Please Comeback.

84.8K 2.4K 166
                                    

Happy Reading.

°

Aku hanya berguling-guling tidak jelas diatas kasur. Mengabaikan teriakan kakak iparku yang menyuruh makan, aku tidak berselera tau.

Aku bosan dan Agak jenuh, Jimin sudah pergi 5 hari yang lalu dan 2 hari ini Jimin tidak ada kabar. Jelas Jimin tidak pergi sendiri. Ada ayah dan kakek yang ikut. Biasanya Jimin akan menghubungiku dan mengatakan jika melakukan apapun disana, ini sudah 2 hari tidak ada kabar. Kakek dan ayah juga tidak ada kabar. Sebenarnya mereka pergi kemana?

Aku benar-benar bosan menunggu seperti orang bodoh, aku merindukan Jimin, sungguh, biasanya ada wajah bantalnya yang selalu melihatku, belum lagi wajah mesum yang selalu menginginkan haknya. Aku merindukan suami pendekku.

"Ya Tuhan Ji kenapa kau lama sekali? Tidak merindukan aku Hem?" Aku rasa otakku mulai gila karena terlalu merindukan Jimin. Aku bahkan mengajak fotonya berbicara. Aliya bodoh.

"Ayolah Ji cepat pulang. Aku sangat merindukan mu. Kau tidak bosan lama-lama disana? Dan apa kau mencari wanita yang mirip denganku lagi disini. Jimin please Comeback. I Really Miss and Need You" aku kembali berguling-guling dengan kesal diatas ranjang. Rasanya aku ingin berteriak keras dan memanggil Jimin.

"Tau begini aku ikut kau saja Ji. Aku bosan disini. Ji please Comeback"

Aku hanya menatap malas makanan yang disediakan pelayan, aku benar-benar malas makan, jika saja Jihyo Eonni tidak memaksa ku tadi, tidak mungkin aku turun dan duduk seperti orang bodoh disini.

"Setidaknya isi dulu perutmu" Aliya hanya bergumam mendengar suara Jihyo, dia seperti ibu-ibu. Benar-benar berisik.

"Sayang!" Aku menoleh dan menemukan ibu yang berjalan kearahku.

"Apa Bu?"

"Apa Jimin belum menghubungi mu?" Aku menggeleng lesu mendengar pertanyaan ibu.

"Pantas saja. Handphone-nya hilang dan tidak ketemu. Makanya dia tidak menghubungimu. Dan mungkin nanti malam dia menelfon. Tadi ayahmu bilang begitu" aku hanya diam mendengar ucapan ibu. Yakin handphone Jimin hilang, Tumben dia ceroboh?

"Ayah hanya bilang begitu?" Ibu Mengangguk pelan dan aku hanya menghela nafas.

"Dan ya tadi Jimin sempat berbicara dengan ibu. Dia bilang akan menghubungi mu nanti" aku hanya bergumam dan menatap malas pada makananku. Seleraku semakin hilang.

"Aku pergi kekamar dulu Bu!" Cetusku dan berlalu begitu saja.

"Hei makan dulu, kau bahkan belum menyentuhnya!" Aku terus berlalu, mengabaikan teriakan Jihyo Eonni. Berisik, dia ibu-ibu berisik. Menyebalkan.

Aku masuk kamar dengan enggan, kulemparkan tubuhku keatas ranjang dan menarik selimut untuk menutupinya. Mood-ku semakin hancur.

Deret! Kurasakan ponselku berdering dan aku melihatnya. Nomor baru? Luar Negeri?

"Yeobseo!"

"Sayang?" Kulihat lagi nomernya, ini Jimin.

"Ji?"

"Ya sayang. Ini aku, maaf baru menghubungimu. Ponselku hilang!" Aku menarik nafas lega mendengar suara Jimin. Aku sedikit tenang. Sungguh.

"Kau baik-baik saja bukan?"

"Ya. Walaupun aku sangat merindukanmu!" Tanpa sadar aku tersenyum manis mendengar ucapan Jimin. Aku juga merindukanmu Ji.

"Bagaimana bisa ponselmu hilang?"

All About Sex! 21+Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang