Call me "Mommy" (5)

2K 177 73
                                    

Jihyo merasakan jantungnya berdebar sangat kencang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jihyo merasakan jantungnya berdebar sangat kencang. Tubuhnya seperti susah untuk bergerak. Ini sudah hampir lima belas menit posisi tubuhnya tidur menyamping menghadap Jake dan memeluk anaknya yang sudah tertidur sedari tadi, dan Jihyo mulai merasakan sangat pegal. Ingin sekali dirinya bergerak leluasa, namun ia terus menahannya ketika tak sengaja melirik pada Jungkook yang tampak belum tidur di sisi sebelah Jake. Pria itu terlihat masih membuka matanya memandang langit-langit kamar ini dengan tangan menjadi bantalannya. Mereka hanya hening sedari tadi, suara dengkuran halus dari Jake menjadi pengisi suara ruangan ini.

Saat Jungkook meliriknya, Jihyo berpura menutup mata seolah sudah tertidur.

"Kenapa belum tidur?"

Tiba-tiba suara Jungkook menegangkan tubuh Jihyo. Ntah kenapa Jihyo merasa keadaan mendadak sangat canggung.

"A—aku akan ti—tidur." Jihyo mencoba memejamkan matanya tapi terusik mendengar Jungkook lagi.

"Aku merindukan kenangan kita dulu."

Oh tidak! Jihyo paling takut jika Jungkook sudah menyangkut hal menyakitkan itu.

Jungkook memalingkan wajahnya menghadap Jihyo. Menelisik setiap inci wajah Jihyo yang sama sekali tidak berubah setelah mereka berpisah 10 tahun lamanya. Cantik wanita itu sama sekali tidak berkurang, bahkan bagi Jungkook Jihyo semakin cantik di matanya. Membuatnya sangat takut jika ada pria lain berani membawa wanita cantik ini.

"Seperti kita sekarang ini, aku jadi mengingat kejadian dulu."

Jungkook menarik ujung bibirnya sangat tipis. Jihyo hanya diam saja membalas tatapan Jungkook dengan sendu. Hatinya terasa teremas mengingat hal itu.

"Aku benar-benar menyesal melakukannya saat itu. Tapi sekarang sama sekali tidak. Dengan hadirnya Jake membuat kita akhirnya kembali bertemu lagi."

Tiba-tiba mata Jihyo terasa panas, seakan cairan hangatnya akan keluar sebentar lagi. Ingatan itu kembali terputar di otaknya. Rasa bersalahnya kembali menguak menggores hatinya mengingat kejadian dulu.

"Maafkan aku..." Lirih Jihyo bersamaan air matanya perlahan menetes.

Jungkook mengulurkan tangannya mengusap air mata Jihyo. "Apapun alasanmu, aku akan memaafkanmu Jihyo."

Perkataan Jungkook malah membuat hati Jihyo terasa sakit. Bagaimana bisa Jungkook begitu mudah memaafkan perlakuan jahatnya dulu. Seharusnya Jihyo pantas dibenci pria bermarga Jeon ini. Bukan dimaafkan semudah ini. Tanginya semakin deras.

"Hikss... Jungkook..."

Nafas Jungkook tercekat, tak tahan melihat Jihyo terus menyesal. Ia begerak, berdiri menggeser tubuh Jake ke posisinya, lalu ia beralih pindah tepat di sebelah Jihyo. Kini posisi mereka Jihyo di tengah.

Jungkook membalikkan tubuh Jihyo menghadapnya. Mereka tidur dengan posisi berhadapan. Jihyo semakin tidak sanggup melihat wajah Jungkook, kenangan dulu sangat menyakitkan untuknya.

Just Junghyo✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang