BAB 36 : Cemburu dan Suka

32.2K 4.7K 173
                                    

Gud morning!

Kalau ada typo harap maklum yak, tencuu 

Arsen jarang sekali marah ataupun kesal pada apapun dan siapa pun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Arsen jarang sekali marah ataupun kesal pada apapun dan siapa pun. Dia tipe orang yang tidak mudah terpancing emosinya. Dia pandai mengatur emosinya. Tetapi hari ini, Arsen menjadi orang yang mudah sekali marah dan kesal.

Sudah berapa kali dia marah atau kesal hari ini? Ralat, malam ini. Sudah berapa kali dia marah atau kesal malam ini? Hanya dalam beberapa jam saja, dia sudah berkali-kali marah dan kesal.

Nayara sungguh hebat. Rasanya Arsen ingin memberikan tepuk tangan pada wanita itu karna sudah berhasil membuatnya merasakan perasaan seperti ini untuk pertama kalinya. Perasaan marah dan kesal karna hal yang sepele.

Cemburu.

Arsen meminum habis air mineral di gelasnya. Dia pikir dengan minum, rasa panas di dadanya akan mereda, tapi ternyata tidak. Rasa panas di dadanya masih ada dan tidak berkurang sedikit pun.

"Haus banget, Pak?"

"Panas banget yah, Ar, hati lu? Mau gue mintain air lagi gak? Segalon cukup gak?"

Lalu, Rakka dan Nino pun tertawa. Mereka sangat senang menggoda Arsen yang sedang cemburu. Kapan lagi melihat seorang Arsenio Rahagi Aldric cemburu? Mereka mau memanfaatkan momen langka ini sebaik mungkin.

Arsen yang menjadi bahan godaan kedua sahabatnya, tidak membalas apapun. Dia hanya menatap tajam Rakka dan Nino, berusaha membuat dua orang itu diam lewat tatapan matanya. Berhasil? Tentu saja tidak, yang ada Rakka dan Nino malah semakin tertawa terbahak-bahak.

Arsen kembali menatap punggung Nayara yang duduk membelakanginya. Dalam hati Arsen bertanya-tanya. Sadarkah dia kalau Arsen menatapnya sejak tadi? Menatap punggungnya? Arsen berharap Nayara menolehkan kepalanya sekali saja dan menemukan Arsen yang sejak kepindahannya tidak berhenti menatapnya.

Harapannya terkabul. Nayara menolehkan kepalanya dan mata hitam legam wanita itu langsung bertemu mata kecoklatan miliknya. Arsen bersorak dalam hati. Namun kebahagiaannya itu hanya sebentar. Nayara langsung memutuskan kontak mata mereka setelah beberapa detik bertemu dan Arsen kembali menatap punggung wanita itu.

Arsen menghembuskan napasnya kasar. Kesabarannya sudah habis. Sungguh, awalnya, Arsen tidak mau seperti ini. Dia mau membiarkan Nayara mengobrol dengan temannya itu sampai nanti waktunya mereka akan pulang. Tetapi faktanya, Arsen tidak bisa menunggu selama itu. Dia tidak bisa melihat keakradan Nayara dan teman laki-lakinya itu lagi. Dengan gerakan pasti, Arsen bangun dari duduknya, lalu pamit pada Rakka dan Nino.

"Gue pindah"

"Nayara?"

"Hmm"

Tidak memberi kesempatan pada Rakka dan Nino untuk meledeknya lagi, karna telah menjilat ludahnya sendiri, Arsen langsung pergi meninggalkan mereka menuju meja Nayara.

Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang