I See You!

18.5K 1K 123
                                    

Happy Reading.

*

Kelemahannya adalah membawa semuanya menjadi satu. Rasa cemburu yang tidak seharusnya. Mencoba memiliki seseorang yang bukan hak milik. Menimbulkan kebencian dan kecemburuan yang tidak seharusnya terjadi. Hingga aksi saling bunuh terjadi.

Semua itu terjadi hanya karena satu kata.

Cinta.

*

"Ji?"

"Ya Sayang?" Aliya duduk dengan santai di pangkuan Jimin. mengabaikan Jimin yang sibuk dengan pekerjaannya. Aliya mulai abai dengan keadaan sibuk Jimin. Jelas Jimin tidak akan protes. Aliya mudah tersinggung jadi Jimin akan berfikir ribuan kali untuk protes.

"Ayo makan Bulgogi" Jimin mengalihkan fokusnya pada Aliya. Apa Aliya mulai Ngidam?

"Sudah lama kita tidak makan keluar berdua" Jimin melepaskan kacamata bacanya. Meletakkan kertas yang ada ditanganya. Mengangkat jemarinya untuk mencubit pipi berisi istrinya. "Sayangku?"

"Hem?"

"Mulai ngidam?"

"Maybe" Jimin terkekeh dan mengecup bibir Aliya sekilas. " Ya sudah ayo" Aliya hanya tersenyum manis dan mengalunkan lengannya, jelas tanda jika dirinya ingin digendong.

"Lagi?" Anggukan semangat Aliya mengundang tawa dari Jimin, dirinya menikahi wanita usia berapa? Kenapa sangat kekanak-kanakan.

"Ayo Ji"

"Baiklah" dan akhirnya Aliya keluar dengan berapa dalam gendongan Jimin, jelas mereka jadi pusat perhatian karena tindakan aneh ini. Aliya terlihat baik-baik saja dan tertawa, tapi kenapa harus digendong. Pasangan aneh.

*

"Susun dengan baik"

"Sudah dari dulu"

"Lakukan dalam waktu dekat. Aku mulai muak dengan keadaan menunggu"

"Tanpa kau beritahu"

*

Kencan Buta akhirnya menjadi menutup kegiatan mereka. Jimin tidak kembali ke kantor, memilih menemani Aliya, lebih tepatnya menemani segala rengekan Aliya yang minta ini itu. Jimin rasa Aliya semakin manja dan tidak terkendali, jelas karena jabang bayi yang ada didalam perutnya.

Jelas ini kesalahan Jimin dan sebagai pelaku utama Jimin harus bertanggung jawab atas semuanya. Tidak boleh protes ataupun mengeluh.

"Sayang?"

"Hem?"

"Ini yang terakhir ya. Kita harus pulang. Dari tadi siang kita jalan-jalan, aku takut kau kelelahan" menawarkan dengan kata-kata halus adalah hal yang selalu Jimin lakukan jika sudah lelah. Aliya itu keras kepala, jika dibalas keras akan semakin menjadi. Harus halus dan selalu mengalah. Berkata iya dan tidak boleh protes.

Aliya Egois. Sangat.

"Ji tapi aku baik-baik saja. Aku masih ingin ke Sungai Han" oke jika Aliya merengek dengan muka memelas Jimin akan selalu kalah. Bibir maju kedepan dengan mata yang dibuat menyipit. Astaga istrinya.

"Kenapa denganmu hari ini hem? Kenapa hari ini ingin selalu menempel padaku?" Pertanyaan lembut sambil merangkul pundak Aliya. Mengusap pipi Aliya yang semakin berisi. Gemukan.

All About Sex! 21+Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang