Black Side

12.5K 796 70
                                    

Happy Reading.

*

Semoga tidak mengecewakan.

*

"Kondisinya baik sejauh ini, hanya saja kalian memang harus benar-benar menjaganya. Takut saja hal yang tidak baik terjadi" kebisuan mereka menjelaskan jika semua tidak baik-baik saja. Diam mendengar kondisi perkembangan Aliya yang semakin buruk.

Tidak ada yang membaik saat Jimin tidak ditemukan. Hampir 3 bulan berlalu dan semua masih buntu, Bianca terlalu jeli dan mereka kesusahan mencari tempat. Celah tidak mereka temukan sama sekali, bahkan teman Taehyung yang mengadakan pesta juga tidak membantu sama sekali.

Bianca bukan tamu yang diundang langsung. Bianca adalah orang yang ikut sebagai pasangan orang yang diundang. Dan mereka tidak bisa menemukannya karena orang itu tidak diketahui keberadaannya. Luar biasa, tidak ada satupun petunjuk yang mereka dapatkan dari sini.

Dan jangan tanya kondisi Aliya. Sangat buruk. Aliya harus hidup dengan tiang infus, sebagai penyangga hidup atas semuanya. Jelas untuk memastikan Aliya dan anaknya tetap hidup, kandungan Aliya berusia 6 bulan dan perutnya terlihat besar. Bersyukur Aliya mau Makan meskipun 3 suap dalam sehari, Aliya jadi bisu.

Tidak bisa ditanyai. Diam seperti orang mati.

Ibarat hidup hanya dengan raga, tanpa nyawa.

"Belum ada perkembangan apapun. Semua memburuk" semua mengusap wajahnya frustasi. Tidak ada dari mereka yang terluka, hanya saja melihat drama seperti ini juga melukai mereka. Kehidupan mereka tidak tenang meskipun tidak terluka. Luar biasa.

Pandangan mata Steven jatuh pada Aliya yang diam menantap luar. Tatapan kosong dan sendu. Tidak ada rona bahagia disana. Diam seperti mayat. Hanya saja masih bernafas. Suara Aliya juga sangat langka, didengar. Gelengan kepala atau anggukan juga hampir tidak pernah. Luar biasa.

Aliya jadi mayat hidup dan itu karena satu nama. Bolehlah Steven dendam pada Jimin? Gara-gara Jimin, Aliya jadi seperti ini.

"Aku tidak berharap ini terus berlarut, Aliya bukan orang mati" desis Kakek Kim sambil mengeram. Baru kali ini melihat sang cucu terpuruk seperti ini. Siapa yang mau melihat ini?

"Aku berfikir akan baik-baik saja jika Aliya diluar. Biarkan dia bercengkrama dengan alam. Maksdunya kita bebaskan dia" cetus Taehyung pelan, Aliya tidak bergerak saat Jimin hilang. Dan 3 bulan sudah berlalu.

"Aku keluar"

*

Pandangan mata Jimin jatuh pada hamparan taman bunga Bianca, sebenarnya indah hanya saja Jimin tidak menikmati sama sekali. Diam merenung, tubuh Jimin semakin kurus. Jelas memikirkan Aliya yang tidak pernah dirinya tau kabarnya. Luar biasa. Jimin belum bisa lari dari sini. Mencoba dan selalu gagal. Bianca terlalu hafal dengan dirinya dan mencoba kabur juga percuma.

"Tuan makan siang anda" Jimin diam tidak bereaksi. Diam layaknya patung.

"Nona berpesan agar anda makan. Saya permisi" Jimin diam tidak bergerak, masih diam membeku. Jimin semakin benci disini. Kebencian yang mendarat daging.

"Apa kau benar-benar membenci aku?" Tanya Jimin sinis sambil melihat langit yang terlihat cerah. Sorot kebencian itu terlihat kentara.

"Dari dulu kau tidak pernah membiarkan aku bahagia. Semua rumit dan semakin memuakkan. Aku hanya ingin bahagia dengan istri dan anak-anakku. Kau selalu mempersulit keadaanku. Satu masalah berlalu dan kau membawa semuanya jadi satu sekarang. Luar biasa" tangan Jimin mengepal kuat, ketidak berdayaanya melawan takdir dan terus menjadi orang bodoh.

All About Sex! 21+Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang