Bianca Lee!

34K 2K 119
                                    

Happy Your Reading.

Me Comeback, sesuai janji. Tembus 500 langsung update. Saya menepatinya.

Kenapa saya berani nulis angka tinggi karena saya tau jumlah pembacanya. Hampir ribuan dan yang vote cuma Ratusan.

Jungkir Balik kan. Karena tidak seimbang jadi kan ngak baik.

Oh ya ini juga berlaku untuk bab-bab selanjutnya. Perlahan naik.

Lanjutkan DENGAN 500 LIKE Lagi, kan ngak bayar jadi jangan protes oke. So kebijakan ada ditangan anda.

Percayalah saya kuat update sehari 2 kali jika kalian memenuhi Vote yang saya tentukan. Karena anda harus tau jika menulis bukan hanya butuh tangan. Tapi juga otak, dan jika tidak ada otak maka tulisan juga tidak akan ada.

*

Membingungkan memikirkan semua masalah jadi satu, ada kalanya manusia mencoba menyerah akan suatu cobaan yang dialaminya dan ada juga yang mau menghadapinya.

Pelangi akan datang setelah badai dan kebahagiaan akan datang setelah penderitaan. Tuhan adil hanya saja punya cara masing-masing, yang harus dilakukan adalah berusaha dan percaya.

Lakukan dengan sepenuh hati serta penuh keyakinan. Yang terbaik akan datang diakhir dan bukan di depan. Karena saat kau diuji itu adalah jalan yang harus kau penuhi untuk menjalani hidup ini. Jika cobaan itu berat ini berarti akan ada kebahagiaan luar biasa yang akan kau rasakan.

Percayai itu.

*

Jimin sibuk, selain mencoba melacak Bianca, Jimin juga datang pada Dokter Psikolog untuk kesembuhan dirinya. Bagaimanapun Jimin ingin normal dan bersih.

Kegilannya pada sex harus dihentikan, apalagi Aliya mengandung. "Jim ini beberapa data terakhir Bianca" Jimin bersyukur saat Taehyung dan Lisa mau menolong bahkan tanpa diminta, sementara Jihyo bertugas menjaga Aliya dirumah. Jimin tidak lupa jika kadar kenekatan Aliya melebihi dirinya dan Jimin tidak mau ambil resiko.

Wanita hamil itu berbahaya. Melebihi apapun.

"Dia ada di Paris 4 minggu yang lalu dan setelahnya hilang jejak" Jimin membaca dengan teliti, ini adalah laporan terakhir dimana Bianca. Terhitung 10 hari dari jarak  teror itu berlangsung. Yah baru beberapa hari tapi sudah membuat semuanya pusing. Jimin termasuk.

"Aku sudah memeriksa semua kartu ATM dan kreditnya dan penggunaan terakhir di Paris. Dia bersih" oke Jimin pusing sekarang, berkasnya diletakkan dimeja kerjanya. Tidak ada yang bisa Jimin fikirkan. Yang harus terjadi adalah Menemukan Bianca dan mengakhiri ini. Obsesi ini tidak bisa diperpanjang.

"Makam Brian?" Tanya Jimin pada Lisa.

"Tidak ada yang mengunjunginya selama ini. Masih sama dari awal pemakaman. Dan tidak berubah sama sekali" Jimin menarik nafas panjang.

All About Sex! 21+Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang