Sarah menghubungi Radit untuk mengajak Abangnya makan malam bersama setelah sekian lama tidak bertemu. Terakhir kali, rencana makan malam keluarga mereka untuk merayakan ulangtahun Radit juga gagal dilakukan.

Karena Ibu dan Ayah mereka sedang pergi keluar kota, setelah mengantar orang tuanya ke bandara, Sarah merasa kesepian jika harus pulang kerumah dan berinisiatif mengunjungi Radit saja.

"Abang nggak dirumah, Sar."

[Masih di kantor?]

"Abang nggak ke kantor hari ini."

Terdengar rengekan diujung sana, [Terus Abang dimana sekarang? Sar susul kesana.]

Radit menimang apakah harus jujur pada Adiknya atau tidak, ia menoleh pada Shahnaz untuk meminta jawaban, dan wanita itu mengangguk kemudian mengambil ponselnya untuk sibuk setelahnya.

"Dirumah pacar Abang."

[Abang.. Punya pacar?!] Tanya Sarah tidak menutupi keterkejutannya.

"Kamu mau kesini? Abang share locationnya."
Radit balik bertanya tanpa menjawab, dengan mata yang masih terus memperhatikan Shahnaz dan ponselnya.

Setelah Sarah menyetujui, serta meminta adiknya itu untuk berhati-hati dijalan, Radit memutus panggilan dan membagikan lokasinya pada Sarah.
Bertepatan dengan Shahnaz yang selesai dengan urusannya.

Wanita itu mendongak, memberikan cengiran dan memperlihatkan ponselnya tentang apa yang dilakukannya tadi pada Radit. "Hehe, aku pesen makanan, Sayang. Soalnya disini ga ada yang bisa dimakan."

"Kamu bisa."

Jawaban Radit membuat Shahnaz mengerutkan keningnya tidak mengerti.

"Sibak deh rambut kamu, itu di leher tanda aku udah makan kamu tadi." Jelas Radit seraya menunjuk leher Shahnaz, yang lalu dibalas teriakan wanita itu.

"HEI!"

Sarah sampai satu jam kemudian dijemput Radit di lobby dan sampai diunit Shahnaz tepat ketika sang tuam rumah selesai menata meja makan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Sarah sampai satu jam kemudian dijemput Radit di lobby dan sampai diunit Shahnaz tepat ketika sang tuam rumah selesai menata meja makan.

Meja makan miliknya minimalis, sangat berbanding terbalik dengan perabotan mewah milik Radit.
Semoga saja Sarah tidak keberatan, Shahnaz merapal dalam hati.

Walaupun seharusnya Sarah bisa menebak siapa yang Radit sebut sebagai kekasihnya, tapi tetap saja setelah masuk ke unit milik Shahnaz dan melihat siapa yang sedang menata meja makan, membuat bola Sarah melebar juga.

Tapi dengan cepat adik Radit itu mengubah ekspresinya kemudian memeluk Shahnaz dari belakang, membuat tuan rumah itu terkejut.
Sementara Radit hanya bisa tersenyum melihat itu.

"Aku tau banget harusnya kalo itu Mbak Nadira yang jadi pacar Abang!" Seru Sarah antusias.

Dan seketika saja kekhawatiran yang Shahnaz pikirkan sebelumnya mengenai Sarah mungkin tidak akan menyukainya sirna.

INVISIBLE STRING | WONWOO X LISA [END]Where stories live. Discover now