Part 15 - B

Mulai dari awal

Namun pria bernama Oh Sehun itu tak menjawab rasa keingin tahuannya, merasa tak mendapat respon akhirnya Hyunhee menelisik keadaan pria itu. Padahal sebelumnya dia menjauhkan diri dari pria bernama Oh Sehun, karena bau alkohol yang mengganggunya. Hyunhee mendekat kearah Sehun, agar dapat lebih jelas melihatnya. Saat dia melihat raut wajah dari Sehun, dia tampak cemas.

"Sehun –ssi, gwaenchanayo?" tanya Hyunhee terdengar panik. Dilihatnya Sehun memegangi salah satu tangannya, refleks dia langsung meraih tangan Sehun. "Apa ini yang sakit?"

Seketika Sehun langsung mendongakkan kepalanya menatap kearah Hyunhee. "Eoh ... kepalamu berdarah."

Hyunhee langsung memegangi kepalanya dan meraba setiap sudutnya. Benar saja, kini dia melihat ada darah ditangannya. "Gwaenchana, ini tak sakit." Lalu Hyunhee tampak mengeluarkan ponselnya dan mulai menekan tombol 911 yang merupakan panggilan untuk keadaan darurat. Beberapa saat kemudian dia mulai fokus kembali pada Sehun. "Berikan ponselmu, aku akan menelepon wali mu. Karena sepertinya kau perlu dibawa ke rumah sakit, kondisi tanganmu cukup serius," tuturnya.

Tanpa babibu, Sehun langsung memberikan ponselnya. Setelah menerima ponselnya, Hyunhee langsung mengotak-atik isi ponsel tersebut. Dia membuka daftar riwayat panggilan pada ponsel milik Sehun, terdapat beberapa panggilan terakhir atas nama 'Xiumin hyung'. Tanpa pikir panjang, dia langsung menelepon nomor dengan ID tersebut.

Sehun masih tampak kesakitan dan berangsur-angsur tingkat kesadaran Sehun mulai menurun hingga akhirnya dia pingsan.

Beberapa saat ambulans datang, dua orang petugas medis turun bersama dengan brankar dan menghampiri Hyunhee dan pria bernama Sehun yang tak sadarkan diri itu. Lalu pria itu diangkut masuk ke dalam ambulans, sementara Hyunhee masih terlihat menontonnya, hingga salah seorang petugas medis menghampirinya.

"Nona, kau juga masuklah," ajak petugas medis itu pada Hyunhee.

"Aku? Kenapa?"

"Bukankah kau yang menelepon ambulans tadi?"

"Ya, tapi apa urusanku?" tanya Hyunhee lagi, dia masih bingung.

"Bukankah kau walinya?" kali ini giliran petugas medis itu yang bertanya.

"Bukan, aku hanya orang yang menolongnya," jawab Hyunhee sembari menggelengkan kepalanya.

"Yasudah, kau ikut saja," ucap petugas itu seakan memaksa.

Hyunhee menghela nafasnya. 'Apa lagi sekarang', pikirnya.

"Luka di pelipismu harus di obati, Nona," tutur petugas medis itu.

Dan dengan alasan itu, Hyunhee ikut masuk ambulans dan ke rumah sakit untuk mengobati lukanya yang tidak seberapa.

Hyunhee yang selesai di obati lukanya, dia menunggu pria itu di dekat ranjangnya. Hingga ada seorang pria yang datang dengan berlari dan menghampiri pria yang bernama Sehun itu.

"Annyeonghaseyo," sapa Hyunhee pada pria yang baru datang itu. "Xiumin –ssi?" tanya Hyunhee.

Pria itu membungkuk dan segera membalas salam Hyunhee. "Iya, betul. Siapa?" jawabnya lalu bertanya karena tak kenal dengan gadis yang mengajaknya bicara. "Ahhh ... apa kau yang meneleponku tadi?" pria bernama Xiumin itu akhirnya ingat dan bertanya untuk memastikannya.

Namun sebelum Hyunhee membuka mulutnya, seorang Suster menghampiri mereka dan menyerahkan lembar formulir pasien untuk di isi. Maka Xiumin undur diri untuk menyelesaikan administrasi.

My Possessive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang