Really Love You.

84.6K 2.7K 145
                                    

Happy Reading.

°

Tanganku terulur untuk mengusap tangan Jimin, menyadari jika masa lalu suaminku sangat berat, belum lagi kenyataan jika kakekku terlibat dalamnya.

"Ji boleh aku bertanya?" Jimin mengangguk tanpa ragu dan menatapku.

"Apa saat bersamaku kau merasakan kecanduan itu?" Aku masih takut pada kecanduan Jimin. Dia memerkosa wanita tanpa ampun dan tanpa bekas kasihan, dia seperti singa yang akan terus menyerang dan lagi dia juga tidak mau berhenti.

"Jika kau bertanya jawabannya adalah iya. Aku juga kecanduan, tapi berbeda persepsinya. Kecanduan ku padamu murni karena keinginan ku dan cintaku, bukan karena kebencian dan ketakutanku. Saat menyentuhmu aku merasa bahagia dan lagi aku juga seperti terus tertarik magnet untuk selalu mendekat padamu. Awalnya saat malam pertama kita aku takut, takut kau akan terluka karena kecanduanku tapi mengingat dimana saat malam pertama kita aku tidak menyakitimu membuatku sadar jika aku murni menyentuh mu karena cinta. Kau harus membedakan itu Aliya. Aku bukan orang gila yang akan menyakiti wanita yang kucintai" aku menarik nafas dalam-dalam mendengar suara Jimin. Tegas tapi penuh kelembutan. Aku tau dia jujur. Saat malam pertama kami aku memang merasakan sakit, tapi hanya sakit saat melepaskan status gadisku dan untuk perlakuan Jimin sangat lembut malah.

"Apa kau sadar kenapa aku menantangmu waktu itu? Menantang mu yang tidak punya pengalaman apapun untuk memuaskan suamimu? Mengejekmu dengan cemoohan, apa kau ingin tau alasanku melakukan itu?" Jimin menyuarakan pertanyaan padaku. Aku ingin saat malam pertama kami Jimin lebih dulu mengejekku. Mengatakan jika aku gadis kecil yang tidak tau apapun. Dan saat itulah aku menciumnya untuk pertama kalinya.

Aku hanya menggeleng sebagai jawaban dari pertanyaan Jimin. Aku memang tidak tau apa alasan Jimin. "Karena aku tau kau bukan orang yang suka dihina. Jika harga dirimu direndahkan kau pasti akan emosi dan membuktikan jika kata-kata orang yang mengejekmu tidak benar. Dan lihat dari ejekanku waktu itu, kau menyerangku dulu kan? Bukankah kau yang dulu mencium ku?" Pipiku bersemu merah mendengar jawaban Jimin. Bagaimana bisa aku lupa dimana aku dulu yang mencium Jimin. Itu sama saja aku menawari, padahal jika umumnya adalah laki-laki dulu yang minta.

"Aku punya setiap arti untuk permintaanku Aliya dan pasti kau tidak sadar! Benar bukan?" Ku tolehkan pandangan ku pada Jimin. Dia mengatakan apa? Arti dalam keinginannya? Apa maksudnya?

"Saat aku ingin kau memasak? Aku sebenarnya ingin kau mengerti apa yang aku suka dan aku ingin kau selalu menyiapkan itu. Tanpa sadar aku ingin terus bergantung padamu jika kau sudah tau apapun yang kuinginkan. Dan aku juga mendorongmu untuk mengerti apa yang kuinginkan, entah itu dari kesukaan atau kebiasaan. Aku ingin kau mengerti semua dan itu membuatku terus ingin berada disampingmu dan melupakan kegilaan ku pada Sex" aku tidak tau jika Jimin punya penjabaran untuk disetiap keinginannya, ku fikir Jimin hanya ingin memonopoli ku dan ingin menang sendiri. Ternyata persepsi ku salah. Dia ingin bergantung padaku, dan selalu membutuhkan aku disisinya.

"Dan apa kau ingat saat aku minta menyusu setiap hari? Sebenarnya itu hanya alasanku untuk sadar jika tidak ada kau disampingku maka aku akan mati. Layaknya seorang bayi yang butuh ibunya, seperti itu aku mengartikan keinginan itu" aku terenyuh mendengar suara Jimin. Jadi dia tidak benar-benar memanfaatkan aku? Dia ingin aku selalu dibutuhkan dalam hidupnya? Ya Tuhan aku begitu bodoh tidak menyadarinya.

"Dan perlu kau tau Aliya. Dalam setiap detik nafas dan kehidupanku satu-satunya wanita yang kucintai adalah dirimu, entah kau sadar atau tidak aku akan selalu mencintaimu. Dan yang pasti adalah tidak akan ada yang menggantikan posisi mu disini!" Tangan Jimin menarik tanganku untuk berada didada sebelah kirinya. Menempatkan itu tepat diposisi jantungnya.

All About Sex! 21+Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang