Part 20 - B

335 37 6


Semenjak pulang dari rumah Keluarga Park dan perbincangannya dengan Raerim perihal Yerim, Sehun menjadi diam –dia hanyut dalam pikirannya. Meskipun dia bilang, jika dirinya tak merasa bersalah atau apapun menyangkut meninggalnya sang mantan kekasih –Yerim, tapi ada hal yang terus mengusik benaknya. Dan karena sangking seriusnya Sehun berpikir, dia tak menyadari ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikannya.

"Kau baik-baik saja?" suara seorang gadis yang duduk dihadapannya –di balik meja makan– dan membuyarkan lamunan Sehun.

"Eum?" Sehun mendongak menatap mata gadis itu. "Ya," jawab Sehun sekenanya.

"Kau belum makan makananmu," ucap Hyunhee sembari menunjuk piring milik Sehun dengan dagunya. "Ku perhatikan, sejak pulang dari rumahku, kau jadi diam. Ada masalah?"

"Tidak ada. Sudah, lanjutkan makanmu," titah Sehun memotong pembicaraan.

Hyunhee mendehem.

Ditengah keheningan mereka makan, Hyunhee tampak sesekali melirik Sehun. Tampaknya ada hal yang ingin dia ungkapkan sedari tadi dan Sehun dengan kepekaannya saat ini, mulai bersuara.

"Kenapa? Ada yang ingin kau bicarakan?"

"... Emmmm ... itu, besok ...." Jelas sekali jika Hyunhee ragu.

Sementara Sehun masih menunggu dan memperhatikan gadis di hadapannya. "Besok kenapa?" tanya Sehun pelan tapi terdengar tak sabar.

"Besok aku akan masuk kuliah," jawab Hyunhee akhirnya.

Tanpa menjawab pertanyaan Hyunhee, Sehun beranjak dari duduknya dan mendekati gadis itu, lalu dia menempelkan punggung tangannya di kening gadis itu. "Tidak, kau masih perlu istirahat," jawab Sehun datar dan kembali duduk di kursinya.

Hyunhee cemberut mendengar penolakan Sehun yang tak mengijinkannya pergi kuliah. Dia sudah hampir seminggu absen dan ketinggalan pelajaran, dia tak suka. Namun Hyunhee tak patah arang tapi Sehun sama keras kepalanya.

Setelah makan malam, Sehun juga langsung pergi ke kamar, tidak membantu Hyunhee membereskan peralatan makan. Oke~ itu bukan masalah bagi Hyunhee –dia masih cukup mampu melakukan pekerjaan itu. Saat Hyunhee selesai mencuci piring dan masuk ke kamar, dia melihat pria itu sedang berbaring di ranjang dan berselimut –tidak tidur, matanya memandang dengan sorot kosong. Untuk kesekian kalinya Hyunhee menangkap Sehun sedang melamun, kini dia mulai berpikir tentang hal apa yang menjadi penyebab pria itu diam. Tapi Hyunhee urung untuk bertanya dan memilih tidur.

'Lihat saja, dengan atau tanpa ijin dari Sehun, dia akan pergi ke kampus besok!" batin Hyunhee bertekad. Dia sudah lelah menjadi Rapunzel yang dikurung oleh Pangeran yang keras kepala.

___○– IFA –○___

Pagi harinya, tepat saat Hyunhee membuka mata, dia di kejutkan oleh sepasang mata merah yang menatapnya. Itu bukan Vampir, tapi Sehun yang tampaknya terjaga semalaman. Hyunhee memegangi dadanya, bersyukur dia tak memiliki penyakit jantung.

Hyunhee terduduk di ranjang dan menoleh pada Sehun, kemudian mengguncang tubuh pria itu pelan. "Kau sudah bangun?" tanya Hyunhee sedikit berbisik.

"Ya," jawab Sehun singkat lalu dia bangun dan beranjak dari kasur menuju kamar mandi.

Sesaat kemudian terdengar suara percikan air yang jatuh mengenai lantai keramik dari dalam kamar mandi dan tak lama setelah itu, sesosok pria dengan tubuh basah yang terlilit handuk putih sebatas pinggang keluar dari ruang tersebut. Sementara itu, sosok gadis yang sedari tadi masih duduk di ranjang tampak mematung, namun setelahnya gadis itu berbalik badan tatkala pria itu menatap langsung kearahnya.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang