Ending.

69K 2.1K 67
                                    

Happy Reading.

+

Aku menatap malas pintu kamar mandi, dari semalam dan ini pagi jam 6 Jimin tidak keluar dari sana. Sebenarnya apa yang dilakukan Si Pendek itu, apa dia benar-benar tidak bisa menghilangkan keinginan sex-nya padaku. Ah aku jadi kasihan.

"Jiiii!" Aku berteriak agar dia keluar dari sana. Aku malas melihat kamar mandi yang terus tertutup.

"Park Jimin keluar!" Dan aku melongo melihat wajah Jimin. Astaga itu suamiku atau setan dari mana. Kenapa jelek sekali.

"Apa?" Melihat mata merahnya aku kasihan, jadi aku tidak jadi tertawa. Jimin terlihat kesal dan aku harus maklum. Yah bagaimana juga Jimin seperti ini juga karena aku.

"Masih belum puas?" Matanya semakin sayu dan aku benar-benar harus turun tangan kali ini. Ya Tuhan Park Jimin kau sungguh merepotkan.

"Bagaimana bisa aku puas? Ini berbeda!" Aku menegakkan Tubuhku dan merentangkan kedua tanganku. Yah aku harus mengalah pada keinginan Sex Jimin yang tinggi.

"Kemari!" Dengan wajah sendunya Jimin mendekat dan berjalan pelan menuju aku. Bibirnya melengkung kebawah seperti bayi yang ingin menangis. Yah Jimin memang seperti bayi jika sedang merajuk padaku.

"Sayang!" Aku menyambutnya dengan lembut saat dia ikut duduk di ranjang dan langsung berbaring. Memeluk perutku dan menelusupkan wajahnya keceruk leherku. Kuusap rambut dan punggungnya.

"1 kali saja ya!"

"Hiks Kurang!" Aku hanya memutar bola mataku jengah. Ya Tuhan satu kali kurang. Bukanya sudah dari semalam. Park Jimin menyebalkan!

"Berapa?"

"3 kali!" Oh jelasnya aku tidak akan setuju dengan usulan Jimin. 3 kali sama saja pembunuhan, dia tidak ingat semalam sudah menyerangku berapa kali? Park Jimin sialan.

"2 kali dan selesai. Ji ingat aku hamil. Jangan banyak-banyak" aku memang bersedia melayani Jimin tapi jika dia minta banyak aku juga tidak sanggup. Kehamilan ku akan bermasalah jika Jimin terus seperti ini.

"Baiklah. Sekarang ya!" Aku mengangguk dan Jimin langsung bangkit. Dia menatap mataku dan aku hanya tersenyum tipis. Oh aku tidak lupa jika masih telanjang. Jimin pasti akan langsung menelanjangi ku.

"Tapi pelan. Kau sudah maniak dari semalam!" Jimin mengangguk dan senyumnya baru terbit.

"Aku mengerti!" Dan saat Jimin mencium bibir ku dengan lembut aku langsung menyambutnya. Menyambutnya dengan penuh cinta. Ah aku senang jika Jimin bermain lembut seperti ini. Kan aku jadi nyaman.

"Ugh!" Ah sialan, baru sebentar saja aku sudah melenguh. Jari pendek Jimin memang benar-benar menyebalkan.

"Ah Ji!" Entah aku tidak tau apa yang Jimin lakukan. Yang aku tau Jimin sudah bersiap masuk. Astaga dia benar-benar tidak sabar.

"Ji!" Jimin tersenyum dan menunduk. Mencium kening ku dengan lembut. Kupejamkan mataku menikmati kasih sayang Jimin. Aku tau jika dia benar-benar tulus mencintai ku walaupun dia suka sex.

"Aku mencintaimu Aliya!" Dan aku harus mencengkeram erat kedua bahu Jimin saat dia masuk mendesak dengan sempurna. Tubuhku jelas tersentak kaget, Jimin yang mengerti langsung mencium bibirku dengan penuh cinta. Menyalurkan rasa kasih sayang dan cintanya agar aku tidak terlalu merasakan sakit karena gerakannya yang tiba-tiba.

"Bertahanlah denganku sampai kapanpun dan jangan bosan dengan keinginan atau tingkahku. Aliya yang harus kau tau adalah, satu-satunya wanita yang aku cintai dari dulu sampai nanti aku mati adalah dirimu. Selamanya hanya Aliya Park Jimin yang akan menjadi wanita dalam hidupku. Mengertilah jika aku punya banyak keinginan dan itu berarti aku sangat mencintaimu!" Ucapan Jimin membuatku meneteskan air mata.

All About Sex! 21+Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang