Flasback I !

99.3K 2.8K 205
                                    

Happy Reading.

°

"Kakekmu mantan Mafia dan dia ayah tidak sah Steven" .

kata-kata Jimin terus terngiang di kepalaku. Mendengar alasan itu aku langsung mengambil penerbangan utama untuk kembali ke Seoul. Mengabaikan bulan madu kami yang harusnya masih 3 hari disana. Bulan madu itu tidak penting lagi. Yang ingin kutahu adalah kebenaran kakek. Aku ingin tau dari mulut kakek sendiri. Aku ingin tau seperti apa Bajingan kakekku dimasa lalu.

Kakek bahkan menghianati nenek dan punya anak tidak sah dan anak tidak sah itu ingin menghancurkan hidup Jimin. Semuanya terasa sial saat aku juga terlibat disana tanpa sadar, apalagi jika aku ingat status laki-laki itu. Jika dia anak kakek itu artinya dia pamanku. Jimin menyebabkan adik pamanku terluka itu  karena Jimin mencintaiku, menyedihkan. Aku juga jadi pemeran dalam penderitaan ini. Aku menyedihkan.

"Jangan salahkan dirimu. Aku yang murni salah disini dan jangan benci kakekmu" Jimin menggenggam jemariku dengan erat. Aku tau Jimin takut aku membencinya, masa lalunya terungkap dan itu sungguh mengejutkan. Aku seperti orang bodoh yang tidak tau apapun. Dan yang lebih penuh kejutan lagi adalah jika aku punya kakek seorang Mafia. Belum lagi kebenaran Jimin yang kecanduan Seks, dia juga menggunakan perempuan sebagai bahan percobaan disana. Mengerikan, belum lagi kata-kata tentang digilir tahanan. Itu menjijikkan dan tidak manusiawi. Jika wanita itu digilir sudah pasti mereka binatang pemuas nafsu dan hidup mereka tidak ada gunanya. Menyesakkan.

"Aku ingin bertanya padamu!" Kubalas genggam jemari Jimin dan menatap serius padanya.

"Apa aku juga kau anggap bahan percobaan? Apa aku kau anggap seperti binatang Ji? Mengingat kau tidak melepaskan ku dari malam pertama kita. Kau selalu menyentuhku bukan?" Aku ingin tau Jimin menganggap ku apa, kecanduan itu apa membuatku jadi sama seperti wanita disana lalunya. Apa aku seperti itu dipandang Jimin.

"Tidak. Aku menyentuhmu murni karena keinginan ku dan tidak ada sangkut pautnya dengan kecanduanku pada seks. Itu murni dari diriku, terbukti dengan tanda yang ditinggalkan pada tubuhmu! Kau lupa dengan kata-kataku?" Jimin tidak pernah meninggalkan tanda pada mainannya. Itu yang Jimin katakan bahkan Caterin juga. Jawaban mereka sama dan itu artinya Jimin tidak bohong.

"Aku ingin mendengar awal mulanya kau mencintaiku sampai keberangkatan mu ke New Zealand. Semuanya Ji!" Jimin meneguk salivanya kasar dan menatapku takut. Tapi kuremas jarinya dan akhirnya dia mengangguk.

Flasback.

"Ayah kita mau kemana?" Jimin bertanya pada ayahnya yang sibuk mengenakan dasi. Mereka semua mengenakan baju hitam dan ini seperti baju melayat. Sebenarnya mereka mau kemana?

"Melayat orang tua teman ayah. Ibunya meninggal" Jimin mengerti. Pantas saja pakaian mereka hitam. Ternyata melayat.

Jimin baru berusia 13 tahun jadi wajar keingin tahuannya besar. Itu wajar untuk anak-anak.

"Kajja"

Jimin memperhatikan anak perempuan kecil yang terus menangis memeluk ibunya. Menyebut nama neneknya tanpa henti, wajahnya merah dan matanya bengkak. Gadis itu menarik perhatian Jimin saat sampai disini dan sampai sekarang Jimin masih memperhatikannya.

"Hyung dia siapa?" Jimin bertanya pada Chanyeol yang menghampirinya.

"Dia cucu dari Halmonie Kim. Dia bungsu dan namanya Aliya. Wae?" Jimin menggeleng dan tersenyum tanpa sadar. Melihat gadis kecil itu, ternyata namanya Aliya. Cantik, walaupun semua wajahnya bengkak karena menangis. Baru kali ini Jimin melihat gadis seperti itu.

All About Sex! 21+Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang