta maaf. Kau mau maafkan aku, kan?" Hyunhee tak segera menjawabnya, membuat Hyunji mencoba lebih keras untuk meluluhkan hati saudara kembarnya itu. Hyunji meraih tangan Hyunji dan menggenggamnya. "Hyunhee –ya...," panggil Hyunji lagi. Sepasang puppy eyes dia perlihatkan, tapi itu justru membuat Hyunhee menoyor kepalanya.

"Kirimkan $5.000 ke rekeningku, baru aku akan memaafkanmu," ucap Hyunhee terdengar licik dan begitu juga dengan senyumannya saat ini.

"Kau ini mata duitan sekali!" protes Hyunji.

Ya, begitulah kedua saudara kembar itu akhirnya berbaikan. Kini hubungan Hyunji dengan keluarga telah kembali membaik. Akankah hubungannya dengan sang kekasih juga demikian?

[TBC]

Pada chapter ini sedikit lebih panjang, makanya aku buat jadi 3 part.

See you next chapter

#XOXO    

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang