Your Bitch!

213K 4.4K 398
                                    

Happy Reading.

°


Ini gila, ekspetasinya tidak sesuai pandanganku. Aku berfikir hanya akan pergi ke Jeju atau pulau-pulau kecil Korea lainya tapi Jimin justru membawaku ke Maldives. Gila bukan, aku berencana untuk menenangkan diri tapi Jimin mengajakku kedalam perjalanan manis pasangan baru menikah. Kejutan luar biasa.

Setelah pagi itu kami istirahat dan siangnya aku bangun untuk menyiapkan keperluan kami, kufikir hanya akan pergi ketempat dekat ternyata tempat yang jauh. Aku menurut dan menyiapkan keperluan kami selama entahlah. Jimin tidak bilang mau berapa hari disana. Padahal dia kemarin mengatakan akan kerja lusa, tapi sekarang justru berangkat ke Maldiv.

Aku tidak banyak bicara, hanya mengatakan seperlunya mengiyakan semua keinginan Jimin. Sepertinya sekarang kami sudah siap dibandara, tentu dengan Jimin yang merangkul pinggangku dan satu tangannya membawa koper kami. Aku membiarkan Jimin merangkul pinggangku dengan erat, sepertinya setelah kejadian semalam Jimin jadi over Protective padaku. Biarkan saja, yang penting tidak ada wanita jalang yang mendekati dia.

"Tinggal 30 menit lagi kita berangkat, ingin sesuatu Hem?" Aku menggeleng sebagai jawaban pertanyaan dari Jimin, aku memang tidak ingin sesuatu. Kami memutuskan untuk duduk di kursi tunggu, sama seperti beberapa orang yang lain. Jimin tidak melepaskan pelukannya, justru semakin erat, Jimin tidak sungkan membawa kepalaku untuk bersandar pada pundaknya. Sekedar mengusap atau mengecup keningku, demi Tuhan kami jadi pusat perhatian sekarang. Jelas para wanita menatap iri padaku tapi aku tidak peduli. Aku senang saat mereka terlihat kesal.

"Ji?"

"Hem!"

"Berapa hari kita disana?" Jimin tidak menjawabnya. Lebih tepatnya berfikir untuk menjawabku.

"Sebenarnya aku ingin 2 Minggu disana hanya saja tidak akan mungkin. Chanyeol Hyung sudah kesetanan memintaku kembali kekantor tapi jika mengingat permintaan mu itu aku tidak bisa kembali dengan cepat. Kita akan disana sekitar 3 sampai 7 hari. Kau tidak keberatan kan?" Aku mengangguk tanpa bersuara. Aku tidak boleh egois, Jimin sudah menuruti keinginan ku dan 3 sampai 7 hari cukup. Setidaknya aku sudah bisa menenangkan diriku.

"Kenapa kau mengenakan jaket ini padaku? Ini kebesaran" Aku sedikit protes karena Jimin mengenakan jaketnya pada tubuhku. Kebesaran dan berhasil menutupi sebagian tubuhku.

"Aku tidak mau ada yang melihat lehermu. Disana merah dan penuh bekas gigitan ku. Jika kau mau menunjukkan itu tidak masalah, asal kau tidak malu" pipiku sempurna merah mendengar ucapan Jimin. Jadi leherku penuh bekas Kiss Mark-nya. Ya Tuhan bagaimana bisa aku melupakan keganasan Jimin semalam. Kami sama-sama emosi dan tidak mungkin jejak yang Jimin tinggalkan pada tubuhku sendikit.

"Dan kalo boleh aku juga bisa menunjukkan ini!" Jimin menyingkap sedikit sweeternya, memperlihatkan bagian lehernya dan ada ruam merah disana. Pipiku memanas, itu jejakku semalam. Aliya gila!

"Andwaeyo" kututup kembali sweeter Jimin dan kembali ke posisi semula. Aku tidak mau pembahasan mengenai kiss Mark ini berlanjut. Ini cukup membuatku malu.

"Give Me Kiss Baby Girls!" Jimin menunduk dan mengatakan sebuah permintaan padaku, aku agak malu dan akhirnya mengecup bibirnya sebentar. Jimin terkekeh dan kali ini dia yang meraub bibirku untuk masuk kedalam mulutnya. Melumatnya panas dan membelitnya. Aku yakin jika kami jadi pusat perhatian. Jimin gila, ini tempat umum.

Kucubit dadanya saat ciuman ini tidak lepas dan Jimin akhirnya melepaskan bibirku. Aku menatapnya kesal dan langsung menelusupkan wajahku keceruk lehernya. Aku malu melihat sekitar.

All About Sex! 21+Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang