My Uncle.

67.5K 2.3K 75
                                    

Happy Reading.

-

"Jadi kau ingin tau siapa aku?" Aku mendongak saat Steven berbicara padaku. Dia bisa berbahasa Korea. Ya Tuhan.

"Aku~~~"

"Aku tau siapa kau Aliya. Aliya Kim, anak bungsu Kim Jung Woon dan Kwon Yuri. Kau bukan anak adopsi bukan?" Aku hanya diam dan menunduk. Ahjumma bilang jika Steven akan jujur padaku, apa ini saatnya?

"Jika kau tau kenapa kau menganggap ku Stela?" Kudengar Steven terkekeh dan aku hanya menunduk, aku tidak berani menatapnya. Sungguh.

"Aku hanya ingin melihat reaksimu saja. Dan ya kau cukup pemarah!" Wajahku mendongak menatapnya. Mataku memincing dan menatap saudara ayahku. Yah Steven memang saudara ayahku.

"Apa kau tidak takut denganku?" Aku menggeleng dan terus menatapnya.

"Tidak. Aku sudah tau semuanya tentangmu, jika kau marah padaku kau pasti akan membunuhku karena surat perjanjian mu dengan Jimin yang kurobek!" Kulihat wajahnya tiba-tiba mengeras dan aku jadi takut. Apa aku salah bicara?

"Jimin?" Aku meremas jariku gugup. Apa dia marah jika nama Jimin disebut.

"Kau marah?" Kulihat dia menarik nafas panjang dan kembali memfokuskan irisnya padaku.

"Apa kau sangat mencintai Jimin?" Aku meringis dan menunduk. Aku takut dengan pertanyaannya. Bagaimana jika dia marah kalau aku menjawab jujur.

"Jawab Aliya!"

"Nde aku mencintai Jimin. Apa kau marah?" Aku menunduk, aku tidak berani menatapnya.

"Benar kau mencintainya, terbukti dengan anak itu!" Aku mengusap lembut perut datar ku. Benar disini ada anak kami, aku dan Jimin.

"Istirahatlah aku akan kembali lagi nanti!" Aku mendongak menatapnya.

"Apa kau yakin jika tidak menganggap aku Stela?" Kulihat dia mencoba tersenyum tapi aku tau itu sangat kaku.

"Tidak. Stela sudah mati dan kau adalah Aliya. Aku tidak akan lupa, dan aku juga tidak lupa jika kau adalah keponakanku!" Aku menghela nafas dan berdiri. Bergerak agar berada tepat didepannya.

"Apa kau sangat membenci Harabojie?" Aku ingin tau kebenarannya. Apa dia benar-benar membenci ayah kandungnya.

"Apa kau ingin jawaban jujur" aku mengangguk tanpa ragu. Aku memang ingin jawaban jujur.

"Sedikit dari diriku iya, Tapi apa yang bisa kulakukan? Dia ayahku!" Aku tersenyum senang mendengar ucapan Steven. Jadi dia menganggap kakek ayahnya.

"Terima kasih" entah kenapa aku justru memeluknya dengan erat. Aku tidak peduli Steven kaget dengan Perilakuku. Aku terlalu senang.

"Terima kasih paman!" Kurasakan Steven membalas pelukanku dan aku semakin senang.

"Hem jadi kau menganggap ku paman mu?" Aku tertawa dan semakin mengeratkan pelukan ku.

"Tentu. Kau anak Harabojie dan adik ayahku. Benarkan kau paman ku!" Cetusku masih riang.

"Dasar gadis kecil!" Aku terkekeh mendengar ucapan Steven. Aku tidak peduli.

"Kau tidak merindukan Jimin?" Pelukanku mengendur mendengar pertanyaan Steven.

"Jadi kau merindukan dia?" Aku diam saat Steven melepaskan pelukannya. Wajahku tiba-tiba sendu. Aku merindukan Jimin.

"Jangan sedih seperti itu, kau harus sabar untuk bertemu dia. Setidaknya berikan dia hukuman karena sudah membuatmu jadi umpan!" Aku semakin merengut mendengar ucapan Steven. Kenapa dia masih saja membahas perihal itu.

All About Sex! 21+Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang