Part 25 - B

374 34 11

"Kita kembali ke resort, ada yang perlu aku bicarakan."

>

>

>

Siapa kau?

Sebuah pertanyaan yang terus mengusik benak Sehun, namun urung dia lontarkan lantaran tak sanggup mendengar jawabannya dan terlalu berego untuk membiarkan dirinya kalah dari Jongin.

"Maaf, semalam itu karena aku mabuk," dalih Sehun berdusta, karena sebenarnya dia dalam keadaan sadar sepenuhnya.

Hyunhee yang masih memalingkan wajahnya, dia bergeming. Perih, mengetahui bagaimana mahkotanya terenggut tanpa ijinnya dan terlebih lagi pria itu dalam keadaan mabuk –sama sepertinya.

Hal apa yang dapat dia perkarakan terhadap orang mabuk? Terlebih pria itu berstatus suaminya. Sungguh dia ingin memaki dan meneriakan bahwa dirinya bukanlah gadis yang pria itu maksud –Hyunji.

"Tinggalkan aku sendiri," ucap Hyunhee hampir tak terdengar.

Sirna sudah, semua kata yang ada dalam benaknya tak dapat dia tuangkan, lantaran teringat bagaimana pria itu hendak bunuh diri. Bayangan kematian seakan menghampirinya, Hyunhee tak sanggup menghadapinya.

Sehun menuruti permintaan 'gadis' itu, namun dia sempat berkata, "Jangan pernah pergi dariku, karena aku akan selalu dapat menemukanmu." Entah itu sebuah permintaan atau ancaman.

Sepeninggalan Sehun, Hyunhee menumpahkan semua air matanya. Meremas kuat dadanya yang terasa sesak, hingga tanpa sadar jemarinya menyentuh sebuah bandul yang menggantung di lehernya. Mata Hyunhee menerjap, dia menunduk untuk melihat benda itu –kalung pemberian Sehun. Seakan menyadari sesuatu, Hyunhee segera melepas kalung itu dan melemparnya ke sudut ruangan –sembarang. Kalung yang terpasang alat pelacak, alasan bagi pria itu selalu menemukannya dan dia tak pernah bisa melepaskan diri.

Nekad! Itulah sebutan dari tindakan Hyunhee saat ini. Di tengah malam dia meninggalkan resort, tujuannya adalah pergi meninggalkan Sehun. Dan saat ini dia sudah ada di dermaga, menunggu kapal yang akan membawanya ke pusat kota lalu menaiki mobil ke Bandara hingga kembali ke Korea untuk menemui kekasihnya –Kim Jongin.

Dalam benaknya dia berterima kasih pada Kyungsoo, dia adalah seseorang yang sangat dapat diandalkan. Asisten dari kekasihnya itu telah mengurus semua perjalanan pulangnya, termasuk akomodasi dan seorang yang menemani perjalanannya. Lalu Jongin, pria itu menunggu di Bandara Incheon untuk mempersingkat waktu pertemuan mereka. Karena jika Jongin ikut menyusulnya ke Maladewa, kemungkinan dia harus menunggu kedatangan pria itu dahulu dan itu buang-buang waktu –pikir Hyunhee.

"It's okey, Miss. All will be fine," ucap seorang wanita yang merupakan pendamping perjalanan Hyunhee.

Meskipun Hyunhee mengiyakan ucapan wanita itu untuk tenang, tapi rasanya tidak semudah itu. Hatinya terus saja gusar, memikirkan Oh Sehun yang tak menemukan keberadaannya –lalu pria itu bunuh diri. Hyunhee menggelengkan kepalanya, membayangkan Oh Sehun bunuh diri di tempat yang jauh dan seorang diri. Hyunhee mencengkrang kuat roknya.

Ingin rasanya dia membuang semua rasa khawatirnya pada Oh Sehun.

Bagaimanapun pria itu yang telah membuat keadaaannya menjadi runyam seperti ini.

Si Bodoh yang jatuh cinta pada orang yang salah.

Tapi jika Hyunhee kembali mengingat kejadian awal yang membuat pria itu jatuh cinta pada dirinya dan mencari keberadaannya, hal tersebut membuatnya tersentuh.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang