Again And Again!

181K 3.9K 481
                                    

Happy Reading.


°

Aku diam membiarkan Jimin mengecupi keningku. Aku tidak bergerak atau berbicara padanya. Aku masih emosi mengingat kejadian tadi, dia tidak mau jujur padaku perihal wanita dimasa lalunya. Sebenarnya seberapa banyak wanitanya.

"Aliya!" Tangan Jimin melingkar di pinggang telanjang ku, aku memang tidak mengenakan apapun. Hanya berbaring dalam selimut dan Jimin juga ikut masuk kedalam selimut.

"Ayolah kita disini untuk bulan madu dan bukanya bertengkar!" Suara Jimin terdengar lirih dan aku menjadi tidak tega. Tapi aku terlalu gengsi untuk berbalik memeluknya.

"Alasanku tidak mengatakan kebenaran itu karena aku takut kau akan terluka. Lihatlah sekarang, aku bahkan belum bicara apapun kau sudah seperti ini. Apalagi aku berkata jujur" isakanku akhirnya terdengar mendengar ucapan Jimin. Apakah begitu banyak? Wanita dimasa lalunya?

"Baik jika itu maumu. Kau wanita ke-9 yang disampingku dan lainya hanya perempuan yang biasa digunakan untuk bermain-main" tangisku pecah mendengar ucapan Jimin. Sebanyak itu?

"Hanya 4 yang masuk kedalam ranjangku dan selebihnya aku tidak menyentuh mereka" aku tidak menahan diri untuk berbalik dan menampar pipinya. Aku emosi.

"Pukul aku. Asal kau mau bicara denganku lagi. Pukul aku" Jimin menunjukkan pipinya, dan meraih tanganku untuk memukul pipinya. Ini sungguh sakit. Sangat.

"Kau jahat. Kenapa wanitamu sebanyak itu?" Jimin meraihku dalam pelukannya dan mengusap punggungku dengan lembut. Demi Tuhan aku marah sekarang. Rasanya sungguh sakit.

"Aku akan mengatakan semuanya. Aku tidak mau kau salah faham. Seperti apa yang kau tau aku hidup di New Zealand, disana kota keras dan malam Aliya. Bayangan gelap pasti ada disana dan aku bukan orang kuno yang tidak tau caranya bersenang-senang. Aku butuh sesuatu untuk melampiaskan kekesalan atau nafsuku. Aku laki-laki normal yang memproduksi hormon yang aktif dan aku tidak munafik jika aku pernah beberapa kali berhubungan seks dengan wanita disana. Tapi yang perlu kau tau aku tidak pernah melakukan kontak langsung dengan mereka. Aku bersih, aku selalu menggunakan pengaman dan lagi aku tidak terlibat kontak fisik sejenis ciuman atau cumbuan. Aku langsung menuju permainan inti, karena aku tau berhubungan dengan jalang adalah hal yang salah. Tapi apa yang harus kulakukan untuk menyalurkan nafsuku? Aku butuh kesenangan"

Tangisku semakin keras mendengar ucapan Jimin. "Apa kau tau hanya kau yang menerima benihku. Aku selalu melakukan kontak fisik denganmu. Entah itu cumbuan atau ciuman, perlu kau tau hanya kau yang ku tinggalkan jejak. Hanya kau. Dan aku berhasil membuatku kecanduan, demi Tuhan aku tergila-gila dengan tubuhmu. Rasanya aku ingin selalu mencecap tubuhmu dalam lidahku dan aku selalu ingin menyatukan tubuh kita. Setidaknya mengertilah posisiku. Aku juga butuh hiburan, dan lagi pula itu hanya masa lalu. Aku hidup dimasa depan denganmu dan aku ingin menjalaninya tanpa bayangan masa lalu"

"Apa wanita dipesta itu juga pernah kau sentuh?"

"Tidak. Kami hanya berkencan dan dia tergila-gila padaku. Dia selalu mengajakku berhubungan seks tapi aku tidak mau" jawaban Jimin tegas tapi tidak mengurai rasa sakitku. Rasanya masih sama!

"Aku takut kau akan selingkuh Ji. Aku tidak mau suamiku meninggalkan aku!" Akhirnya aku jujur mengenai ketakutanku. Melihat masa lalu gelapnya aku sedikit takut. Aku hanya wanita polos yang tidak tau apapun, tapi suamiku punya masa lalu yang gelap dan penuh dengan wanita.

"Kau yang akan jadi yang terakhir. Aku janji!" Aku melepaskan pelukan kami. Menatap mata Jimin seolah mencari kebenaran dari sana, dan aku hanya bisa menemukan kejujuran disana.

All About Sex! 21+Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang