Part 13 - A

367 33 8


Hari sudah beranjak sore, seorang gadis dengan langkah kecilnya yang terkesan cepat, berjalan menyusuri hamparan pasir keemasan di bibir pantai. Di belakangnya ada seorang pria yang dengan setia mengikuti setiap tapak kaki gadis itu yang tercetak di pasir.

"Oppa~ apa yang kau lakukan? Cepatlah! Hari hampir sore, kita harus segera kembali kepenginapan sebelum gelap," ucap gadis itu setengah berteriak. Sebenarnya dia tak suka gelap.

"Hyunhee –ya, tidak bisakan kita disini dulu? Untuk melihat sunset," tawar pria itu.

"Tidak. Oppa –kan tau sendiri, aku tak suka gelap," akunya.

Ya, kedua saudara kembar itu memang tidak suka gelap atau bisa dibilang takut akan kegelapan. Mereka bahkan tidur dengan lampunya menyala, terkadang. Paling tidak, harus ada sedikit peneranganlah, lampu tidur misalnya. Tapi setidaknya Hyunji sedikit lebih pemberani dibanding Hyunhee.

"Kau tidak asyik!" cibir Chanyeol. "Pokoknya aku mau melihat Sunset dulu, kalau kau mau pulang, pulang saja duluan," ucap Chanyeol bersi kukuh, lalu dia mendudukan dirinya diatas pasir. Sebenarnya saat ini dia tengah melempar umpan pada Adiknya itu.

Hyunhee terdiam, dia tengah berpikir saat ini. Namun akhirnya dia menghampiri Oppa –nya itu.

"Kenapa berdiri saja? Duduk sini," ucap Chanyeol sembari menepuk lahan kosong disampingnya.

Hyunhee menendang pasir kearah Chanyeol, sehingga tubuh Oppa –nya itu penuh dengan pasir.

Chanyeol mendesis dan menatap tajam kearah Hyunhee, dia beranjak bangun lalu membersihkan tubuhnya dari pasir. Sementara itu, Hyunhee tengah menatapnya dengan siaga.

"Kau ini," ucap Chanyeol dengan jarinya yang sudah siap hendak menjentik kening Adiknya yang usil itu. Hyunhee menyipit memejamkan matanya, dia pasrah menerima hukuman.

Namun diluar perkiraan gadis itu, ternyata Chanyeol malah mengangkat tubuhnya dan dibawa hingga mendekati batas bibir pantai.

Hyunhee meronta minta diturunkan. "Oppa! Apa yang kau lakukan? Turunkan aku." Hyunhee memukuli punggung Chanyeol.

"Aku akan menceburkan kau kelaut," jawab Chanyeol.

"Ya! Ya! Ponselku ... Ponselku ... nanti ponselku bisa basah dan rusak," ucap Hyunhee cepat.

Chanyeol menganga, Adiknya ini sungguh ajaib. Dia lebih mengkhawatirnya ponselnya yang basah ketimbang dirinya sendiri.

"Nanti Oppa belikan yang baru."

"Shireo!! Ponsel ini banyak kenang-kenangannya dan yang terpenting, ponsel ini pemberian Jongin oppa dari gaji pertamanya."

Chanyeol menarik tas selempang yang mengalung pada leher Hyunhee, lalu dia melemparkannya sembarang ke pasir. "Sudah, bukan?"

"Tidak! Airnya dingin." Hyunhee masih meronta.

"Ya! Oppa juga akan basah, Paboya!"

Hyunhee mengeratkan pegangannya pada Chanyeol dan membuat Chanyeol kesusahan saat akan melempar Hyunhee ke laut. Akhirnya mereka jatuh bersama di laut Jeju.

Uhuk! Uhuk!

Hyunhee terbatuk, sesaat setelah muncul di permukaan.

Chanyeol melihatnya dengan khawatir juga bersalah. "Gwaenchana?"

"Ya! Oppa~ aku tertelan air laut," sahut Hyunhee masih dengan terbatuk.

Detik selanjutnya langsung disambut gelak tawa dari Chanyeol, rasa iba dan bersalahnya telah musnah. "Rasakan. Itu hukuman untukmu, eoh. Heh~ tadi mata Oppa juga kelilipan pasir gara-gara kau."

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang