I'm disappointed with you.

139K 2.4K 177
                                    

Happy Reading.

-

Aku hanya diam sambil menunggu jemputan, rasanya benar-benar membosankan, jika tau seperti ini lebih baik aku bawa mobil sendiri. Jimin sibuk dengan urusannya bersama kakek dan ayah sementara dua kakakku sibuk dengan Brian. Brian memang datang ke Korea dan aku tidak tau apa tujuannya. Dia juga tinggal dirumah kami, kulihat dia cukup baik saat kami berpapasan.

"Huh lebih baik aku naik Taxy" aku memutuskan untuk pulang dengan Taxy, aku tidak mau menunggu Seperti orang bodoh disini. Tapi sebentar, siapa itu? Kenapa dia memperhatikanku. Posisinya hanya terpisah dari jalan raya dariku dan aku yakin dia melihat kearahku. Aku yakin sungguh.

"Siapa dia?" Kulihat dia membenahi dandanannya dan berlalu setelah aku melihatnya.

-

"Sayang!" Aku diam mendengar panggilan Jimin dari kamar mandi. Berisik, kenapa dia tidak bisa tenang sebentar saja. Selalu saja berisik. Menyebalkan!

"Apalagi Ji?" Aku juga berteriak membalas panggilannya.

"Ambilkan handuk. Aku lupa!" Aku jengkel mendengar ucapan Jimin. Selalu saja lupa handuk. Dasar pikun.

"Selalu saja lupa handuk. Sekalian saja lupa dengan mukamu!" Ketusku dan menuju lemari. Mengambil handuk bersih untuk Jimin. Membuka pintu kamar mandi dan mengulurkan handuk kedalam. Aku tidak melihat, hanya tanganku saja yang masuk kedalam kamar mandi.

"Ji!" Panggilku keras. Aku tidak mau masuk kedalam kamar mandi.

"Sebentar sayang!" Aku hanya diam mendengar suara Jimin, masih mengulurkan tanganku kedalam.

"Ji akhh~~~" aku berteriak keras saat pintu kamar mandi dibuka dan Jimin menarik tanganku hingga aku ikut masuk kedalam kamar mandi.

"Yakh Park Jimin" aku memekik dan menutup wajahku dengan telapak tangan. Jimin tidak mengenakan apapun dan justru dia menarikku masuk. Aku tidak peduli lagi dengan handuk yang dia minta.

"Ayolah sayang. Kita sudah lama tidak mandi bersama" aku diam mendengar rengekan Jimin. Aku masih mempertahankan tanganku, dan Jimin sudah memelukku. Aku merasakan jika tubuhku juga basah. Shittt dasar mesum.

"Ji lepaskan. Selesaikan mandimu" aku mencoba berontak dalam pelukannya. Aku tidak mau macam-macam sore ini.

"Ayolah. Tidak ada orang juga dirumah. Lagi pula hanya mandi bersama sayang!"

"Kau fikir aku percaya. Hanya mandi? Bullshit! Kau itu penggila Sex. Melihatku menggenakan pakaian biasa saja kau langsung turn on apalagi melihatku telanjang. Lebih-lebih mandi bersama. Tidak Park Jimin, lepaskan" aku memekik menolak usulan Jimin.

"Tapi kau menikmatinya juga kan?" Aku melepaskan tanganku dari wajah. Menatap jengkel Jimin yang ada didepanmu. Wajahnya mengembung dan aku tau dia kesal.

"Pria mesum. Bukankah dua hari lalu sudah, kau bahkan tidak mengijinkan aku kuliah hanya karena harus menidurkan adikmu itu. Tidak Ji. Kau terlalu sering melakukan itu, nanti kau bosan" ketusku agar Jimin melepaskan ini. Aku lelah menghadapi kemesuman Jimin. Menyebalkan!

"Tidak akan. Aku tidak akan bosan dengan tubuh istriku. Aku justru kecanduan dan ingin melakukan itu terus. Aish meminta persetujuan darimu lama, tau begitu aku langsung saja. Menyebalkan"

"Ji lepaskan!" Aku berteriak saat Jimin justru menggendongku.

Aku berontak dalam gendongannya tapi Jimin terus berjalan. Aku bahkan memukul dadanya, tapi dirasa juga percuma, kami sudah berada didepan Buth up yang berisi air penuh. Aku menatap ngeri air itu, lain halnya dengan Jimin yang terlihat menyeringai. Aku tau maksud seringainya itu.

All About Sex! 21+Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang