Flasback II !

71K 2.1K 198
                                    


Happy Reading.

°

"Bri apa tau jika aku sudah melihat dia lagi? Dia semakin cantik Bri, serius!" Jimin menceritakan tentang dirinya kembali melihat Aliya, tanpa sengaja. Tentu saja waktu panggilan Video dengan Taehyung itu.

"Benarkan? Seperti apa dia?" Brian menanggapinya dengan senang. Melihat Jimin yang bahagia bertemu Cinta pertama jelas Brian senang. Sahabatnya menemukan cintanya lagi.

"Dia semakin cantik, dia juga tunggu dan dia juga semakin dewasa. Oh Bri rasanya aku ingin segera pulang dan melihat dia. Aku ingin pulang Bri, aku tidak tahan ingin melihat dia!" Brian tertawa menanggapi keinginan Jimin. Luar biasa, baru bertemu Seperti itu Jimin mudah kecanduan dan ingin terus melihat Aliya. Sepertinya gadis itu lebih cocok disebut narkoba untuk Jimin.

"Baiklah. Sukses dulu baru pulang. Dan lamar gadis itu" Jimin mengangguk penuh antusias dan kembali bersemangat. Aliya membawa perubahan yang besar padanya.

"Lalu bagaimana dengan Stela Noona Jim?" Jimin memudarkan senyumnya mendengar nama Stela. Lagi gadis itu yang dibahas, ah Jimin bosan. Tapi Jimin juga tidak bisa lari begitu saja. Dirinya harus menyelesaikan masalah ini dengan Stela bukan?

"Aku akan bicara baik-baik dengan Stela Noona. Aku akan bilang jika dia harus melupakan aku dan mencari laki-laki lain. Benarkan?" Inilah yang Jimin suka dari Jimin. Tidak sungkan untuk melakukan sesuatu yang benar dan Jimin juga bertanggung jawab.

"Baiklah teman mari kita masuk. Bel sudah berbunyi jadi lebih baik masuk dan belajar" Jimin tertawa dan membalas rangkulan Brian. Harinya benar-benar baik dan Jimin ingin memulainya dengan senyum.

"Mari!"

°

"Maaf tapi bisakah kakak tidak menghubungi aku. Kakak bisa melupakan aku dan mencari laki-laki lain!" Stela terperangah mendengar ucapan Jimin. Apa Jimin bilang? Mencari laki-laki lain? Tidak bisa. Stela terlalu mencintai Jimin.

"Aku tidak bisa Jim. Aku terlalu mencintaimu!" Jimin menggeleng dan meremas tangan Stela.

"Kakak pasti bisa dan ya aku ini masih Kecil. Kakak bisa mencari yang lebih tua dan mapan, bertanggung jawab dan mencinta kakak. Maaf kak aku tidak bisa seperti ini. Jujur aku takut pada kakak, kakak seperti orang terobsesi padaku dan itu menakutkan. Kakak bisa mencari laki-laki lain. Carilah kebahagiaan kakak. Aku permisi!" Jimin melepaskan tangan Stela dan berlalu. Jimin jujur dengan perasaannya. Dirinya memang takut dengan Stela. Gadis 7 tahun lebih tua darinya itu menakutkan. Dan Jimin tidak mau terlalu terlihat lebih jauh lagi.

Dan lagi Jimin sudah menemukan Aliya dan Jimin menemukan cintanya. Aliya sudah lebih cukup untuknya. Katakan Stela gila karena jatuh cinta dan terobsesi pada remaja seperti Jimin. Seharusnya gadis itu lebih dewasa dan mengerti bukan. Jimin masih muda dan Jimin tentu punya pilihan terhadap seleranya.

°

"Jim kau terlalu jahat pada Stela Noona!" Jimin menghela nafas mendengar ucapan Brian. Jimin akui ini memang kejam, dirinya mengabaikan Stela dan tidak memperdulikan gadis itu tapi ini bukan salah Jimin sepenuhnya. Jimin sudah memperingatkan Stela tapi Stela masih saja kekeh dengan keinginannya.

Pernah sekali Stela menunggu Jimin sampai kehujanan dan Jimin jadi tidak tega. Niat hati ingin menolong karena kasihan tapi gadis itu beranggapan lain. Stela beranggapan Jimin masih memiliki perasaan padanya, dan Stela mengatakan itu dengan semangat. Jelas karena Jimin menolongnya dan Stela berfikir Jimin masih memiliki perasaan padanya. Padahal ini murni karena kasihan.

All About Sex! 21+Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang