Sick

63.1K 2.2K 196
                                    

Happy Reading.

+

Mengikuti tarikan tangan Brian dalam keadaan hanya mengenakan selimut saja membuatku seperti idiot. Laki-laki ini melecehkan aku. Bajingan ini.

"Bagaimana?" Mataku kosong melihat dimana Jimin dan Paman Steven yang terikat dalam keadaan mengenaskan. Mereka pingsan dan yang lebih menyesakkan adalah Jimin hanya mengenakan Trunk Saja. Ji?

Aku menatap Brian dengan sorot kebencian. Aku semakin membenci laki-laki ini. "Kau menjijikkan!" Brian tersenyum dan mengarahkan wajahku untuk melihat Jimin dan paman Steven.

"Menjijikkan? Bagaimana jika kau melihat suamimu itu? Dia lebih menjijikkan!" Aku terkejut saat tiba-tiba ada seorang wanita yang berjalan mendekati Jimin. Wanita itu hanya mengenakan pakaian dalam saja. Dia mau apa?

"Lihat suamimu!" Mataku membulat saat wanita itu tiba-tiba berjongkok didepan Jimin. Lebih tepatnya menghadap Jimin. Brengsekkk apa dia berniat memperkosa suamiku.

"Bastard apa yang kau lakukan?" Aku histeris tentu saja. Wanita itu benar-benar melakukan hal tidak senonoh pada Jimin. Melepaskan celana Jimin begitu saja dan mengulum kejantanan Jimin. Brengsekkk.

"Kau mendengar itu sayang?" Aku menangis tentu saja. Apalagi mendengar suara Jimin yang sepertinya mengeram.

Aku tidak tahan!

"Sialan!" Aku mendorong tangan Brian yang memegangi ku, berlari kearah Jimin dengan cepat. Mendorong wanita itu hingga terjungkal dari depan Jimin.

"Ji?" Aku memeluk tubuh Jimin dengan erat. Ya Tuhan apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkan suamiku?

"Ji!" Aku menepuk pipinya dengan keras, berharap Jimin akan bangun. Tanganku yang satu mencoba melepaskan ikatan tangan Jimin. Jimin harus lepas.

"Ji!"

"Aliya?" Aku masih mencoba melepaskan ikatan Jimin. Panggilan Jimin membuatku semakin lemah. Suaranya benar-benar pelan, aku yakin jika tenaga Jimin banyak terkuras.

"Sayang maaf!" Aku menggeleng keras. Ini bukan salah Jimin, ini salah Brian, laki-laki Bangsat itu harus mati. Ya dia harus mati.

"Tidak Ji. Dia yang harus minta maaf dan dia juga harus bertanggung jawab. Dia adalah akar dari kesialan ini. Aku bersumpah akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!" Aku berhasil melepaskan Jimin dari ikatan itu. Tanganku meraih trunk Jimin dan membantunya mengenakan itu. Jimin harus menutupi tubuhnya.

"Jadi kau ingin lari hem?"

Entah dari mana keberanianku muncul, aku tidak takut saat Brian menodongkan pistol pada kepalaku. Aku tidak takut sama sekali sungguh.

"Apa kau berniat membunuhku?" Aku berbalik dan menghalangi tubuh Jimin dan Brian. Aku tidak peduli lagi sekarang. Tanganku meremas tangan Jimin dengan kuat. Hanya ini kekuatan ku sekarang.

"Aliya!" Aku tersenyum mendengar suara lirih paman. Aku melupakan paman ternyata. Benar aku juga punya paman Steven disini. Aku tidak sendirian.

Mataku masih menatap muak kearah Brian. Pistol itu masih sempurna mengarah dikepalaku, aku harus memikirkan cara untuk membuat pistol itu turun.

Stela. Nama itu. Bener Stela.

"Kau berniat membunuhku Idiot. Apa kau tidak menyayangi Stela. Kau lupa jika dia mirip denganku?"

Senyum angkuh untuk Brian muncul dibibirku. Melihat wajahnya tiba-tiba berubah ekspresi membuatku yakin jika ini akan berakhir denganku. Stela kelemahan Brian.

All About Sex! 21+Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang