Part 22 - A

346 33 4

Sepeninggalan Hyunhee, Chanyeol masih termenung duduk di balik meja makan. Raut bersalah terlihat di wajahnya ketika pikirannya kembali berputar pada beberapa waktu kebelakang, saat Jongin datang ke rumah dan bicara padanya. Pria itu bertanya mengenai Adiknya yang sulit hubungi, Chanyeol harus bilang apa? Dia bukan pihak yang berhak untuk menjelaskan. Jadi Chanyeol hanya bilang jika Hyunhee tinggal terpisah dan melanjutkan kuliah pada pria itu. Meskipun tidak keseluruhan dia katakan, tapi itu juga kebenarannya.

Chanyeol beranjak dari duduk saat dia mendengar suara bel berbunyi, dia menghampiri pintu dan membukanya. Kini senyuman sumringah sepenuhnya dia tampilkan pada dua orang yang berdiri di depannya, orang tuanya telah kembali. Chanyeol membantu membawakan barang-barang orangtuanya, Tuan dan Nyonya Park segera masuk dan duduk bersandar di sofa sembari melonjorkan kaki. Setelah meletakan koper, Chanyeol menuju dapur untuk mengambil air dan kembali untuk menyerahkannya pada orangtuanya.

"Bagaimana Appa, lancar pembukaan pabriknya?" tanya Chanyeol yang telah duduk.

Tuan Park meletakan gelas setelah menandaskan airnya. "Ya, berjalan lancar."

Chanyeol menggangguk paham. "Eomma dan Appa sudah makan?"

"Eomma sudah makan, tapi Appa –mu belum," jawab Nyonya Park.

"Kau juga belum makan Yeobo," ucap Tuan Park pada Istrinya. "Bisa kau siapkan makannya, Chanyeol –ah." Kali ini Tuan Park meminta.

"Ya, akan segera aku siapkan," jawab Chanyeol dan beranjak dari duduk.

"Raerim kemana? Sudah tidur?" tanya Nyonya Park.

"Iya," jawab Chanyeol. "Oh ya, ada Hyunhee." Chanyeol memberi tahu orangtuanya.

"Benarkah?" tanya Nyonya Park memastikan.

Chanyeol mendehem. "Dia di kamarnya. Mau dipanggilkan?"

"Tidak usah, biar Eomma saja yang mendatanginya.

Sementara itu, Hyunhee yang berada di kamarnya sedang berbaring dengan posisi tengkurap sembari memeluk bantal. Dia termenung, berpikir untuk mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapinya saat ini, Jongin sudah kembali. Dia harus apa? Mengatakannya atau tetap merahasiakannya? Tapi sampai kapan rahasia ini akan bertahan? Setidaknya Jongin pasti curiga dan dia akan mencari tahu, itu yang dia pikirkan.

Ditengah lamunan dalamnya, Hyunhee rasakan ponsel yang ada disakunya bergetar. Dia merogoh dan mengambilnya, itu Sehun yang menelepon.

"Yeoboseyo." Hyunhee menjawab panggilannya.

"Chanyeol hyung tadi menelepon, katanya kau akan menginap di rumahmu."

"Ya, Eomma dan Appa akan pulang malam ini. Tidak masalah bukan?" tanya Hyunhee.

Terdengar helaan nafas dari seberang sana. "Tentu saja boleh, aku tak mungkin melarangmu untuk bertemu orangtuamu. Kau bisa tinggal beberapa hari, karena aku juga akan pergi keluar kota."

Terlihat atau tidak, saat ini Hyunhee merasa senang mendengar jika Sehun akan pergi beberapa hari ke luar kota. Itu artinya dia masih punya waktu untuk menyelesaikan masalahnya dengan Jongin saat ini, tanpa harus khawatir kedua pria itu bertemu.

"Berapa hari kau pergi?"

"Sekitar tiga atau empat hari, mungkin."

'Itu lebih dari cukup,' gumam Hyunhee sembari mengangguk. "Baiklah."

Hyunhee mengakhiri panggilannya dengan Sehun, namun selanjutnya dia tersentak tatkala mendengar suara ketukan dari luar. Hyunhee bangun dan menoleh, pintu terbuka dan memperlihatkan sosok wanita paruh baya yang dia rindukan.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang