Same Story Of Harry Potter!!

26.9K 1.3K 81
                                    

Happy Your Reading.

Karena teror ngak berhenti jadi saya sedikit pidato ya. Makasih untuk semua dukungannya Beb🥰. Ini udah tembus 2juta dan aku senang banget. Mungkin akan ada kabar baik untuk kedepan jadi Sabar ya.

Dan ya aku mungkin akan sedikit himbau jika aku mungkin akan jarang up, dikarenakan jadwal mulai padat akhir-akhir ini. Aku sibuk melakukan hal pribadi. Jadi maklum ya, aku sampetin kalau memungkinkan. Dan btw ini udah tembus.

Keep 700 ya ⭐.

Bye👋.

*

Hinggar bingar kota Seoul terlihat ramai, malam semakin larut dan masih banyak kendaraan berlalu lalang. Jalanan masih ramai dan beberapa kedai masih saja buka. Kedai soju dan banyak lagi. Beberapa orang memilih malam untuk berkeliaran dan masih banyak lagi. Ada kalanya malam adalah waktu yang cocok untuk melakukan apapun.

Dua orang laki-laki dewasa dengan pakaian sederhana terlihat minum soju dan ditemani Tofu serta beberapa cemilan lain, keduanya menggunakan pakaian tebal mengingat suhu udara semakin naik akhir-akhir ini. Mereka cari aman.

"Akan lebih mudah jika Bianca sendiri yang menujukkan wajahnya" Jimin menyesap Soju langsung dari botolnya, mendengar seksama kata-kata Taehyung. Jelas mengenai satu wanita yang mengusik kehidupannya. Wanita gila yang punya obsesi dengan dirinya. Wanita idiot.

"Selama Aliya dijaga dengan ketat itu akan sangat mustahil Tae. Dia ingin Aliya" Benar saja kata Jimin, Aliya masih dijaga dengan ketat. Kakeknya masih waspada dan lagi kejadian dengan Brian masih jadi waspada. Mereka tidak lupa jika Aliya hampir merenggang nyawa karena Brian.

"Aku tidak berniat menjadikan Aliya umpan Jim" Jimin tersenyum dan menghabiskan sisa Sojunya.  Tersenyum tipis dan menatap depan. "Aku pun. Aku tidak mau kejadian itu terjadi lagi, cukup sekali" dua manusia laknat yang sejatinya harus mati dari dulu. Sialan sekali karena mereka membawa masalah dalam masa seperti ini. Seharusnya Jimin sudah memusnahkannya dari dulu.

"Paman Steven akan ke Korea" Jimin mengangguk, kabar itu sudah dirinya dengar. Steven akan berobat disini. Jelas menjaga keponakan yang begitu dia cintai, Aliya masih prioritas. Jelas akan lebih baik jika semua berkumpul untuk menjadi satu.

"Ada hal yang lebih aku fikirkan Tae. Kehamilan Aliya, bagaimana jika terjadi sesuatu pada janin itu. Usianya masih sangat muda dan tidak menutup kemungkinan jika Bianca akan mengincar itu, dulu saat dengan Brian janin Aliya belum ada dan sekarang ada. Aku lebih khawatir pada nyawa itu, dia tidak bisa bertahan tanpa Aliya" normal untuk Jimin yang begitu ingin seorang anak, Janin itu sudah Jimin nanti dengan lama. Jelas sejak perseteruannya dengan Steven dulu.

"Mau kita menyusun se baik apapun cara itu pasti akan kecolongan juga, tidak ada yang sempurna Tae dan aku tidak tau apa yang akan terjadi pada keduanya" Taehyung menantap Jimin dalam. Terlihat sekali jika Jimin ingin seorang anak.

"Akan ada baiknya jika kau selalu disamping Aliya" Jimin menarik nafas dalam-dalam dan menatap Taehyung. "Aku punya opsi lain dari pada membahayakan keduanya" cetus Jimin dengan serius.

"Apa?"

"Menyerahkan diri pada Bianca dengan begitu dia tidak akan melukai Aliya. Dan lagi dari awal aku yang dia inginkan. Kurasa itu yang terbaik. Aku jera dengan kejadian dulu" ketakutan Jimin wajar. Aliya lebih berani dari pada yang dulu dan taruhannya jadi 2 nyawa dan Jimin tidak mau. Apapun itu, keduanya tidak boleh terluka.

All About Sex! 21+Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang