Your Honesty!

106K 3.2K 172
                                    

Happy Reading.

"Aku pernah menyukai seorang gadis" baru satu kalimat yang Jimin lontarkan aku sudah merasakan sakitnya. Dia menarik nafas dalam-dalam dan semakin mengeratkan pelukannya pada pinggangku.

"Hanya tahap saling menyukai dan belum sampai cintai. Dia punya perasaan lebih padaku dan aku hanya menganggapnya biasa karena aku hanya suka. Kau pasti tau perbedaan suka dan cinta. Sampai suatu hari aku bosan menyukainya" aku mendengarnya dengan baik dan aku merasakan jika puncak kepalaku basah. Ya Tuhan apa Jimin menangis. Ini bahkan baru awal.

"Awal mulanya adalah saat aku kembali saling bertukar kabar dengan Taehyung. Saat itu aku melakukan panggilan Video denganya dan aku tidak sengaja melihatmu. Aku melihatmu tumbuh dewasa dan cantik, itulah awal aku bosan dengan dia Aliya. Semua itu karenamu. Aku bosan menyukai gadis itu karenamu. Karena aku melihatmu untuk sekian lamanya kita tidak bertemu" jadi aku juga terlibat disana. Aku terlibat dalam masa lalu Jimin dan aku penyebab Jimin bosan dengan gadis itu. Ya Tuhan.

"Tidak jangan merasa bersalah. Ini murni salahku" Jimin mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepalaku.

"Aku merasakan perasaan yang dulu tumbuh saat melihatmu semakin mengembang. Apalagi mendengarmu selalu memanggil Taehyung. Suaramu terus berputar diingatan ku dan Aliya aku bersumpah aku tergila-gila padamu waktu itu bahkan sampai saat ini dan dari tergila-gila itu aku menyakiti gadis itu. Aku menyakitinya. Aku melukai gadis itu Aliya" Jimin menangis dan aku berbalik. Menatap wajahnya yang basah oleh air mata. Jimin terlihat sangat lemah, Demi Tuhan aku tidak tega melihatnya.

"Ji?"

"Dia selalu mendekatiku tapi aku tidak tertarik sama sekali. Aku hanya tertarik padamu dan hanya sibuk mencari tau tentangmu. Aku tidak peduli pada sekitar lagi. Otakku hanya teringat denganmu. Memikirkan cara agar aku bisa segera pulang dan bertemu denganmu. Kau keinginan terbesarku Aliya. Katakan aku gila karena terobsesi denganmu. Tapi itu kenyataannya. Aku memang seperti orang gila saat mengingatmu" Jimin semakin menangis dan aku seperti orang bodoh sekarang. tanpaku sadari Jimin seperti ini karenamu dan aku tidak tau sama sekali bukan aku tidak mengenalnya.

"Masalah terbesarnya adalah karena ini cinta segitiga" tanganku terulur untuk mengusap air matanya yang mengalir. Aku tidak tega sungguh.

"Brian Lee, dia temanku dan dia tertarik pada gadis itu. Dan gadis itu justru tertarik padaku. Rumit bukan" sorot mata Jimin semakin terluka saat menyebut nama Brian.

"Aku mengabaikan dia dan aku tidak peduli padanya sama sekali. Brian adalah sahabat baikku maka dari itu dia selalu menyuruhku untuk membalas perasaan gadis itu. Aku tidak mendengarkan Brian sama sekali, aku hanya peduli padamu. Sampai hari itu tiba, gadis itu datang dengan keadaan buruk, dia menangis dan mengatakan jika dia hamil dan yang lebih parah adalah dia ingin aku mempertanggung jawabkan anak itu. Demi Tuhan Aliya aku tidak pernah menyentuhnya. Aku jelas tidak mau mengakui anak itu. Itu bukan darah dagingku" aku memperhatikan Jimin yang masih bercerita. Jelas itu menyakitkan, itu bukan benihnya dan kenapa gadis itu ingin Jimin mempertanggung jawabkan anak itu?

"Aku menolak mentah-mentah dan kau tau apa yang dia katakan? Jika aku tidak mempertanggung jawabkan anak itu dia akan mati bunuh diri. Aku tidak peduli karena itu bukan anakku. Dan aku hanya berfikir jika dia tidak akan benar-benar bunuh diri. Kufikir itu hanya ancaman tapi fikiranku meleset. Dia benar-benar bunuh diri dan itu dilakukan tepat didepan mataku" Tubuh Jimin bergetar dan memeluknya. Menarik kepalanya dalam pelukan ku. Aku tau ini berat untuknya.

"Dan menurutmu apa yang akan dilakukan seorang remaja berumur 18 tahun saat melihat orang bunuh diri didepannya? Aku hancur Aliya. Aku seakan mati dengan Fikiran dan hidupku, lebih buruk dari pada itu adalah Brian menyalahkan aku karena kematian gadis itu. Sangat menyedihkan! Dan apa kau tau siapa ayah dari anak gadis yang mati itu. Dia Brian, Brian ayahnya dan dia menyalahkan aku karena tidak menahan gadis itu bunuh diri. Brian menyalahkan aku" pelukanku semakin erat. Kenapa ini serumit ini? Jika gadis itu hamil anak Brian kenapa justru meminta Jimin bertanggung jawab. Apa maksudnya? Dia gila. Gadis itu gila.

All About Sex! 21+Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang