Right!

76.8K 2.3K 153
                                    

Happy Reading.

-

Aku diam memperhatikan wajah Steven yang ada didepanku. Air mataku tidak mau keluar dari tadi, padahal rasanya miris karena aku dijadikan sebagai umpan oleh keluarga ku sendiri. Menyedihkan bukan!

Jika kufikir Steven akan mengurungku dalam gudang gelap maka semuanya salah. Steven membawaku kedalam sebuah kamar mewah yang lebih mirip seperti kamar tuan putri. Kamar yang kutempati saat ini justru lebih mewah dari kamarku.

"Try to remember me" aku melengos mendengar suara Steven. Dari nadanya sepertinya dia memohon dan aku tidak peduli. Bagaimana bisa dia menganggap aku Stela, padahal jarak usia kami berbeda jauh. Stela dengan Jimin berjarak 7 tahun apalagi denganku. Hampir 10 tahun lebih.

"You Crazy!" Desisku emosi. Aku tidak peduli jika dia akan marah karena ucapanku. Aku benar-benar emosi, belum lagi kebenaran dengan Jimin yang mengorbankan aku. Padahal setiap hari dia bilang Mencintaiku. Bullshit!

"I'll give you time to think. Get some rest!" Dan aku hanya mendengus melihat Steven yang pergi menjauh dariku. Aku muak melihat wajahnya sungguh.

"Remember. Take care of your child" aku membatu mendengar ucapan Steven. Anak? Oh ya. Saat Stela bunuh diri dia hamil. Ya Stela hamil anak Brian.

"Anak?" Entah kenapa kata-kata itu justru membuatku sesak. Aku ingat saat Jimin menginginkan anak dariku, yah dia pernah mengatakan itu. Aku mengingatnya sangat jelas.

"Dia justru mengorbankan aku!" Air mataku menetes mengingat itu. Aku benci Jimin. Aku membencinya. Ini masalahnya dan kenapa aku yang jadi korban.

Dia yang menciptakan masalah ini dengan Steven dan aku jadi kambing hitamnya. Dia dengan mudah menjadikan aku kambing hitam. Umpan untuk berbaikan dengan Steven. Aku muak disini, aku ingin bebas.

"Aku benci padamu Ji! Aku benci. Arhhgggh!"

-

Jimin berdiri gelisah didalam kamar, matanya memerah dan Jimin benar-benar ingin menangis.

Mengorbankan Aliya? Demi Tuhan ini bukan keinginan Jimin. Ini usulan Brian. Dan kakeknya menyetujui itu.

Steven Sebenarnya mengidap depresi karena ditinggal mati oleh Stela. Steven menganggap Stela masih hidup dan Steven terus mencari Stela. Dan entah karena kesialan atau apa Aliya justru sangat mirip dengan Stela.

Brian tau jika Steven mengidap depresi dan saat mereka ke New Zealand Brian menjelaskan semuanya.

Jimin tidak setuju dengan usulan itu. Sangat tidak setuju. Tapi karena Jimin hanya anak-anak yang butuh tuntunan dan akhirnya keputusan untuk menjadikan Aliya umpan Jimin setujui.

Jimin mengingatnya, wajah Aliya yang kaget melihatnya. Demi Tuhan Jimin tidak bisa melihatnya.

"Sayang maaf!" Air mata Jimin jatuh begitu saja. Rasa sesak menghampirinya mengingat wajah kecewa istrinya. Jimin tau jika Aliya kecewa padanya. Rasanya sesak.

"Aku akan melakukan apapun untuk menjemputmu. Maaf sayang, aku janji akan cepat!" Jimin bersumpah akan membawa Aliya dengan selamat. Membawanya kembali dan memulai semuanya. Tanpa bayangan Steven atau Masa lalunya. Jimin berjanji.

"Tunggu aku sayang. Aku janji akan membawamu kembali. Aku janji!"

"Jim?" Jimin menoleh mendengar panggilan dari luar.

"Ya!"

"Makan dulu. Ini waktunya makan malam!" Jimin diam mendengar ucapan Jihyo. Jangankan makan, minum saja Jimin tidak bisa menelanya. Jimin terlalu khawatir dengan Aliya dan mengisi perutnya bukan hal yang ada dalam fikiran Aliya. Jimin tidak akan bisa.

All About Sex! 21+Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang