Only Sex!

218K 2.7K 568
                                    

Happy Reading.

-

Tanganku terulur untuk mengusap kening Jimin yang basah, kami baru saja menyelesaikan pertempuran kami beberapa menit yang lalu. Jimin masih ada diatasku dan tubuh kami masih menyatu. Nafas Jimin masih terengah-engah dan aku sudah tenang.

Kami tidak pulang dari kemarin, kami masih dirumah pribadi kami. "sayang!" Aku memejamkan mataku saat mendengar panggilan lirih Jimin, dan setelahnya dia melepaskan kontak tubuh kami. Hanya saja dia masih tetap berada diatasku.

"Ya Ji?" Jimin menunduk dan kembali mengecup bibirku dengan lembut, tidak lama. Hanya beberapa detik saja.

"Sayang!" Aku semakin memejamkan mataku saat suara Jimin semakin lirih. Aku tau dia menginginkan penyatuan kami lagi.

Semalam setelah berkencan dan kami melaluinya didapur, Jimin membawaku kekamar untuk istirahat, itupun sekitar jam 3 dini hari, setelahnya aku bangun jam 8 pagi, itupun karena usikan Jimin yang terus mendusel memeluk tubuh polosku. Dan kami kembali melakukan morning sex.

Dan Jimin baru berhenti beberapa menit yang lalu, itupun sekarang dia ingin lagi, padahal jam sudah menunjukkan jam 12 siang. Kami tidak makan atau sekedar membersihkan diri kami. Jimin benar-benar tidak bisa lepas dariku.

"Ji sebaiknya kita membersihkan diri dulu, kita juga belum makan. Kau tidak lelah hum?" Aku mengusap wajah Jimin dengan lembut. Setidaknya aku akan memberikan penawaran agar Jimin berhenti melakukan ini.

"Kau lelah?" Aku mengangguk samar dan terus mengusap wajah Jimin.

"Bagian bawahku sedikit lecet. Kau menggeseknya terlalu cepat" rasanya memang agak perih karena dari semalam Jimin melakukannya, memang nikmat saat Jimin menyatukan tubuh kami, tapi jangan lupakan rasa perihnya setelah itu. Sungguh aku yakin tidak akan bisa berjalan jika Jimin terus masuk kedalam tubuhku.

"Kau tidak kuat lagi?" Aku menghela nafas dan terus menatap mata gelapnya.

"Sebenarnya bisa, hanya saja jika kau memaksa melakukan ini lagi, aku yakin kau tidak akan bisa menyentuhku untuk seminggu kedepan. Rasanya akan semakin sakit Ji, aku mungkin tidak ada bisa berjalan" aku berani bersumpah ini bukan alasan, rasanya memang akan seperti ini jika Jimin terus memaksa tubuh kami menyatu.

"Baiklah. Kita mandi dulu!" Aku tersenyum manis dan Mengangguk, akhirnya Jimin mengerti. Dia turun dari atasku dan menyingkap selimut kami, mengangkat tubuhku dengan ringan dan membawanya kekamar mandi, aku hanya mengalungkan kedua lenganku dileher Jimin, dan aku juga menyandarkan kepalaku kedada telanjangnya.

"Aku hanya ingin kau cepat hamil" aku tersenyum manis mendengar ucapan pelannya. Tanpa dia ucapkan aku juga ingin cepat hamil, aku ingin menyandang status Sempurna untuk seorang ibu dan istri. Menyenangkan bukan?

"I Know Ji. I Know!"

-

-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
All About Sex! 21+Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang