AnggaNurSalim
Arloji punya tiga keahlian: tidur di bawah pohon, kehilangan sapi, dan membuka apa pun yang bertuliskan "jangan dibuka".
Keahlian ketiga itulah yang membawa masalah.
Sehari sebelum upacara pengangkatan penyihir, ia menemukan sebuah peti di celah tebing. Petinya berlapis-lapis. Tulisannya makin lama makin jahil. Isinya asap hitam, yang masuk begitu saja lewat jari-jari tangan kirinya.
Arloji mengira itu cuma penglihatannya. Lalu malam itu, untuk pertama kali seumur hidupnya, ia tidak bisa tidur.
Di dunia ini hanya satu sihir yang diakui: sihir Terang, yang diberikan kuil kepada anak-anak terpilih. Sahabatnya, Viona, sebentar lagi menjadi salah satunya. Sihir yang satu lagi terlarang, dan seorang lelaki berjubah putih baru saja tiba dari kota untuk mencari pembawanya.
Sementara itu, ada yang terus meninggalkan kertas di bantal Arloji. Isinya tidak membantu.
"Jangan lupa mandi... hmahaha."
Sekarang Arloji harus menyembunyikan sesuatu yang tidak pernah ia minta: dari seluruh desa, dari ibunya yang bersenjata sendok kayu, dan dari satu-satunya orang yang biasanya ia ceritai segalanya.
Hadiah itu punya harga. Arloji belum tahu berapa.
Terang dan Gelap, Seri 1. Fantasi jenaka tentang seorang gembala pemalas, sahabatnya, dan peti yang seharusnya tidak dibuka.
*Novel ini ditulis bersama AI. Cerita, dunia, dan arahnya dari saya.