Part 27 - B

627 33 10

Hyunhee terpaku melihat sosok cerminannya itu, kakinya entah mengapa melangkah mundur di saat orang itu hendak menghampirinya. Sang Oppa yang berada di sebelahnya mencekat lengannya, tapi Hyunhee menepis dan pergi meninggalkan rumahnya.

Saat di luar dia berpapasan dengan Nyonya Oh yang hendak masuk, wanita paruh baya itu menatapnya bingung.

"Eommeoni, kita bicarakan hal ini lain waktu saja," ucap Hyunhee dengan gusar. Dia menghampiri mobil dan masuk.

Nyonya Oh sendiri tak mengajukan pertanyaan meskipun dia sangat penasaran, dia memilih mengikuti Hyunhee untuk kembali dengan pikiran –mungkin kondisi Keluarga Park sedang tak baik.

Kenapa di saat akan menyelesaikan segala, dia ....

Pikiran Hyunhee rasanya buntu, dia tak tau harus berbuat apa. Tapi di lubuk hatinya dia merasa tenang dan bersyukur setelah melihatnya.

"Hyunhee –ya, kau baik-baik saja?"

"Ya?" Hyunhee tersadar dari pikiran sesaatnya. "Ya Eommeoni, aku baik-baik saja. Eommeoni sekarang pulang saja, sepertinya aku sedikit lelah dan ingin istirahat."

"Sehun meminta Eommeoni untuk ___."

"Tidak perlu Eommeoni, kali ini aku ingin sendiri. Kumohon," potong Hyunhee.

"Baiklah, jaga dirimu."

"Terima kasih Eommeoni." Hyunhee membungkuk sampai mobil Nyonya Oh meninggalkan kawasan hotel. Dia berjalan masuk untuk kembali ke kamarnya.

Hyunhee menunggu pintu lift terbuka, saat dia telah masuk dan pintu lift hendak tertutup ... sebuah tangan mencegahnya.

Seorang gadis berdiri di depannya. Hyunhee menatap gadis itu dengan bergetar. "Hyu ... Hyunji –ya."

"Kenapa kau lari, Sister?" tanya gadis bernama Hyunji itu, kembarannya –sembari melangkah masuk ke dalam lift.

Hyunhee tak menjawab. Dia bergeser sedikit dari tempatnya, menyediakan ruang lebih bagi saudaranya.

Manik Hyunji memperhatikan nomor lantai yang terus berganti naik. "Kau tak ingin bertemu denganku? Tak rindu padaku?" tanya Hyunji dengan nada tenang.

Berbeda dengan Hyunhee yang panik. "Bu ... bukan begitu."

Hyunji menghampiri kembarannya itu dan memeluknya. "Aku sangat merindukanmu. Maaf karena telah membuat kalian susah."

Dalam rengkuhan sang saudara, Hyunhee terisak dengan tubuh kaku. Dia –pun sama halnya merasakan kerinduan dan khawatiran yang menyesak itu. Tapi Hyunhee juga tak tau harus berkata apa pada Hyunji mengenai Sehun dan yang terjadi selama dia tak ada.

Hyunhee dan Hyunji duduk bersebelahan di sofa, ada ketegangan diantara mereka.

"Kenapa kita diam-diaman seperti ini?" Hyunji memecah hening. "Ya! Apa kau punya salah padaku?" tuduhnya.

Hyunhee duduk dengan gugup, sedari tadi dia sibuk meremas jemarinya. Dia harus mulai cerita dari mana pada Hyunji? Hyunhee masih bermain dalam pikirannya. "Maafkan aku, Hyunji –ya. Aku tak bermaksud ___."

"Chanyeol oppa sudah menjelaskan semua." Hyunji berujar tenang. "Bukan kau yang salah, tapi aku ... aku melarikan diri dari Sehun. Sementara dia ... Aish! Memikirkannya membuatku kesal sendiri. Bodoh sekali mengira kau itu, aku!" Hyunji geram, dia meraih cangkir dan menenggak isinya, untuk melancarkan tenggorokannya.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang